Kandidat presiden dari Partai Demokrat berbicara kepada wartawan di Maryland tentang debat kedua, yang dijadwalkan akan diadakan pada 15 Oktober di Miami, Florida.
“Nah, menurut saya jika dia masih mengidap COVID, sebaiknya kita tidak berdebat,” kata Biden, dikutip dari New York Post.
“Saya pikir kami harus mengikuti protokol yang sangat ketat. Terlalu banyak orang yang terinfeksi. Ini masalah yang sangat serius, jadi saya akan dipandu oleh protokol. "
Pernyataan dari mantan wakil presiden itu muncul ketika lebih dari selusin orang yang bekerja di Sayap Barat, termasuk Presiden Trump, telah tertular virus .
Baca: Joe Biden Sebut Donald Trump Sudah Tahu Covid-19 Bahaya, Namun Lebih Memilih Bungkam
Baca: Balas Serangan Joe Biden, Donald Trump Pertanyakan Data Covid-19 India
Senada dengan Biden, Wali Kota Miami Francis Suarez juga mengatakan hal serupa.
Francis Suarez ingin Trump melewatkan debat melawan Joe Biden yang direncanakan minggu depan jika masih dinyatakan positif Virus Corona.
"Saya pikir itu tidak aman, tidak untuk dia dan siapa pun, di mana pun atau siapa pun yang berinteraksi dengannya," kata Walikota dari partai Republik Francis Suarez dalam wawancara dengan Politico .
"Ingat, penyakit ini sangat menular," kata Suarez.
"Berapa banyak orang yang terinfeksi di lingkungan terdekatnya, di Gedung Putih, senator, dan sebagainya?" pungkasnya.
Trump yang dinyatakan positif Covid-19 minggu lalu mengatakan ia tetap berencana hadir di debat presiden 15 Oktober 2020 mendatang di Florida.
Walikota di sekitar Miami-Dade County mengatakan dia tidak khawatir.
“Kami memiliki sejumlah orang di sini yang positif yang kami tahu dan tidak tahu. Kami akan tahu apa tingkat penularannya dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat, ”kata Wali Kota Carlos Gimenez, juga dari partai Republik.
Tetapi para ahli lain di Miami menggemakan kekhawatiran Suarez.
"Dalam keadaan apa pun dia (Trump) tidak boleh bepergian untuk tampil dalam debat untuk saat ini," kata Dr. Aileen Marty, ahli epidemiologi dari Universitas Internasional Florida.
“Ia dapat menularkannya ke orang lain dan menjadi risiko kesehatan bagi orang lain. Hadir dalam debat juga merupakan risiko kesehatan baginya (Trump). "
Diberitakan sebelumnya, Presiden AS Donald Trump dan ibu negara Melania Trump dinyatakan positif mengidap virus corona. Berita ini diumumkan pada Jumat (2/10/2020) pagi.
Diagnosis tersebut diketahui merupakan ancaman kesehatan paling serius terhadap Presiden Amerika yang sedang menjabat dalam beberapa dekade.
Pada usia 74 tahun, Trump termasuk dalam kategori risiko tertinggi untuk komplikasi serius dari penyakit tersebut, yang telah menewaskan lebih dari 200 ribu orang Amerika dan lebih dari 1 juta orang di seluruh dunia.