Hematoma Subdural

Penulis: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi. Subdural hematoma atau juga disebut perdarahan subdural adalah kondisi ketika darah menumpuk di antara dua lapisan di otak


Daftar Isi


  • Informasi


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Subdural hematoma atau juga disebut perdarahan subdural adalah kondisi ketika darah menumpuk di antara dua lapisan di otak, yaitu lapisan arachnoid dan lapisan dura atau meningeal.

Faktor-faktor tertentu dapat meningkatkan risiko terserang hematoma subdural:

  • Obat antikoagulan (pengencer darah, termasuk aspirin).
  • Penyalahgunaan alkohol jangka panjang.
  • Kondisi medis yang membuat darah pengidap menggumpal.
  • Jatuh berulang kali.
  • Cedera kepala berulang kali.
  • Usia yang sangat muda atau terlalu tua.

Baca: Asbestosis

  • Penyebab


Dalam kebanyakan kasus, hematoma subdural ini muncul karena cedara kepala yang parah.

Pada kondisi ini, darah akan mengisi area otak dengan cepat. Kondisi inilah yang akhirnya bisa menyebabkan hematoma subdural akut.

Selain cedera kepala yang parah, hematoma subdural juga bisa terjadi akibat cedera kepala yang ringan.

Ilustrasi. Selain cedera kepala yang parah, hematoma subdural juga bisa terjadi akibat cedera kepala yang ringan (hellosehat.com)

Kondisi ini umumnya terjadi pada lansia atau orang tua karea pembuluh darahnya umumnya sudah melonggar akibat atrofi otak.

Ada kemungkinan kondisi ini tak diektahui hingga beberapa hari, bahkan minggu.

Dalam dunia medis kondisi ini disebut dengan hematoma subdural “kronis” 

Baca: Rubella

  • Gejala


Ketika seseorang mengalami hematoma subdural, maka dirinya akan mengalami beberapa gejala medis.

Gejala ini bergantung pada tingkat keparah cedera yang dialami, ukuran, dan lokasi hematoma.

Gejala dapat segera muncul atau beberapa minggu setelah cedera.

Subdural hematoma atau juga disebut perdarahan subdural adalah kondisi ketika darah menumpuk di antara dua lapisan di otak (pixabay.com)

Namun, ada pula beberapa orang yang terlihat baik-baik saja (lucid interval) setelah mengalami cedera.

Namun, lama-kelamaan tekanan pada otak dapat menyebabkan gejala:

  • Kehilangan atau perubahan tingkat kesadaran.
  • Sakit kepala.
  • Bicara melantur.
  • Perubahan kepribadian.
  • Napas yang abnormal.
  • Kesulitan berjalan.
  • Kelemahan pada satu sisi tubuh.

Baca: Hiperhidrosis

  • Pengobatan


Untuk menentukan pengobatan hematoma subdural, dokter pastinya akan memperhatikan kondisi klinis dan radioligis pasien.

Dalam masa mempersiapkan operasi, perhatian hendaknya ditujukan ke pengobatan dengan medikamentosa untuk menurunkan peningkatan tekanan intrakranial.

Contohnya, dalam pemberiaan manitol 0,25 gram pada per kilogram berat badan pasien, atau pula furosemide 10 miligram intravena, dihiperventilasikan.

Andaikan ditemukan adanya gejala-gejala progresif, baik pada kasus akut maupun kronik, tindakan operasi akan dilakukan untuk mengeluarkan hematom.

Namun, sebelum mengambil keputusan operasi, dokter akan memperhatikan berbagai hal.

Misalnya airway, breathing, dan circulation.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)



Informasi


Gangguan Hematoma Subdural


Penyebab Cedara kepala yang parah


Gejala Kehilangan atau perubahan tingkat kesadaran


Sumber :


1. www.halodoc.com/kesehatan/hematoma-subdural


Penulis: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer