Minggu ini, Belajar dari Rumah di TVRI yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah memasuki minggu ke-25.
Sesuai jadwal, tayangan program Belajar dari rumah di TVRI untuk kelas 4-6 SD akan tayang pukul 09.00-09.30 WIB.
Nantinya, setelah selesai pemaparan materi dalam setiap segmennya, akan muncul pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa-siswa kelas 4-6 SD.
Berikut Tribunnewswiki.com sajikan soal dan jawaban dari materi pelajaran Belajar dari Rumah di TVRI untuk kelas 4-6 SD, Selasa (29/9/2020) tentang Hewan dan Tumbuhan Langka.
Baca: Kunci Jawaban Belajar dari Rumah di TVRI 29 September 2020 Kelas 1-3 SD: Membandingkan & Mengurutkan
Apa saja upaya yang dapat kita lakukan untuk melestarikan hewan dan tumbuhan yang hampir punah!
Bagaimana cara mengoptimalkan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya hayati? Jelaskan pendapatmu!
Apa yang menyebabkan 10 tumbuhan tersebut menjadi langka dan hampir punah?
Baca: Jadwal & Link Live Streaming Belajar dari Rumah TVRI, Selasa (29/9/2020), Inspirasi Pengasuhan Anak
1. Untuk menjaga hewan dan tumbuhan agar tidak punah, kita harus bijak dalam memanfaatkannya.
Hewan dan tumbuhan yang sudah dilindungi tak boleh sembarangan kita buru.
Hal itu demi menjaga kelestariannya agar tetap bisa dinikmati oleh generasi berikutnya.
2. Pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya hayati bisa dioptimalkan jika saling terintegrasi.
Misal, peternakan domba bisa diintegrasikan dengan usaha tekstil.
Selain bisa dimanfaatkan dagingnya, bulu domba bisa digunakan untuk menghasilkan kain wol.
Baca: 4 Kelompok Ini Bakal Dapat Kuota Internet Gratis dari Pemerintah, Harus Penuhi Syarat Ini
3. 10 Tumbuhan tersebut terancam punah karena tak bisa sembarangan dikembangbiakkan.
Semua tumbuhan itu memiliki habitat yang spesifik.
Sayangnya, habitat alaminya sudah mulai rusak atau beralih fungsi menjadi lahan pertanian.
Hal itu menyebabkan tumbuhan tersebut menjadi kian langka.
Sebelum tayangan:
- Kurang lebih 10 menit sebelum program ditayangkan, orangtua mengajak anak duduk bersama dengan sikap rileks dan menjelaskan sekilas tentang lamanya tayangan dan aktivitas yang akan dilakukan dengan anak saat dan/atau sesudah menyaksikan tayangan tersebut.
- Anak juga menyiapkan alat tulis.
Baca: Dua Jenis Bantuan Kuota Internet dari Kemendikbud, Kuota Umum dan Kuota Belajar, Apa Bedanya?
Setelah tayangan
Berikut hal yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu meningkatkan kompetensi literasi anak dari melihat tayangan:
1. Dampingi anak ketika sedang menyimak tayangan, kemudian minta anak untuk mengkomunikasikan ide, gagasan, maupun perasaan sendiri, baik lisan maupun tertulis, dari tayangan tersebut. Selanjutnya, orang tua perlu mendengarkan, membaca apa yang disampaikan anak, dan memberi umpan balik berupa tanya jawab, diskusi dan pujian.
2. Lakukan diskusi dengan anak terkait hasil tulisannya.
Perhatikan tema, topik, gagasan, atau ide yang dirasa belum pas dan beri waktu kepada anak untuk mengemukaan pendapatnya dan memperbaiki tulisannya.
Jika orang tua mengalami kesulitan, bisa diskusi bersama keluarga dan guru.
3. Mintalah anak untuk membacakan hasil tulisannya.
Perhatikan cara duduk, jarak dari buku ke mata, posisi sikap yang baik, dan intonasi pembacaan. Selanjutnya, bersama-sama orang tua dan anak menyimpulkan bacaan.
Baca: Untuk Mahasiswa, Ini Cara dan Syarat untuk Mendapatkan Kuota Gratis 50 GB dari Kemendikbud
08.00 – 08.30 : Tunjukkan Perasaanmu (PAUD)
08.30 – 09.00 : Membandingkan dan Mengurutkan Benda dan Bilangan (SD Kelas 1-3)
09.00 – 09.30 : Hewan dan Tumbuhan Langka (SD Kelas 4-6)
09.30 – 10.00 : Persamaan dan Pertidaksamaan Linear (SMP)
10.00 – 10.05 : Bahasa Inggris : Musim Panas Mendatang
10.05 – 10.30 : Statistika: Menentukan Nilai Rata-rata (SMA/SMK)
10.30 – 11.00 : Inspirasi Pengasuhan Anak (Keluarga Indonesia)