Kapal tersebut dihantam ombak hingga terbalik saat sedang perjalanan ke Pulau Sonit, Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah.
Akibatnya, sejumlah orang terjatuh dan tiga orang dilaporkan tewas.
Salah satu korban tewas yakni calon wakil bupati Banggai Laut, Asgar Badalia.
Sedangkan empat orang termasuk dua anggota polisi belum ditemukan walaupun pencarian telah memasuki hari ke-7.
Kepala Sub Seksi Kesiagaan BPBD Banggai Laut Aksar Amir menjelaskan, mulanya rombongan calon bupati hendak berkampanye ke Pulau Sonit.
Rombongan tersebut pun pergi menggunakan speedboat.
Baca: Viral Batu Malin Kundang Tenggelam Akibat Air Pasang, Pemkot Padang Coba Keringkan Lokasi
Baca: Selamatkan Pria yang Tenggelam di Sungai, Mahasiswa Arab Saudi di Australia Dijuluki Pahlawan Sejati
Perjalanan biasanya ditempuh selama satu jam.
Baru setengah perjalanan, atau sekitar 30 menit, speedboat melalui pagar gahari dan terkena pertemuan dua arus.
Di situ, speedboat terbalik hingga penumpangnya tercebur.
Kecelakaan tersebut menyebabkan 3 orang meninggal dunia, 4 orang hilang, dan 4 orang lain selamat.
Dalam insiden tersebut cabup Banggai Laut Rusli Banun selamat.
Ia tidak tenggelam karena memegangi sebilah kayu hingga bantuan datang.
"Tadi calon bupati itu diselamatkan oleh kapal penumpang Hi. Kasim.
Kapal bantuan ini yang pertama sampai di lokasi.
Kemudian tim kita tiba di lokasi dan melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan," kata Aksar.
Sedangkan wakilnya yang bernama Asgar Badalia, tak dapat diselamatkan dan meninggal dunia.
Petugas juga langsung melakukan pencarian pada empat orang lainnya yang masih dinyatakan hilang.
Baca: Penumpang Kapal Loncat ke Laut Selat Sunda, Saksi Mata Beberkan Gelagat Aneh Korban
Baca: 2 Tahun Hilang, Ibu Ini Ditemukan Mengambang Hidup-hidup di Laut: Ini Fakta Miris di Baliknya
Namun, setelah sepekan, tim tak kunjung menemukan keberadaan empat orang yang hilang dalam kecelakaan itu.
Mereka adalah dua anggota polisi dan dua warga sipil.
Padahal pencarian telah mengerahkan sejumlah kapal mulai dari KN SAR Bisma milik KKP Palu, Rubber Boat Pos SAR LUWUK hingga dibantu perahu nelayan.
Pencarian pun dihentikan dan akan dilanjutkan dengan pemantauan.
"Selanjutnya akan dilakukan pemantauan saja," tutur Juru bicara SAR Palu Fatmawati.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Tragis Kecelakaan Speedboat, Tewaskan Cawabup, 2 Polisi dan 2 Warga Sipil Masih Hilang"