Ganjar Pranowo Komentari Anggota DPRD Tegal yang Nekat Adakan Pentas Dangdutan: Tolong Dong

Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat ditemui di Kantornya, Selasa (14/7/2020).(KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA)

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah menyoroti sebuah unggahan poster di Twitter.

Diketahui, belum lama ini beredar poster pentas dangdutan dalam acara pernikahan dan sunatan di Kota Tegal viral di dunia maya.

Ternyata, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tegal yang diketahui menggelar pesta dangdutan tersebut.

Ganjar yang mengetahui hal tersebut langsung buka suara.

Ketika ditemui di Puri Gedeh, Rabu (23/9/2020), Gubernur Jawa Tengah ( Jateng) ini meminta adanya sikap bijaksana di tengah masa pandemi Covid-19 untuk para pejabat publik tersebut.

Baca: Marak Balap Lari Liar Anak Muda di Semarang, Ganjar Pranowo: Tak Buatke Lomba, Wes Mlayuo

Baca: Ijazah Siswa Ditahan karena Administrasi Belum Lunas, Ganjar: Yang Membereskan Gubernur

Terkait masalah gelaran pentas dangdutan tersebut, Ganjar Pranowo juga sudah mengomunikasikan hal tersebut dengan Wakil Wali Kota Tegal.

"Untuk yang seperti itu jangan diizinkan. Kalau toh harus diizinkan harus terbatas. Sudahlah semua yang terkait dengan perkawinan ijab qobul saja. Nanti pestanya menunggu setelah Covid-19. Maka saya minta Bupati/Wali Kota menahan diri dulu," unkap Ganjar.

Acara hajatan tersebut, sambung Ganjar, diketahuinya lewat netizen yang menautkan akun Twitternya di postingan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyambut kedatangan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa di rumah dinas Puri Gedeh Kota Semarang, Rabu (12/8/2020). (Humas Pemprov Jateng) (TribunJateng/Istimewa)

"Iya banyak masyarakat yang bilang ke saya, minta dibubarkan. Tapi saya belum tahu juga ini kelanjutannya seperti apa," kata Ganjar.

Sebagai informasi, kasus infeksi virus corona di Kota Tegal cukup landai.

Akan tetapi, kegiatan yang punya potensi mendatangkan kerumunan orang ada baiknya tidak diadakan.

"Memang infonya penambahan kasus tidak terlalu tinggi tapi bukan berarti kota abai. Tentu Pak Wakil merasa tidak enak karena yang buat acara pimpinan dewan kalau tidak salah," ungkap Ganjar.

Gubernur Jateng ini juga meminta supaya para pejabat ini bijak dan memberikan contoh yang baik bagi khalayak ramai.

"Tolong dong kurangi kerumunan dulu. Buat para politisi, pejabat negara, pejabat daerah ayo dong memberi contoh yang baik untuk masyarakat," tutup Ganjar Pranowo.

Baca: Ganjar Pranowo Curhati KSAD Jenderal Andika Perkasa, Singgung Seragam TNI Bawa Pengaruh Psikologis

Baca: Ganjar Pranowo Minta Polisi Usut Ormas Serang Acara Nikah di Surakarta, Ditindak Saja Pelakunya!

TERPISAH, Warganet Masalahkan Video Dangdutan di RSD Covid-19 Wisma Atlet, Kakesdam: Acaranya Hanya Sebentar

Video acara dangdutan di RSD Covid-19 Wisma Atlet menjadi viral, warganet pun pertanyakan kebijakan protokol kesehatan.

Video yang memperlihatkan acara dangdutan untuk para pekerja rumah sakit tersebut kemudain viral di berbagai media sosial.

Kepala Kesehatan Kodam Jaya Kolonel CKM Donny Guntur kemudian mengklarifikasi acara dangdutan itu setelah viral dan diserang oleh beberapa warganet.

Donny mengatakan jika acara tersebut memang dilaksanakan di RSD Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran pada Sabtu (27/6/2020).

Diketahui, acara tersebut digelar untuk perpisahan pejabat dan para petugas kesehatan di sana.

"Acara itu juga hanya dilaksanakan sebentar. Intinya adalah pamitan beberapa pejabat dan petugas, lalu ada sedikit hiburan musik yang kemudian langsung diakhiri," ujar Donny saat dihubungi, Senin (29/6/2020).

Sejumlah petugas tengah menikmati lantunan musik dangdut di RSD Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (27/6/2020) (Kompas.com,Twitter/@duniamanji)

Walaupun banyak warganet yang mencibir acara tersebut namun Donny menuturkan dalam penyelenggaraannya, acara tersebut tetap diatur dengan protokol kesehatan.

Misalnya, pembatasan peserta, penggunaan masker, penyediaan tempat cuci tangan, pemeriksaan suhu tubuh, hingga ketentuan untuk menjaga jarak.

Donny menyatakan, ketentuan pembatasan atau physical distancing selama acara berlangsung telah dilaksanakan.

Selain itu, yang bisa hadir dalam acara tersebut hanya petugas kesehatan dan kehadirannya pun diatur secara bergantian.

"Selain petugas kesehatan, tidak ada orang lain yang diizinkan masuk," kata dia.

Acara dangdutan tersebut dilaksanakan untuk perpisahan atas beberapa pejabat dan petugas medis di RSD Covid-19 Wisma Atlet.

Baca: Setelah NU dan Muhammadiyah, Kini ILUNI UI Meminta Pilkada 2020 Ditunda dengan Pertimbangan Covid-19

Baca: Inilah Orang yang Bakal Beresiko Terkena Covid-19 Jika Pilkada 2020 Nekat Digelar Tahun Ini

Dangdutan tersebut digelar sebagai bentuk apresiasi mereka yang telah melaksanakan tugasnya selama berbulan-bulan sejak awal operasional rumah sakit dadakan tersebut.

Ia menyatakan bahwa agenda tersebut juga hanya bersifat internal.

"Beberapa pejabat dan petugas medis telah mendapat perintah untuk melaksanakan tugas di tempat yang baru, sehingga beliau pamit dengan rekan-rekannya yang masih bertugas di RSD Covid-19 Wisma Atlet," ujar Donny.

Sebelumnya, viral video sejumlah petugas yang tengah menikmati acara dangdutan di RSD Covid-19 Wisma Atlet.

Video tersebut bahkan diunggah musisi Anji melalui akun Twitter-nya, @duniamanji.

Anji pun menyampaikan kritik atas acara tersebut.

"Dangdutan di Wisma Atlet. Saya tahu izin kerumunan sudah dikeluarkan. Tapi TETAP BERJARAK. Ini Nakes mau saling menularkan virus atau bagaimana?,"

Sejumlah petugas tengah menikmati lantunan musik dangdut di RSD Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (27/6/2020) (Kompas.com,Twitter/@duniamanji)

"Oke saja sih seperti itu. Tapi izinkan Musisi manggung lagi seperti ini. Kasian ribuan/jutaan musisi yang kehilangan pekerjaan," tulis Anji.

Setelah unggahannya tersebut, banyak dari warganet yang juga mempertanyakan hal yang sama terkait dengan kebijakan adanya kerumunan massa.

"New normal dari mana, ini namanya Indonesia sedang enggak Normal, pandemi malah dangdutan rame-rame," tulis @Gi_9513

"Kebijakan untuk kalian, bukan untuk kita-kita, sautnya," kata akun bernama @Dhims.

Namun, tak sedikit juga warganet yang mendukung adanya acara musik untuk tenaga kerja tersebut.

Salah satunya yakni akun bernama @Timo54924251 yang berkata jika acara tersebut bisa saja menjadi hiburan untuk petugas yang butuh hiburan di tengah pekerjaan mereka yang berisiko.

"Bang Anji, mereka tenaga nakes yang mungkin tiap hari di tes kesehatannya dan gak mungkin kepikiran saling menularkan, mereka juga punya keluarga. Mereka juga butuh hiburan. Bang Anji, coba deh jadi relawan di RS Covid, biar tau rasanya, jenuh nya dan lain-lain," ungkapnya.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Restu/Kaka, Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Anggota DPRD Tegal Gelar Pentas Dangdutan Timbulkan Kerumunan, Ganjar: Tahan Diri



Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Melia Istighfaroh

Berita Populer