Dirinya harus menjalani perawatan kemudian akibat rongga mulutnya mengalami dislokasi.
Tertawa merupakan bentuk reaksi alamiah tubuh terhadap sesuatu.
Namun, tertawa memang musti sesuai dengan kondisi dan situasi.
Berlebih dalam tertawa juga sebenarnya tidak baik.
Baca: Meneliti Penyakit Demam Berdarah, Seorang Ilmuwan Rela Tangannya Digigit 5000 Nyamuk Betina
Baca: Sebuah Celana Dalam Bekas Terjual Rp 115 Juta, Terungkap Inilah yang Membuatnya Jadi Rebutan
Itulah yang dirasakan wanita asal China yang tak disebutkan namanya ini.
Rahang mulutnya terus terbuka setelah dirinya tertawa dengan melebarkan mulutnya.
Kelewat membuka mulut saat tertawa, wanita ini pun mengalami dislokasi rahang.
Insiden itu terjadi di saat dirinya berada di sebuah kereta di Stasiun Guangzhou.
Kisah medis perempuan inilah yang menjadi keterangan Dokter Luo Wensheng yang kebetulan berada di gerbong yang sama dengan pasien.
Baca: Menaker Sebut Sisa Anggaran BLT Akan Diberikan kepada Guru Honorer dan Guru Agama
Baca: Sebanyak 2,4 Juta Karyawan Gagal Dapat BLT karena Data Rekening Tak Valid
Luo awalnya naik kereta dari Kunming, dan hendak menuju ke Rumah Sakit Liwan ketika dia mendengar ada pengumuman orang yang mendadak sakit di gerbongnya.
Dia bergegas membantu dan menemukan seorang penumpang wanita dengan mulut yang tak bisa tertutup dan terus-menerus mengeluarkan air liur.
Dilaporkan Oddity Central, Jumat (2/10/2020) Dokter Luo awalnya mengira bahwa penumpang wanita itu menderita stroke hingga dia memutuskan berbicara dengan saksi mata.
Dari situ seperti dilaporkan Guancha News, barulah Luo menyadari bahwa perempuan itu tidak bisa menutup mulutnya karena dia tertawa keras-keras.
"Dia berliur. Jadi awalnya saya mengira dia menderita semacam strok. Namun saat memeriksa tekanan darahnya, dia normal. Jadi saya sedikit bertanya," katanya.
Baca: Sebanyak 2,4 Juta Karyawan Gagal Dapat BLT karena Data Rekening Tak Valid
Baca: Hakim Wanita ini Berpakaian Seksi & Diunggah ke Media Sosial, Dewan Disipliner Lakukan Penyelidikan
Berdasarkan penuturan penumpang yang lain maupun si wanita, Luo berkesimpulan bahwa dia menderita dislokasi di bagian rahang sehingga tak bisa menutup.
Sayangnya, Luo bukanlah pakar di bidang itu.
Sehingga Luo sendiri berada di situasi yang tidak mengenakkan karena dia harus memperbaiki wajah si wanita.
Luo kemudian mengatakan bahwa dia akan mencoba membantu.
Namun ada kemungkinan dia akan gagal. Meski begitu, wanita itu tetap ingin mencoba.
Baca: Sikap Turki ke Prancis: Jika Tidak Suka Kami Mendukung Azerbaijan, Mengapa Anda Berpihak ke Armenia?
Baca: 10 Kantor Kementerian dengan Kasus Covid-19 Tertinggi, Pertama Diduduki Kementerian Perhubungan RI