Robby Sumampow

Penulis: saradita oktaviani
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Robby Sumampow meninggal dunia di rumah sakit Singapura pada Minggu, (11/10/2020).


Daftar Isi


  • Informasi Pribadi


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Robby Sumampow merupakan pengusaha asal Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Dia dikenal sebagai pengusaha yang dekat dengan Jenderal Benny Moerdani dan Robby Tjahjadi.

Robby Sumampow dan Robby Tjahyadi telah berteman sejak SMA di Solo.

Mereka pernah dipercaya Yayasan Dana Bakti Kesejahteraan Sosial sebagai pengelola judi Porkas pada zaman Orde Baru.

Keduanya juga pernah membuat film berjudul Tiada Jalan Lain (1972) yang diproduksi oleh PT Tunggal Djaya Film.(1)

Semasa hidupnya, Robby dikenal dekat dengan para penguasa Orba yang dipimpin oleh Presiden Kedua Indonesia, Soeharto. 

Itu terbukti dengan andil besar Robby Sumampow yang menjadi penyumbang dana dan mengelola  kegiatan Pekan Olahraga dan Ketangkasan (Porkas). 

"Bahkan saat Pemerintahan Soeharto mengadakan kegiatan Sumbangan Dana Sosial Berhadiah (SDSB) yang sifatnya seperti judi, Robby ikut mendukung.

Dari sinilah dia kemudian dijuluki Raja Judi.

Robby juga memiliki kedekatan dengan pihak Kasunanan Surakarta.

Robby mendapat gelar Kanjeng Pangeran, sebagai bentuk penghormatan atas segala macam sumbangan yang pernah diberikan semasa hidupnya.

Pada 11 Oktober 2020 Robby Sumampow meninggal dunia di Singapura sekitar pukul 23.00 WIB.(2)

Baca: Ferdinand Hutahaean

Baca: 4 Pengusaha Indonesia Masuk Daftar 500 Orang Terkaya di Dunia Versi Forbes, Ada yang Peringkat Ke-80

Robby Sumampow meninggal dunia di rumah sakit Singapura pada Minggu, (11/10/2020). (istimewa)

  • Masuki Bisnis di Timor Timur


Memasuki Timor Timur (saat ini Timor Leste), Robby mendirikan took yang bernama Marina.

Toko tersebut menjual alat-alat pernanian, kebutuhan nelayan, dan sepeda.

Jenis barang yang didagangkan itu adalah yang telah diseleksi oleh Benny Moerdani.

Suatu kali jelang tanggal 17 Agustus, Benny meminta kepada Robby agar menjual bendera merah putih dan foto Soeharto.

Robby pun kemudian membeli satu gudang bendera.

Namun, saat bendera datang, tanggal 17 Agustus sudah lewat.

Akhirnya bendera dan foto itu dibagikan kepada warga secara cuma-cuma.

Tak lama kemudian utusan PBB tiba di Timtim, dan bendera yang dibagikan secara gratis itu berguna untuk menyambut wakil PBB.(3)

Baca: Dato Sri Tahir

Baca: Prananda Surya Paloh

Robby Sumampow (Dok Indo Kordsa)

  • Karier


Robby juga memiliki saham di perusahaan Indo Kordsa.

Per Juni 2020, saham Kordsa Teknik Tekstil AŞ sebesar 61,59%, Robby Sumampow 23,92%, PT Risjadson Suryatama 5,61%, Ievan daniar Sumampow 2,87%, Iefenn Andrianne sumampow 0,98%, dan investor lainnya termasuk publik 5,03%.

Robby pernah menjabat sebagai Komisaris Utama BRAM sejak tahun 2007, sebelumnya dia menjabat sebagai Direktur BRAM sejak tahun 1983.

Dia juga pernah menjabat sebagai Komisaris Utama di PT Indo Kordsa Polyester, Direktur Eksekutif di Thai Indo Kordsa Co, Ltd., Komisaris Utama di PT Danasakti Securities, serta menjabat sebagai pimpinan di beberapa perusahaan.

Dia adalah Pembina di Yayasan Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo, Bendahara di Yayasan Bakti Kemanusiaan, Flores dan pendiri Yayasan Otomotif Indonesia.

Pria keturunan Tionghoa itu dikenal sebagai pengusaha properti dan hiburan, lantaran pernah mengelola Porkas, undian berhadiah yang dikelola secara legal di era pemerintahan Orde Baru saat itu.(4)

(Tribunnewswiki.com/SO)



Nama Robby Sumampow


Riwayat Karir Pengusaha


Salah satu pemiliki emiten kain ban PT Indo Kordsa Tbk (BRAM)


Asal Solo, Jawa Tengah, Indonesia


Berita terkini Meninggal dunia di rumah sakit di Singapura


Sumber :


1. jateng.tribunnews.com
2. solo.tribunnews.com
3. tirto.id
4. www.cnbcindonesia.com/market/20201012103602-17-193582/pengusaha-pemilik-indo-kordsa-robby-sumampow-tutup-usia


Penulis: saradita oktaviani
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
BERITA TERKAIT

Berita Populer