Tema tayangan kali ini adalah dongeng kita: Legenda Ular N’daung dan Kisah Si Penyumpit.
Lewat tayangan ini siswa diharapkan bisa:
- menyimak dan merespon teks berbagai mata pelajaran
- mengekspresikan pandangan dan opini
- menggunakan bahasa untuk berinteraksi dengan orang lain.
Berikut ini TribunnewsWiki.com sajikan kumpulan soal dan jawabannya.
Baca: Info Beasiswa S1 dan S2 di Jepang dari Beasiswa Nitori Internasional, Dapat Dana hingga Rp 11 Juta
Berikan contoh tiga perilaku baik yang patut kita contoh dari tokoh puteri bungsu dalam cerita tersebut!
Ceritakan kembali Kisah Si Penyumpit dengan bahasamu sendiri!
KUNCI JAWABAN
Baca: Info Beasiswa S2 S3 Korea Selatan di Daegu Gyeongbuk Institute of Science and Technology
Perilaku baik yang patut dicontoh:
- Rajin bekerja
- Berbakti kepada orangtua
- Pemberani
Pemuda bernama Si Penyumpit tinggal sendiri dan sebatang kara.
Meski demikian, dia sangat ceria, ramah, dan suka menolong.
Selain pandai menyumpit, ia juga pandai mengobati orang.
Kampung tempat Si Penyumpit dipimpin kepala desa bernama Pak Raje.
Ia adalah seorang kepala desa yang sombong dan angkuh.
Ia dikenal kerap menyalahgunakan jabatan.
Suatu hari, ladangnya dirusak oleh babi hutan.
Baca: Universitas Yos Soedarso Surabaya
Kemudian ia menemui Si Penyumpit.
Ia meminta dirinya untuk membayar hutang ayahnya.
Karena tak punya uang, Si Penyumpit hanya diminta untuk menjaga kebun singkong.
Pada malam hari ia berhasil mengusir babi hutan.
Ketika ingin mencari anak sumpit, ia mengikuti ceceran darah menuju goa.
Di sana dua ekor babi hutan tergeletak dengan anak sumpit di kakinya.
Rupanya babi itu bisa berbicara.
Setelah mengobati, Si Penyumpit diberi sebuah bungkusan oleh babi itu.
Ketika sampai di rumah, isi bungkusan itu adalah logam mulia.
Kemudian ia membeli rumah baru.
Pak Raje kemudian ingin melakukan hal yang sama.
Sayang, ia malah diserang oleh babi hutan.
Pak Raje mengaku salah dan menyesali perbuatannya.
Kemudian Pak Raji menikahkan Si Penyumpit dengan Putri Bungsunya.
Baca: Info Beasiswa S2 S3 di Amerika, Gratis Biaya Kuliah di American Association of University Women
- Pandulah anak memahami instruksi lisan dari tayangan program dengan cara meminta anak mengulanginya. orang tua juga perlu mengajukan pertanyaanpertanyaan kepada anak tentang kata-kata yang belum dipahami, lalu membantu menjelaskannya. Setelah anak mengerti, mintalah anak untuk membuat kalimat dari kata-kata tersebut.
- Khusus untuk instruksi/pertanyaan tertulis (dalam bentuk teks), mintalah anak membaca kembali instruksi tersebut.
- Pandulah anak untuk menyampaikan pendapatnya dengan melakukan diskusi.
- Perhatikan bagaimana susunan kalimat yang dibuat anak.
- Bantu anak agar bisa menyampaikan gagasan dengan kalimat yang benar dan runut.
- Orang tua diharapkan bisa mengarahkan anak agar bisa mengemukakan pendapatnya lewat diskusi. Mintalah anak menyampaikan gagasannya secara lisan. Jika memungkinkan, direkam.
- Untuk tugas tertulis, bantulah anak menuliskan baris demi baris tugasnya.
Dilansir dari Kompas.com, berikut beebrapa tips untuk orangtua ketika mendampingi buah hati dalam mengikuti program Belajar di Rumah TVRI.
Tayangan Belajar dari Rumah lewat TVRI diawali untuk jenjang PAUD pada pukul 08.00 WIB.
Pastikan anak sudah mandi dan siap agar tetap fokus dalam menonton tayangan.
Kalau perlu, anak dipersiapkan agar menggunakan seragam sekolah ketika mengikuti acara belajar dari rumah di TVRI supaya meningkatkan self-awareness bahwa momen tersebut sang anak sedang benar-benar "bersekolah".
Orangtua memiliki fungsi untuk melakukan pendampingan anak dalam segala hal.
Salah satu yang terpenting adalah ketika belajar.
Dampingi anak saat menonton tayangan program Belajar dari Rumah lewat TVRI.
Orangtua bisa membantu menjelaskan tentang acara yang sedang ditayangkan.
Bila mendapatkan tugas untuk mengerjakan PR berdasarkan tayangan Belajar dari Rumah TVRI, pastikan anak sudah mengerti apa yang sudah ditugaskan.
Orangtua juga bisa mendampingi anak dalam pengerjaan tugas.
Buatlah kondisi menonton televisi seperti menyediakan camilan agar anak dapat menonton dengan santai.
Camilan yang bisa disiapkan seperti roti, kue kering, atau lainnya.
Jangan lupa siapkan air putih terlebih dahulu agar anak tak perlu meninggalkan tayangan.
Atur juga jarak aman sekitar 2,5-3 meter untuk menonton televisi.
Program Belajar dari Rumah lewat TVRI adalah bentuk tayangan edukasi.
Bila sekolah memberikan tugas, pastikan anak sudah memiliki alat tulis yang dibutuhkan seperti pulpen, buku catatan, dan lainnya.
Bila di rumah masih menggunakan antena televisi, pastikan antena sudah berfungsi dengan baik.
Orangtua bisa membantu untuk mengecek kondisi antena agar siaran di televisi bisa lancar.
Cobalah untuk memberlakukan proses belajar dari rumah lewat TVRI dengan disiplin.
Terapkan "aturan main" saat belajar dari rumah lewat TVRI.
Salah satu cara yang bisa dilakukan seperti kapan harus mulai stand by di depan televisi dan kapan harus mencatat dengan teliti.
Jangan segan untuk membantu anak dalam mencatat poin-poin penting dalam setiap tayangan Belajar dari Rumah lewat TVRI.
Catatan yang dibuat orangtua bisa membantu anak jika terlewat saat menonton.
Jangan lupa agar orangtua untuk berkomunikasi dengan guru.
Orangtua bisa bertanya seputar tugas yang diberikan oleh sekolah terkait Belajar dari Rumah lewat TVRI.
Sampaikan kepada guru bila tak mengerti tugas yang diberikan oleh sekolah pada anak.
Usahakan agar para orang tua tidak stress saat mendampingi anak.
Sebelum mendampingi anak belajar, pastikan bahwa kondisi orang tua dalam situasi yang baik atau tidak stres.
Jika orang tua sedang tidak dalam mood yang baik, proses pendampingan belajar mengajar akan menjadi tidak menyenangkan.