Kontroversi Acara TV Ultra Strips Down, Tampilkan Orang Dewasa Tanpa Busana di Depan Anak-anak

Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

acara TV kontroverial Ultra Strip Down yang pertontonkan orang dewasa bugil di depan anak sekolah

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Acara TV Ultra Strips Down yang dipandu oleh Jannick Schow tuai berbagai kontroversi.

Pasalnya acara ini mempertontonkan orang dewasa tanpa busana di depan anak sekolah.

Acara TV yang mempertontonkan orang dewasa tanpa busana ini syuting di studio Kopenhagen.

Satu di antara adegan di acara TV kontroversial ini adalah adegan lima orang dewasa yang tak mengenakan busana.

Untuk para pesertanya terdiri dari anak-anak berusia 11-13 tahun.

Anak-anak ini akan bertanya tentang apapun terkait tubuh dan mempromosikan body positivity.

Baca: Gadis Berjilbab Dicekoki Miras Lalu Diperkosa, Ditinggal di Hutan Pinus Dalam Keadaan Setengah Bugil

Baca: 40 Adegan Film Paling Sering Di-Pause: Nicole Kidman Jalan Telanjang hingga Gaya Duduk Sharon Stone

Pertanyaan yang diajukan pun beragam.

Dari "pada umur berapa tumbuh rambut di tubuh bagian bawah?" hingga "Apakah Anda puas dengan tubuh Anda?".

Penjelasan sang pembawa acara

Acara tersebut populer dan menuai kontroversi di luar Eropa.

Saat itulah Schow  mulai memberikan penjelasannya.

Schow mengatakan, dia paham jika ada pemikiran tentang ada anak yang harus melihat orang dewasa telanjang.

Pemandu acara Ultra Strips Down, Jannick Schow, ketika berbincang bersama sejumlah peserta anak-anak. Acara TV di Denmark itu menjadi sorotan karena menunjukkan orang bugil di depan anak kecil. (YouTube via Metro)

Hal tersebut ia ungkapkan kepada New York Times.

Schow menjelaskan, hal tersebut tak ada unsur seks di dalamnya.

"Tetapi ini tidak ada kaitannya dengan seks. Ini hanyalah cara melihat tubuh secara alamiah, melalui pandangan anak," ungkap pria 29 tahun itu.

Menjelaskan hal tersebut, ada sekitar 90 persen tubuh, ungkap Schow, yang terpampang di media sosial sangatlah sempurna.

Akan tetapi, itu bukanlah hal yang sebenarnya.

"Kita jelas mempunyai lemak berlebih, jerawat, atau rambut. Jadi di usia sedini mungkin, kami akan mengenalkannya ke anak supaya mereka menerima," ujar Schow.

Baca: Ketahuan Mesum, Perempuan di Sumbar Diarak Setengah Bugil, Jadi Tontonan Warga dan Anak-anak

Baca: PBB Ungkap Kekejaman Korut: Pembelot Gagal Kabur Bakal Disuruh Telanjang, Diperkosa dan Diaborsi

Melansir Metro, dalam Festival Film Denmark pada 2019 tertnyata acara Ultra Strips Down menyabet program terbaik anak.

Produser acara Ultra Strips Down mengatakan, pihaknya memperioritaskan anak-anak.

Juga selalu bertanya apakah keberlanjutan acara tersebut dilanjutkan atau tidak.

Bagi mereka yang tidak nyaman, diizinkan untuk duduk di tempat lainnya.

Namun, menurut Schow hal tersebut belum pernah terjadi selama ini.

Kemudian ada Peter Skaarup, seorang politisi sayap kanan dari Partai Rakyat Denmark, mengungkapkan, terlalu dini untuk anak mempelajari kelamin manusia yang berlawanan jenisnya.

Pada tabloid BT, Peter Skaarup mengatakan, anak-anak ini harus mempelajarinya di waktu yang tepat.

"Mereka harus mempelajarinya di waktu yang tepat. Jadi tak ditampilkan secara vulgar melalui kanal anak," kata Peyer.

Pengakuan model yang telanjang

Ule, seorang model dalam acara tersebut dalam episode rambut dan kulit mengatakan tentang keinginannya ikut berpartisipasi dalam acara kontroversial tersebut.

Diketahui, wanita berumur 76 tahun itu mengungkapkan, banyak orang di Instagram atau laman Facebook merupakan model papan atas.

"Sementara kami yang tampil di sini mempunyai tubuh rata-rata. Jadi saya berharap melihat dan menerima apa pun tubuh kalian," ungkap Ule.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Kaka)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Acara TV di Denmark Ini Pertontonkan Orang Bugil di Depan Anak-anak



Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer