Informasi awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Marie Antoinette, permaisuri Raja Prancis Louis XVI, dieksekusi dengan guillotine pada 16 Oktober 1793.
Eksekusi Marie Antoinette terjadi sembilan bulan setelah Louis XIV dieksekusi di tengah revolusi Prancis.
Putri Kaisar Romawi Suci Francis ini terkenal dengan gaya hidupnya yang mewah sehingga dijuluki Madame Deficit atau Nyonya Defisit.
Ketika revolusi semakin memperburuk situasi, Marie Antoinette dan suaminya berusaha melarikan diri ke Austria, tetapi gagal.
Monarki Prancis dibubarkan tahun 1792 dan Marie Antoinette didakwa berkhianat dan dijatuhi hukuman mati.[1]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 15 Oktober 1917: Mata-Mata dan Penari Striptis, Mata Hari, Dieksekusi
Menjadi permaisuri Louis XVI
Marie Antoinette lahir pada 2 November 1755 sebagai putri Kaisar Romawi Suci dan Austria, Francis I, dan permaisuri Maria Theresa.
Setelah Perang Tujuh Tahun selesai tahun 1763, Maria Theresa ingin menguatkan aliansi antara Austria dan Prancis melalui perkawinan politik.
Pada tahun 1765 Maria Antoinette dan Louis-Auguste, yang kelak menjadi Raja Prancis Louis XVI, berjanji untuk menikah.
Menurut pengasuhnya, Marie Antoinette adalah perempuan yang lebih cerdas daripada yang dikira.
Dia cantik, memiliki mata biru abu-abu dan rambut pirang keabu-abuan. Marie Antoinette menikah pada 16 Mei 1770.
Setelah menikah, dia harus beradaptasi sebagai wanita dari keluarga Kerajaan Prancis.
Louis-Auguste naik tahta dengan gelar Louis XVI tahun 1774 dan Marie Antoinette resmi menjadi ratu.
Berbeda dengan suaminya, Marie Antoinette dikenal sebagai pribadi yang suka berpesta, berjudi, dan bersosial.
Dia melahirkan seorang putri bernama Marie-Thérèse-Charlotte tahun 1778.[2]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 15 October 1966: Partai Black Panther Didirikan di Amerika Serikat
Madame Deficit
Pada tahun 1780-an ada banyak pamflet yang menuduh Marie Antoinette orang tidak peduli, boros, dan melakukan perzinahan.
Bahkan, beberapa pamflet tersebut memuat kartun cabul dan menyebutnya sebagai "Madame Deficit" atau "Nyonya Defisit".
Saat itu Prancis sedang dilanda masalah finansial, dan panen yang buruk membuat harga biji-bijian naik.
Gaya hidup Marie Antoinette yang mewah kemudian menjadi target kritik dari rakyat
Namun, dia tidak mengindahkan kritik dan justru mulai membangun tempat peristirahatan di Petit Trianon tahun 1786.
Dia terkenal dengan ucapan "biarkan mereka makan kue" sebagai tanggapannya ketika dia mendengar bahwa rakyat tidak memiliki roti saat Revolusi Prancis Dimulai.
Namun, tidak ada bukti Marie Antoinette mengeluarkan ucapan tersebut.[3]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 14 Oktober 1912: Presiden AS Theodore Roosevelt Ditembak Orang Tak Waras
Revolusi Prancis dan eksekusi
Revolusi Prancis dimulai ketika Penjara Bastille diserbu rakyat pada 14 Juli 1789
Pada Agustus-September, dia mendorong suaminya untuk menolak upaya penghapusan feodalisme dan pembatasan hak prerogatif kerajaan.
Hal ini membuatnya menjadi target para penghasut.
Tekanan dari rakyat membuat keluarga kerajaan harus kembali dari Versailles ke Paris dan menjadi sandera gerakan revolusioner.
Keluarga kerajaan kemudian merencanakan pelarian ke Montmedy.
Namun, pasukan revolusi mencegah dan menangkap dia dan suaminya, dan mengirim mereka kembali ke Paris.[4]
Pada September 1791, Louis XVI setuju untuk mengesahkan konstitusi baru yang disusun oleh Majelis Nasional Konstituante agar dirinya tetap memiliki kekuasaan, setidaknya secara simbolis.
Namun, pada musim panas 1792, Prancis berperang dengan Austria dan Prusia, dan pemimipin Jacobin yang radikal bernama Robespierre meminta raja disingkirkan.
Setelah pembantaian mengerikan di Paris bulan September, Konvensi Nasional membubarkan monarki dan menyatakan berdirinya Republik Prancis.
Raja dan ratu kemudian ditahan. Pada Januari 1793 Louis XVI diadili, dinyatakan berkhianat, dan dihukum mati.
Dia dieksekusi pada 21 Januari 1793 dengan guillotine. Marie Antoinette diadili sembilan bulan kemudian. Dia dituduh berkhianat, melakukan pencurian, dan berbuat cabul.
Ratu itu diputuskan dihukum mati dengan guillotine pada 16 Oktober 1793, sama seperti suaminya.[5]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Chuck Yeager Jadi Manusia Pertama yang Terbang Melebihi Kecepatan Suara