Lalu bagaimana dengan HP yang sudah terinstall aplikasi TikTok?
Diberitakan Business Insider, aplikasi yang sudah terpasang tidak akan hilang begitu saja.
Namun, aplikasi TikTok tidak akan bisa diperbarui pada masa mendatang.
Kebijakan ini merupakan langkah Departemen Perdagangan AS dalam melindungi privasi pengguna.
Mereka mengatakan TikTok resmi dilarang dari pembaruan dan distribusi di AS.
Baca: Pemilihan Presiden AS Makin Dekat, Donald Trump Nekat Kampanye Indoor di Tengah Pandemi
Perintah tersebut juga melarang perusahaan di AS untuk "mengaktifkan fungsi atau pengoptimalan aplikasi seluler di AS," mulai 12 November, yang secara efektif akan menghentikan pengguna yang ada untuk terus menggunakan TikTok.
Langkah tegas ini diambil setelah Trump gagal memaksa penjualan TikTok ke perusahaan AS.
Padahal presiden sudah melakukan berbagai upaya untuk melancarkan keinginan itu.
Berdalih keamanan nasional, Trump memaksa ByteDance untuk melepaskan TikTok sepenuhnya pada perusahaan AS.
Baca: Tak Mau Ditindas Trump dan Terkesan Lemah, China Inginkan TikTok Tutup Bisnisnya di Amerika Serikat
Presiden Trump telah berulang kali bersikeras bahwa TikTok, karena dimiliki dan dioperasikan oleh perusahaan China, mengumpulkan informasi dari pengguna di AS dan memberikan informasi tersebut kepada pemerintah China.
Baru-baru ini, ByteDance dilaporkan telah merundingkan kesepakatan atas operasi TikTok AS dengan raksasa teknologi Oracle.
Kedua belah pihak masih menunggu lampu hijau dari Gedung Putih.
Baca: Setelah Diungkap oleh Jurnalis, Donald Trump Akhirnya Mengaku Sengaja Meremehkan Bahaya Covid-19
Jika kesepakatan tercapai pada hari ini, bukan tidak mungkin pemerintah Trump akan mencabut sanksi TikTok sepenuhnya.
TikTok telah berkembang ketika pandemi virus korona melanda seluruh negeri pada tahun 2020.
Aplikasi asal China itu sudah memiliki lebih dari 100 juta pengguna di AS.
Microsoft Gagal Boyong TikTok
Baca: Microsoft Sebut Peretas China Mata-matai Trump dan Biden, Tiongkok: Justru Kerajaan Hacker adalah AS
Sebelumbya, Microsoft jadi yang terdepan dalam proses penjualan TikTok pada perusahaan AS.
Namun mereka mengumumkan tawarannya sudah ditolak perusahaan asal China itu.
"ByteDance memberi tahu kami hari ini bahwa mereka tidak akan menjual operasi TikTok di AS ke Microsoft. Kami yakin proposal kami akan baik untuk pengguna TikTok, sekaligus melindungi kepentingan keamanan nasional," kata pihak Microsoft, Minggu (13/9/2020).
“Kami berharap dapat melihat bagaimana layanan berkembang di area penting ini,” tambah pernyataannya dikutip BBC.
Baca: Saham Zoom Meroket 300 Persen di Tengah Pandemi, Bikin Eric Yuan Masuk Daftar Orang Terkaya di Dunia
Kegagalan Microsoft kemudian membuka jalan lebar bagi Oracle.
Trump sempat menyebut Oracle akan menjadi "perusahaan hebat" untuk mengambil alih operasi TikTok di AS.
Tak mengherankan mengingat Ketua Oracle Larry Ellison adalah pendukung Trump.
Vahkan Larry sempat mengadakan acara penggalangan dana untuknya pada bulan Februari.