Berdasarkan investigasi awal, polisi menyebut belum ada indikasi lain, selain atas dasar motif pribadi.
Menurut mereka, belum ditemukan ada motif lain (di luar urusan personal) yang membuat penyerangan itu terjadi.
"Informasi awal kami, belum ada indikasi lain atas serangan terduga, selain motif pribadi," bunyi tweet itu.
Hampir dua setengah jam kepolisian memburu terduga pelaku yang membawa pedang dan mengenakan kostum era abad pertengahan.
Baca: 5 Zodiak Ini Suka Memendam Masalahnya hingga Alami Stres dan Depresi, Kamu Termasuk?
Baca: BREAKING NEWS - Teror Penusukan Terjadi Lagi, 2 Orang Tewas di Quebec, Kanada
Baca: Berhasil Diangkat Regu Penyelamat dari Puing Gempa Turki, Gadis 16 Tahun: Aku Mainkan Biola Untukmu
Alhasil terduga pelaku, seorang pria ditangkap pada 1 dini hari Minggu (1/11).
Terduga dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut.
"Atas nama polisi Kota Quebec, saya ikut berbelasungkawa kepada keluarga dan kerabat tercinta dari korban meninggal hari ini," kata Juru Bicara Polisi Kota Quebec, Étienne Doyon dalam konferensi pers Minggu pagi.
Polisi menemukan korban di empat lokasi, termasuk di dekat Hotel Château Frontenac, di Jalan du Trésor, dan di Jalan des Remparts.
Baca: Presiden Turki Tayyip Erdogan Siap Bangun Rumah-Rumah Baru Bagi Korban Terdampak Gempa
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 1 November 1952: Amerika Serikat Meledakkan Bom Hidrogen Pertama di Dunia
Lokasi penyerangan merupakan area bersejarah di kota Quebec, dilansir CBC, Minggu (1/11/2020).
Seperti diketahui, penusukan ini memakan 2 korban tewas, dan melukai 5 orang lainnya.