Pasalnya akibat adanya gambar rusak Kim Jong Un membuat pemerintah Korea Utara mengadakan investigasi besar-besaran.
Bahkan pemerintah juga menjanjikan hukuman berat pada sang pelaku.
Pemerintah Korea Utara juga akan segera melakukan program latihan ideologi untuk menyelesaikan masalah ini.
Diketahui Deprartemen Propaganda dan Agitasi Partai Utama-lah yang menemukan kertas rusak tersebut.
Baca: Kim Jong Un Kembalikan Ribuan Masker ke China, Curiga Pembuatan Dilakukan di Korea Selatan
Baca: Kim Jong Un Eksekusi Mati 5 Pejabat Korea Utara, Dianggap Berani Kritik Kebijakan Ekonomi
Dipercaya kertas tersebut berasal dari kertas selebaran juga buklet.
Pihak partai sedang mencari siapa pejabat yang bertanggung jawab karena membiarkan buklet atau selebaran tersebut diperlakukan seperti itu saat ini.
Dikutip dari Daily Express, Pyongyang dilaporkan akan mencari pelaku yang membuat gambar Kim Jong Un tersebut, dan akan memberikan hukuman yang tak main-main.
Radio Free Asia diberi tahu oleh sumber internal Korea Utara yang tak disebutkan namanya mengatakan, departemen propaganda dan agitasi saat ini sedang menggelar investigasi ideologi sampai ke kecamatan.
Sumber tersebut menjelaskan, inspeksi dilakukan pemerintah sebagai bentuk kritik kepada "proyek ideologi" otoritas setempat juga untuk memperkuat rasa setianya.
"Penyelidikan ini dilakukan karena rakyat membiarkan publikasi nomor 1, berisi foto Kim Il Sung, Kim Jong Il, hingga Kim Jong Un rusak," kata sumber itu.
Sumber terkait mengatakan, terdapat oknum penjual buku bergambar tiga pemimpin tertinggi Korea Utara tersebut dalam keadaan rusak.
Pyongyang juga akan memberikan hukuman berat untuk bagi pelaku tersebut.
Hal tersebut sebab dianggap telah menghina pemimpin mereka.
"Perintah secara nasional itu dimaksudkan agar tidak ada lagi percobaan untuk menjualnya dalam bentuk guntingan," ujar si sumber.
Baca: Trump: Kim Jong Un Memberi Tahu Saya Segalanya, Termasuk Bagaimana Ia Membunuh Pamannya Sendiri
Sementara itu pejabat yang tak disebutkan namanya membocorkan, pemerintah pusat saat ini akan mengawasi cara penyalurkan buku tersebut daroi daerah ke level paring bawah.
Adanya peristiwa tersebut membuat pejabat setempat dihinggapi rasa perasaan gugup.
Itu karena, mereka sudah mendapatkan ancaman apabila kerusakan ditemukan oleh pusat.
Diketahui di Provinsi Hamgyong Utara, pemerintah setempat harus segera mengoreksi "kesalahan" mereka jelang kunjungan Pyongyang.
"Mereka segera bertindak untuk menemukan dan mengoreksi kesalahan tersebut. Karena hanya itu saja cara untuk menghindari hukuman," tutup sumber tersebut