Hasil perhitungan di seluruh negara bagian di AS ini menjadi gambaran siapa yang bakal duduk di kursi Presiden Amerika Serikat.
Jajak pendapat dari Edison Research/NEP menunjukkan ada kenaikan dan penurunan demografis pemilih.
Total pemilih dari etnis kulih putih turun enam poin dibandingkan persentase pada 2016.
Namun, etnis kulit putih masih menjadi etnis terbesar dari kelompok pemilih.
Baca: Update Pilpres AS 2020: Joe Biden Unggul Sementara atas Donald Trump
Baca: Masa Depannya Belum Jelas di Barcelona, Kini Lionel Messi Bersiap Dapat Tawaran dari Manchester City
Sementara itu, proporsi pendukung Joe Biden meningkat lima poin dibandingkan Hillary Clinton di Pilpres sebelumnya.
Namun, Trump masih menjadi menjadi ikon dalam kelompok ini.
Melansir BBC, Rabu (4/11), mayoritas pendukung Biden berada di kalangan usia di bawah 30-an dan paruh baya, menurut Edison Research/NEP via Reuters, Rabu (4/11).
Total 61% pemilih usia 18-29 menjatuhkan pilihan ke Joe Biden
Sementara itu, 50% pemilih dengan usia 65 tahun ke atas menjatuhkan pilihan ke Donald Trump.
Baca: Kenaikan Upah Disetujui karena Negosiasi, Begini Tanggapan Sultan HB X soal Buruh yang Protes
Baca: Mengancam dengan Pistol Rakitan saat Tagih Utang Rp 30 Juta, Ibu di Palembang Tewas Tertembak
Mayoritas pemilih dari ras kulit hitam menjatuhkan pilihan pada Joe Biden. Angkanya cukup mencolok, yakni 87%.
Sementara 63% pemilih dari etnis Asian masih menjatuhkan pilihannya pada Joe Biden.
Donald Trump masih unggul di pemilih etnis kulit putih yang mencapai 56%.
Lebih dari sepertiga pemilih mengatakan ekonomi merupakan faktor terpenting dalam memutuskan siapa yang akan dipilih sebagai presiden.
Hanya 2 dari 10 pemilih memakai faktor 'ketidasetaraan rasial. Sementara hanya 17 persen memakai faktor pandemi Covid-19.
Baca: Trump Diambang Kekalahan, Bisakah Donald Trump Tolak Terima Kekalahan dalam Pilpres AS 2020
Baca: Otoritas Austria Tetapkan 14 Tersangka Ditahan atas Kasus Insiden Teror di Wina
Sementara angka di garis partisan disebutkan bahwa mayoritas pemilih Trump memilih karena faktor ekonomi.
Sementara pemilih Biden lebih pada faktor ketidaksetaraan rasial dan Covid-19.
Berikut adalah perkembangan terbaru pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) 2020 mempertemukan petahana Donald Trump melawan mantan Wakil Presiden, Joe Biden.
Suara krusial penentu kemenangan bagi Joe Biden telah di depan mata.
Pasalnya, angka sementara saat ini bagi Biden telah tembus 209.
Sementara petahana Donald Trump baru meraih 118 suara.
Kandidat terpilih harus mencapai perolehan angka melalui Electoral College setidaknya 270 angka untuk memenangkan pemilihan.
Baca: Kenaikan Upah Disetujui karena Negosiasi, Begini Tanggapan Sultan HB X soal Buruh yang Protes
Baca: 26 Pemain Lolos Seleksi Garuda Select III, Segera Diumumkan Daftar Skuat untuk Berlatih di Inggris
Meski Trump tertinggal, tetapi angka dapat berubah dengan cepat dalam menit-menit terakhir.
Sebagaimana diwartakan BBC, Rabu (4/11/2020), berikut adalah proyeksi kemenangan kedua kandidat di setiap negara bagian.
Joe Biden diproyeksikan akan memenangkan 14 negara bagian plus Washington DC.
Negara bagian tersebut adalah Vermont, Delaware, Maryland, Massachusetts, New Jersey, New York, Connecticut, Colorado, New Mexico, New Hampshire, Illinois, California, Oregon, negara bagian Washington, dan Washington DC.
Sementara Donald Trump diproyeksikan akan memenangkan 17 negara bagian.
Baca: Banderol Harga Rp 20 Jutaan, Ini 8 Rekomendasi Mobil Bekas Murah
Baca: Komentari Tuduhan Donald Trump, Anggota DPR AS Alexandria Ocasio-Cortez Buka Suara
Yaitu, Indiana, Kentucky, Oklahoma, Tennessee, Virginia Barat, Arkansas, Dakota Selatan, Dakota Utara, Alabama, Carolina Selatan, Louisiana, Nebraska dan Nebraska 3rd District, Utah, Missouri, Kansas, Wyoming, dan Mississippi.
Masih ada kemungkinan perubahan dalam menit-menit terakhir di negara-negara bagian lainnya.
Dikarenakan pandemi virus corona, pemungutan suara kali ini dilakukan melalui surat atau mail-in voting.
Jadi, pemilih yang namanya ada di daftar pemilih secara otomatis mendapatkan berkas surat suara ke alamat rumahnya.
Baca: Bukan Gaun, Sherina Munaf Pakai Celana di Acara Pernikahannya dengan Baskara Mahendra
Baca: Meski Rezim Josep Bartomeu Telah Tumbang, Nasib Lionel Messi di Barcelona Masih Abu-Abu, Mengapa?
Namun, bagi mereka yang belum terdaftar, dapat me-request surat suara melalui telepon, web, atau surat. Panitia Pemilu akan mengirimkan surat suara ke alamat pemilih dengan verifikasi terlebih dahulu.
Pemilih menerima surat suara yang berada di dalam amplop yang tersegel. Setelah pemilih menentukan pilihan mereka, surat suara ditutup, dan menandatangani bagian luar amplop surat suara.
Pemilih dapat mengirimkan kembali berkas surat suara ke panitia pemilu di setiap daerah atau menyerahkannya secara langsung.
Ketika panitia menerima surat suara anda, mereka akan memverifikasi bahwa pemilih terdaftar di negara bagian. Di sejumlah negara bagian, petugas juga membandingkan tanda tangan pemilih di surat suara dengan tanda tangan mereka di daftar pemilih.
Setelah surat suara diverifikasi, panitia pemilu akan memproses dan menghitung total suara.
Setiap negara memiliki garis waktu yang berbeda-beda.
Baca: Bukan Nasi, Ini 5 Jenis Makanan yang Wajib Dikonsumsi Tiap Hari Supaya Tubuh Tidak Mudah Sakit
Baca: Cerita Petugas Selamatkan Gadis 3 Tahun di Reruntuhan Gempa Turki, Dia Tersenyum Menunggu Kami
Pilpres AS 2020 ini dilakukan di tengah pandemi Covid-19, di mana negara Paman Sam memiliki jumlah pemilih tertinggi dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya dalam kurun waktu satu abad terakhir.
Pemilu dilakukan setelah AS mengalami minggu terburuk atas masuknya 1000 kasus harian Covid-19.
Pemungutan suara ditutup pada pukul 23.00 GMT atau pada Rabu (4/11) pukul 06.00 pagi Waktu Indonesia Barat (WIB), tetapi untuk wilayah Alaska akan ditutup pada 06.00 GMT atau Rabu (4/11) pada pukul 13.00 WIB.
Regulasi pemrosesan surat suara memiliki aturan dan jadwal yang berbeda di setiap negara bagian.
Jadi dimungkinkan ada beberapa negara bagian yang tidak selesai pada malam terakhir penutupan.