Ratusan Perempuan Meksiko Bentrok dengan Polisi di Unjuk Rasa Hari Aborsi Aman Internasional

Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

FOTO: Massa bentrok dengan polisi anti huru hara pada saat demonstrasi dalam rangka Hari Aborsi Aman Internasional, di Mexico City pada 28 September 2020.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Di tengah pandemi Covid-19, ratusan perempuan turun ke jalan menuntut diberlakukannya keadilan atas regulasi aborsi.

Adapun unjuk rasa ini dilakukan di sebagian besar wilayah Meksiko untuk memperingati Hari Aborsi Aman Sedunia, Senin (28/9/2020).

Menyusul jalannya demonstrasi, terjadi sejumlah bentrokan dengan aparat kepolisian.

Massa berkumpul di dekat pusat ibukota dan berjalan beriringan menuju central plaza, sebuah pusat perbelanjaan yang ramai.

Namun barisan pengunjuk rasa dihentikan oleh para polisi wanita yang menggunakan alat pelindung, seperti diwartakan AFP, (29/9).

Baca: Siswa-siswi Kembali Belajar di Sekolah, Republik Kolombia Berlakukan Karantina Selektif

Baca: Kepergok Sekamar di Hotel, Kepada Polisi Pria Ini Berdalih: Ini Tante Saya Pak, Saya Keponakannya

Mengantisipasi kemarahan peserta unjuk rasa yang mencorat-coret jalanan, aparat menyemprotkan gas air mata ke barisan massa.

Diketahui massa yang marah mencoret pesan "Hari Aborsi Aman Internasional" di sepanjang rute aksi.

Sejumlah aparat dilaporkan mengalami luka ringan menyusul bentrokan dengan massa, lapor pejabat Kota Meksiko, Arturo Media kepada televisi lokal.

Adapun tuntutan yang diajukan pengunjuk rasa adalah keadilan kebijakan izin aborsi di seluruh Meksiko.

Baca: Update Konflik Armenia - Azerbaijan di Nagorno-Karabakh, 55 Orang Tewas

Baca: Siswa-siswi Kembali Belajar di Sekolah, Republik Kolombia Berlakukan Karantina Selektif

Meksiko dan Kekerasan Terhadap Perempuan

Sebagai informasi, Meksiko memperbolehkan aborsi hanya di ibukota saja dan negara bagian Oaxaca.

Diskriminasi inilah yang kemudian menjadi konsentrasi massa.

Di negara berpenduduk 128 juta, masih banyak kasus kekerasan terhadap perempuan.

Statistik mencatat setidaknya 10 perempuan dibunuh setiap harinya di Meksiko.

Baca: 24 Jam Terkurung di Kamar Mandi Hotel, Ini Cerita Seorang Gadis Saat Karantina Covid-19

FOTO: Massa bentrok dengan polisi anti huru hara pada saat demonstrasi dalam rangka Hari Aborsi Aman Internasional, di Mexico City pada 28 September 2020. (VICTORIA RAZO / AFP)

Baca: 16 Pekerja Tewas di Tambang Batu Bara di Songzao China

Angka juga mencatat banyak kejahatan kriminal lainnya yang tidak sampai ke meja hijau.

Banyak aktivis perempuan di negara tetangga AS ini yang menuntut adanya perbaikan kebijakan.

Kelompok feminis mengambil sikap yang cukup keras menghadapi naiknya angka kekerasan terhadap perempuan.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)



Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Archieva Prisyta

Berita Populer