Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Bisinosis merupakan penyakit paru-paru langka yang disebabkan akibat menghirup partikel atau serat yang berasal dari rami (hemp), flax, dan kapas.
Oleh karena itu bisinosis seringkali disebut sebagai “brown lung disease”.
Di Amerika Serikat, bisinosis kerap menyerang orang-orang yang bekerja dengan kapas yang belum diproses atau akan diolah.
Para pekerja yang membuka bola-bola kapas pada saat tahap pertama, memiliki risiko paling tinggi terhadap bisinosis.
Terdapat juga jenis bisinosis yang disebut grain worker’s lung yang muncul pada orang-orang yang bekerja dengan gandum. (1)
Tanda-tanda dan gejala penyakit ini umumnya muncul pada awal minggu dan membaik pada akhir minggu.
Jika terpapar oleh partikel debu dalam jangka waktu yang panjang, Anda dapat mengalami beberapa gejala selama seminggu penuh.
Tanda-tanda dan gejala dari bisinosis adalah asma dan meliputi sesak pada dada, napas tersengal dan batuk.
Selain itu, tanda lain yang meyerang seorang penderita bisinosis juga terlihat seperti penderita flu akut, seperti:
- Demam
- Nyeri otot dan sendi
- Menggigil
- ssinosis, sakit
- Batuk kering
Tanda-tanda dan gejala bisinosis biasanya menghilang saat Anda tidak lagi terpapar debu atau faktor pemicunya.
Namun, fungsi paru-paru bisa saja terdampak secara permanen jika paparan terus berlangsung.
Maka itu, jika Anda menduga Anda mengalami kondisi ini, segera beri tahu dokter. (2)
Baca: Abses Paru
Baca: Atelektasis
Penyebab
Bisinosis umumnya terjadi di negara industri tekstil yang menggunakan kapas, seperti India, Paksitan, Nepal, Sri Langka, Bangladesh, dan Indonesia.
Selain terjadi akibat inhalasi partikel atau serat kapas, menghirup partikel dan serat dari rami, flax, materi kecil lainnya, paparan terhadap endotoxin dari bakteri Gram negatif juga berkontribusi terhadap terjadinya bisinosis.
Endotoksin dari bakteri Gram negatif mudah ditemukan pada partikel kapas yang terhirup.
Selain dari hal-hal tersebut, merokok, memiliki riwayat asma, maupun riwayat alergi, meningkatkan risiko terjadinya bisinosis. (3)
Pengobatan dan Pencegahan
Penanganan utama dari bisinosis adalah dengan menghindari paparan partikel atau serat penyebab bisinosis.
Untuk mengurangi gejala dengan tingkat ringan-sedang, dokter akan meresepkan obat-obatan bronkodilator inhalasi untuk melebarkan saluran pernapasan.
Pada kasus bisinosis berat, obat-obatan bronkodilator dapat dikombinasikan dengan obat-obatan kortikosteroid inhalasi.
Perlu diingat, obat-obatan yang mengandung kortikosteroid dapat menyebabkan infeksi jamur pada mulut dan tenggorokkan.
Anda dapat mencegah timbulnya infeksi jamur dengan berkumur setelah menggunakan obat-obatan kortikosteroid inhalasi.
Apabila Anda mengalami penurunan kadar oksigen di dalam darah, dokter dapat memberikan tambahan terapi oksigen.
Pada kasus bisinosis kronik, penggunaan nebulizer atau alat lainnya dapat direkomendasikan.
Pasien bisinosis disarankan untuk berhenti merokok, melakukan latihan pernapasan, serta meningkatkan aktivitas fisik untuk dapat meningkatkan kesehatan dan fungsi paru-paru.
Sebetulnya, Bisinosis merupakan penyakit yang dapat dicegah.
Jika Anda merupakan para pekerja yang rentan terhadap paparan partikel bisinosis, gunakanlah masker atau alat pelindung lainnya pada saat bekerja.
Terkait dengan keselamatan kerja, Anda harus memastikan bahwa lingkungan kerja memiliki ventilasi yang baik, dilengkapi kipas exhaust.
Pastikan juga produk kapas telah menjalani proses terapi antibakteri untuk menghindari paparan endotoksin.
Selain itu, selalu menjalani medical check-up tahunan, terutama untuk memantau status bisinosis, dan menghentikan kebiasaan merokok, penting untuk dilakukan. (4)
Baca: Anosmia
Baca: Xanthelasma