Informasi
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ketoasidosis alkoholik adalah penumpukan salah satu zat asam atau keton dalam darah yang disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan.
Keton merupakan sejenis zat asam yang terbentuk dari sisa pembakaran lemak dalam tubuh sebagai upaya untuk menghasilkan energi.
Tingginya kadar keton dalam tubuh dapat membahayakan kesehatan.
Kondisi ini lebih sering ditemui pada seseorang yang mengalami malnutrisi dan mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak setiap hari.
Baca: Anosmia
Penyebab
Penyebab ketoasidosis alkoholik adalah konsumsi minuman beralkohol berlebihan dalam jangka panjang, yang pada akhirnya akan memicu malnutrisi.
Kondisi tersebut membuat fungsi tubuh tidak bekerja dengan baik, yang mengakibatkan produksi insulin dalam pankreas berkurang, sehingga tubuh tidak dapat mengolah gula menjadi energi.
Akibatnya, tubuh yang sedang membutuhkan energi akan membakar lemak.
Saat lemak dibakar menjadi energi, tubuh akan menghasilkan zat asam keton.
Kadar keton akan semakin menumpuk dalam darah jika pembakaran lemak terus terjadi. Hal tersebut bisa menyebabkan seseorang mengalami ketoasidosis.
Konsumsi alkohol juga dapat meningkatkan produksi hormon glukagon, katekolamin, kortisol, dan hormon pertumbuhan, yang akan memengaruhi hati, sehingga meningkatkan penguraian lemak yang memicu pelepasan asam lemak bebas.
Peningkatan asam lemak bebas akan meningkatkan keton dalam tubuh yang bersifat asam.Pengidap ketoasidosis alkoholik juga akan mengalami dehidrasi akibat muntah-muntah, penurunan asupan cairan, dan penurunan salah satu hormon yang dinamakan antidiuretik.
Dehidrasi ini akan menurunkan kemampuan ginjal untuk mengeluarkan keton melalui urine dan meningkatkan kadar asam dalam tubuh.
Baca: Rubella
Gejala
Gejala yang timbul tergantung pada seberapa banyak alkohol yang dikonsumsi dan seberapa besar peningkatan keton dalam aliran darah.
Beberapa gejala ketoasidosis alkoholik, antara lain:
- Hilang nafsu makan.
- Gerakan menjadi lamban.
- Mual dan muntah.
- Nyeri perut.
- Kelelahan.
- Pusing.
- Sering merasa haus.
- Terlihat resah dan gelisah.
- Terlihat bingung.
- Napas menjadi cepat, dalam, dan tidak teratur (pernapasan Kussmaul).
- Penurunan kesadaran yang dapat mengarah pada koma.
Pengobatan
Penanganan ketoasidosis alkoholik bertujuan untuk mengatasi gangguan keseimbangan asam basa, memberi terapi agar pengidap berhenti mengonsumsi alkohol, serta meredakan gejala putus alkohol.
Pengidap harus dirawat di rumah sakit untuk pemantauan lebih lanjut.
Pengobatan yang akan diberikan dokter, antara lain:
- Pemberian cairan infus berupa larutan garam dan cairan gula (dextrose).
- Pemberian asupan nutrisi dan vitamin berupa vitamin B1, kalium, fosfor, dan dan magnesium, untuk mengatasi malnutrisi.
- Pemberian obat tambahan, untuk mencegah efek dari pemberhentian konsumsi alkohol.
- Perawatan pengidap di ruang intensif, untuk penanganan lebih lanjut.