Dijanjikan Jadi Agen Properti hingga Ditawari Mess, Dua Wanita ini Malah Dijual Sebagai PSK

Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi prostitusi

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Dua wanita berinisial 'AR' dan 'WP' kedapatan sedang menjajakan diri di sebuah hotel di bilangan Serpong.

Keduanya diciduk Tim Pengawasan dan Pengendalian Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Tangerang Selatan (Tangsel).

Saat diperiksa, keduanya mengaku sedang menunggu lelaki yang telah memesan mereka melalui aplikasi online.

Namun bukan karena niat mereka sendiri, AR dan WP mengaku ditipu setelah ditawari bekerja sebagai agen properti.

Hartina Hajar, Kasi Perlindungan Hak Perempuan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB), menjelaskan, keduanya mengaku tertipu datang ke Tangsel setelah ditawari bekerja di bidang properti.

Janji tinggal janji, keduanya justru dipekerjakan sebagai wanita panggilan.

Bekerja sejak pandemi Covid-19

AR dan WP mengaku mulai menjadi pekerja seks komersial (PSK) sejak lima bulan lalu, kala pandemi Covid-19 tengah mengganas.

"Mereka ditawari kerja di agen properti dan disediakan mess di salah satu penginapan di serpong tetapi mereka tidak dipekerjakan di properti melainkan di pekerjakan sebagai wanita panggilan," ujar Hartina saat dikonfirmasi, Kamis (10/9/2020).

Baca: Kepergok Mesum di Kamar Mandi, Wanita Ini Mendadak Kesurupan saat Sang Pria Betulkan Celana

Baca: PSK Tewas Layani 6 Pelanggan Sekaligus dalam Sehari, Sempat Diingatkan Suami Malah Minta Cerai

Selama lima bulan, kedua wanita malang itu menjajakan tubuhnya kepada berbagai macam pria yang memesan.

Setiap hari, mereka bisa kencan dengan dua pria sekaligus.

Selama lima bulan di masa pandemi Covid-19 ini, AR mengaku telah mendapat 20 pelanggan.

"AR mengaku selama lima bulan dia sudah mendapatkan sekitar 20 pelanggan. Sedangkan WP mendapatkan orderan satu sampai dua orang sehari," ujarnya.

Hartina tengah mendalami apakah ada unsur TPPO pad kasus AR dan WP.

"Diduga terindikasi terlibat TPPO, dia hanya sebagai korban," ujarnya.

PSK bawa kabur motor pelanggan karena kesal tak dibayar

Pekerja seks komersial (PSK) diciduk oleh aparat kepolisian setelah membawa kabur sepeda motor milik pelanggannya di Palembang.

Pasalnya, PSK berinisial Her (30) kesal tak dibayar sesuai kesepakatan oleh si pelanggan.

Tarif bookingan Her yang dihargai Rp 800.000 itu tak direspons pria yang mengajaknya berkencan.

Padahal pria tersebut sudah berkali-kali mengajaknya hubungan badan di kos sewa.

Tapi saat uangnya diminta, pelanggannya tak juga memberi bayaran.

Begitu ronde terakhir, pria tersebut diservice ibu beranak dua sampai tertidur pulas.

Ilustrasi pekerja seks komersial (PSK). Seorang PSK asal Solo meninggal dunia setelah melayani seorang pelanggannya di Yogyakarta. (Tribunnews.com)

Her lantas mengambil kunci kontak motor Yamaha NMax BG 5047 ACO milik pria itu lalu dibawa kabur dan dijual lewat perantara.

Namun perbuatan yang dilandasi kejengkelan karena tak dibayar pria yang mengajaknya, Her berurusan dengan polisi.

Wanita cantik asal Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang ini ditangkap di rumahnya, setelah dilaporkan teman kencannya ke Polsek Sukarami Palembang

Dalam pemeriksaan terungkap, tersangka Her membawa kabur motor teman kencannya karena kesal tak dibayar usai melakukan hubungan badan berkali-kali.

Her melarikan motor itu ketika korban sedang tidur.

"Saat itu, dia tidak bisa membayar meski sudah saya layani untuk berhubungan badan berkali-kali. Saya minta bayaran Rp 800.000," kata perempuan berusia 30 tahun ini.

Baca: Pernah Terjerat Kasus Prostitusi, Hana Hanifah Pilih Banting Stir Jualan Bandeng

Baca: Petugas Satpol PP Ungkap Praktik Prostitusi di Tangerang, PSK Mengaku Bisa Layani 8 Tamu per Hari

Dia mengaku kenal dengan korban dari salah satu tempat hiburan di kawasan Soekarno Hatta.

Dari situ mereka berkenalan hingga memutuskan untuk berkencan.

Setelah sepakat, pasangan itu mendatangi sebuah kos di kawasan Pulo Gadung, Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Alang-alang Lebar.

Setelah melampiaskan hasratnya, korban tak segera membayar.

Padahal korban sudah melayani hubungan badan. Begitu korban tertidur, Her muncul niat jahat.

Kunci kontak motor korban yang ditaruh di meja diambil.

Motor langsung digondol pergi.

Tidak itu saja, tersangka juga mengunci pintu dari luar agar korban tidak bisa ke luar.

Setelah berhasil mengambil motor korban, tersangka memutuskan menjual motor tersebut.

Tersangka minta orang lain untuk menjual motor korban.

"Motor itu dijual Rp 5 juta, tapi aku cuma dapat Rp 500.000. Aku masih terima, ketimbang tidak dapat sama sekali," ujar dia.

(TribunnewsWiki.com/Restu, TribunJakarta.com/Jaisy Rahmah Tohir)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Dijanjikan Bekerja di Bidang Properti, 2 Wanita Ngaku Ditipu Malah Dijadikan Wanita Malam



Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer