Ini Pembelaan Diri Solskjaer, di Tengah Kabar Pemecatannya Akibat Performa Buruk Manchester United

Penulis: Haris Chaebar
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ole Gunnar Solskjaer, pelatih Manchester United dikabarkan akan dipecat akibat performa buruk timnya.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Manchester United mengawali musim 2020-21 dimulai dengan cara yang tak menyenangkan.

Seretnya aktivitas di lantai bursa transfer pemain membuat Manchester United mendapat tekanan yang luar biasa di sosial media dari fans mereka sendiri.

Manchester United pun dicap tidak ambisius untuk bersaing meraih gelar musim ini, padahal klub-klub lain bergerak cepat untuk menggaet pemain incaran dan memperkuat skuad mereka.

Setali tiga uang, performa Manchester United pun akhirnya kacau di lapangan.

Kini, Manchester United sedang kembali mengalami krisis di bawah pimpinan Ole Gunnar Solskjaer.

Dari enam laga pertama Liga Inggris 2020-2021, Manchester United hanya mampu meraih dua kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan.

Manchester United juga belum pernah mencicipi kemenangan di kandang mereka sendiri, Stadion Old Trafford.

Bahkan yang lebih menggelikan lagi, klub berjuluk The Red Devils ini sempat menelan kekalahan pahit saat dibantai habis Tottenham Hotspur dengan skor 1-6 di Old Trafford.

Sementara itu, di Liga Champions, Manchester United sempat tampil apik pada dua laga awal saat melawan Paris Saint-Germain dan RB Leipzig.

Manchester United mengalahkan finalis Liga Champions musim lalu, PSG dengan skor 2-1 di Paris dan mencukur semifinalis musim lalu, RB Leipzig dengan skor 5-0 di Old Trafford. Luar biasa.

Baca: Hasil Liga Europa: AC Milan Kalah, Rekor Suci 24 Laga Tercoreng dan Tim Terburuk dari 3 Liga Besar

Namun, anomali terjadi ketika Harry Maguire dkk justru kalah ketika berjumpa tim kuda hitam asal Turki, Istanbul Basaksehir.

Manchester United takluk pada matchday ketiga Grup H Liga Champions 2020-2021 dengan skor 1-2, Rabu (4/11/2020) waktu setempat atau Kamis dini hari WIB.

Ekspresi Scott McTominay dan Harry Maguire dalam laga Manchester United vs Tottenham Hotspur pada pekan keempat Liga Inggris 2020-2021. (AFP)

Hal tersebut semakin diperparah karena Manchester United juga kalah 0-1 dari Arsenal pada ajang Liga Inggris di Old Trafford sebelum kalah dari Istanbul Basaksehir.

Hasil-hasil buruk itu membuat nasib pelatih Ole Gunnar Solskjaer mulai dipertanyakan di kursi kepelatihan Manchester United.

Sempat dikabarkan, Manchester United sudah mengontak mantan pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino.

Pochettino memang menjadi kandidat paling kuat untuk menggantikan posisi pelatih asal Norwegia itu dan kebetulan, Pochettino kini sedang tanpa klub alias menganggur.

Baca: Hanya Garang di Liga Champions, Manchester United Berpotensi Alami Musim Terburuk di Liga Inggris

Akhirnya, kabar burung tersebut terdengar sampai ke telinga Solskjaer hingga dirinya pun memberikan pendapat.

Solskjaer mengaku tidak ingin mengomentari mengenai rumor soal Pochettino yang akan menggantikan posisinya.

Solskjaer mengaku akan tetap berusaha untuk memberikan kemampuan terbaiknya saat melatih Manchester United.

"Saya menolak mengomentari hal seperti itu," kata Solskjaer seperti melansir pemberitaan dari Metro.co.uk, via laman Bolasport.com berjudul Dirumorkan Segera Dipecat dan Digantikan Mauricio Pochettino, Solskjaer Akhirnya Buka Mulut.

"Tentu saja, ini masih awal dan opini selalu ada di luar sana."

"Anda harus tetap kuat. Saya dipekerjakan oleh klub untuk melakukan pekerjaan sebagai pelatih dan saya melakukannya dengan kemampuan terbaik saya bersama seluruh staf saya," ujar Solskjaer lagi.

Namun, ada kabar beredar juga bahwa Manchester United masih belum ingin memecat Solskjaer.

Di sisi lain, tidak sedikit pula pihak yang berspekulasi bahwa Solskjaer akan dipecat pada akhir pekan ini.

Performa ulang-alik Manchester United musim ini

Musim 2020-21 dimulai dengan cara yang aneh bagi Manchester United.

Performa Manchester United terutama di dua kompetisi besar, Liga Champions dan Liga Inggris terlihat bak langit dan bumi.

Di Liga Champions, Manchester United begitu tampil perkasa di dua laga awal.

Buktinya? Manchester United menghabisi dua klub hebat sekaligus beruntun di dua matchday awal Grup H, Liga Champions 2020-21.

Bertandang ke markas finalis Liga Champions musim lalu, Paris Saint-Germain (PSG), Manchester United menang dengan skor 1-2, pada laga pertama Grup H, Rabu (21/10/2020).

Baca: Masa Depannya Belum Jelas di Barcelona, Kini Lionel Messi Bersiap Dapat Tawaran dari Manchester City

Selanjutnya, menjamu semifinalis Liga Champions musim lalu, RB Leipzig di Old Trafford pada Kamis (29/10/2020), pasukan Ole Gunnar Solskjaer dengan gagah perkasa membantai lawannya 5-0 tanpa balas.

Klub berjuluk Setan Merah itu pun memuncaki klasemen Grup H, Liga Champions 2020-21 dengan raihan 6 poin dari dua laga.

Performa Marcus Rashford cs di ajang dengan format turnamen begitu menggigit dan itu terjadi di dua laga awal Liga Champions 2020-21 musim ini.

Meski begitu, di Liga Inggris, Manchester United justru bermain seperti 'ayam sayur'.

Dari 6 laga dilakoni, mereka baru menang dua kali, sekali imbang dan tiga kali kalah.

Manchester United pun terdampar di posisi 15 klasemen sementara Liga Inggris, Senin (2/11/2020) dengan koleksi 7 poin.

Kalau performa seperti saat ini tidak kunjung mengalami perbaikan, Manchester United berpotensi menyelesaikan Liga Inggris musim 2020-2021 dengan rentang koleksi hanya 44-45 poin. 

Terbaru, anak buah Ole Gunnar Solskjaer mengalami kekalahan 0-1 dari Arsenal di Old Trafford pada Minggu (1/11/2020), Manchester United baru mengumpulkan 7 poin dari 6 laga pertama.

Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer (tengah) berbicara dengan gelandang Bruno Fernandes pada pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Tottenham Hotspur di Old Trafford, pada 4 Oktober 2020. (AFP)

Sebelum dikalahkan Arsenal, hasil-hasil Manchester United adalah: vs Crystal Palace 1-3, Brighton & Hove Albion 3-2, Tottenham Hotspur 1-6, Newcastle United 4-1, dan Chelsea 0-0.

Sejauh ini Manchester United hanya memperoleh rata-rata 1,16 poin per pertandingan di Liga Inggris.

Kalau performa itu tak membaik sampai akhir musim, pasukan Ole Gunnar Solskjaer bakal menyelesaikan kompetisi dengan koleksi 44-45 poin.

Koleksi 44-45 poin sudah cukup bagi Manchester United untuk tidak sampai terdegradasi.

Sehingga fans Manchester United tidak perlu khawatir soal ini.

Baca: Selalu Tampilkan Performa Buruk, Kapten Manchester United Ini Disarankan Rehat Demi Kesehatan Mental

Dalam sejarah Premier League sejak kompetisi diikuti 20 tim pada 1995-1996, klub-klub yang finis di posisi ke-18 (posisi teratas di zona degradasi) rata-rata memiliki 35,5 poin.

Teorinya, 36 poin sudah cukup bagi sebuah tim Premier League untuk menghindari tergusur ke Divisi Championship.

Mengambil ukuran dari klasemen musim lalu, 44-45 poin cukup untuk finis di posisi ke-13, jauh dari zona degradasi.

Namun, menyelesaikan kompetisi Liga Inggris dengan 44-45 poin tetap saja merupakan aib yang luar biasa buat klub dengan reputasi seperti Manchester United.

Memang tidak akan terdegradasi, tetapi finis dengan 44-45 poin akan menjadi sebuah malu besar bagi Setan Merah.

Pasalnya, jumlah 44-45 poin itu akan menjadi rekor baru koleksi poin paling sedikit Manchester United di Liga Inggris sejak sebuah kemenangan dihargai 3 poin.

Jika berbicara Liga Inggris dengan format Premier League, rekor poin terendah Manchester United dalam satu musim adalah 64, yang diperoleh pada musim 2013-2014 alias musim pertama setelah Setan Merah ditinggal manajer legendaris Sir Alex Ferguson. 

(Tribunnewswiki.com/Ris)



Penulis: Haris Chaebar
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
BERITA TERKAIT

Berita Populer