Dalam video yang beredar itu, sang presenter Najwa Shihab mengangkat sebuah kertas.
Di sinilah letak kejanggalannya, seperti diberitakan Grid.id, Sabtu (10/10/2020).
Dalam kertas tersebut ada tulisan permintaan tolong.
Diduga, Najwa Shihab sengaja mengangkat kertas itu sampai terlihat kamera untuk memperlihatkan tulisan tersebut.
Akhirnya, Najwa Shihab buka suara mengenai hal tersebut.
Baca: Dilaporkan Relawan Jokowi karena Wawancara Kursi Kosong, Najwa Shihab Buka Suara: Saya Siap
Dalam episode Mata Najwa yang berjudul Mereka-reka Cipta Kerja, ada keanehan yang ditemui netizen.
Pasalnya, Najwa Shihab disebut meminta tolong pada penonton dan siapapun yang melihatnya.
Hal ini pun sempat ramai di Twitter, di mana banyak orang yang membesarkan tangkap layar episode tersebut dan terlihat tulisan pada kertas yang dipegangnya.
Bahkan sampai ada yang menulis ulang kata-kata tersebut sesuai dengan apa yang dilihatnya.
Yang jelas, di sana jelas terbaca tulisan minta tolong dan emotikon sedih.
Akhirnya media sosial Najwa Shihab pun dibombardir dengan tangkap layar ini.
Najwa Shihab akhirnya angkat bicara.
Melalui IG Story, ia mengungkap bahwa banyak yang menanyakannya tentang kebenaran kertas itu.
Akhirnya ia menjawab kalau ia baik-baik saja.
Tapi ia tidak lupa untuk memberi pesan kepada semua khalayak untuk terus peduli dengan isu-isu penting yang terjadi saat ini.
Baca: Gibran Blak-blakan Bisa Geser Achmad Purnomo di Pilkada Solo, Najwa Shihab: Tak Dapat Keistimewaan?
Ketua Tim Relawan Jokowi Bersatu Silvia Devi Soembarto harus menelan ludah setelah laporannya ditolak oleh Polda Metro Jaya.
Sebelumnya, ia dikabarkan mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Selasa (6/10/2030) untuk melaporkan Najwa Shihab terkait wawancara kursi kosong.
Namun, laporan tersebut ditolak oleh pihak kepolisian.
Sebab apa yang dilaporkan disinyalir masuk dalam ranah jurnalistik yang diatur dalam kode etik pers atau UU Pers.
Karenanya Tim Relawan Jokowi Bersatu diminta berkoordinasi dahulu dengan Dewan Pers, sebelum membuat laporan polisi.
Namun hingga kini, Dewan Pers menyebutkan belum adanya laporan masuk atas nama Najwa Shihab.
Meskipun demikian, Anggota Dewan Pers Ahmad Jauhar menilai tidak ada pelanggaran pasal Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dalam video 'Mata Najwa' edisi 'Menanti Terawan'.
Hal itu ia katakan terkait pelaporan terhadap jurnalis sekaligus presenter 'Mata Najwa' Najwa Shihab oleh relawan Jokowi ke Polda Metro Jaya, Selasa (6/10/2020).
Baca: Dilaporkan Relawan Jokowi karena Wawancara Kursi Kosong, Najwa Shihab Buka Suara: Saya Siap
Baca: Relawan Jokowi Laporkan Najwa Shihab Atas Kasus Cyber Bullying: Wawancara Kursi Kosong Melukai Hati
"Pasal mana dari KEJ yang dilanggar?," kata Ahmad yang dikutip dari Kompas.com, Rabu (7/10/2020).
Ahmad menuturkan, tidak tepat jika nantinya relawan Jokowi melaporan video 'Mata Najwa' edisi 'Menanti Terawan' ke Dewan Pers.
Menurut dia, seharusnya, laporan itu ditangani oleh Komisi Penyiaram Indonesia ( KPI).
"Karena itu produk talkshow lebih tepat dibawa ke Komisi Penyiaran Indonesia.
Kalau produk pemberitaan atau jurnalistik, barulah diadukan ke Dewan Pers," ujar dia.
Artikel ini telah tayang di GridFame.id dengan judul Heboh Disebut Kirim Pesan Minta Tolong Saat Live di TV, Najwa Shihab Buka Suara: Berani Ambil Sikap!