UPDATE Vaksin Covid-19 di Seluruh Dunia, 9 Calon Vaksin Sudah Masuk Uji Klinis Tahap 3

Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Foto yang diambil pada 6 Agustus 2020 dan disediakan oleh Dana Investasi Langsung Rusia ini memperlihatkan vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Institut Penelitian Epidemiologi dan Mikrobiologi Gamaleya.

2. CanSino Biologics Inc./Beijing Institute of Biotechnology

3. BioNTech/Fosun Pharma/Pfizer

4. Wuhan Institute of Biological Products/Sinopharm

5. Moderna/NIAID

6. Sinovac

7. Beijing Institute of Biological Products/Sinopharm

8. Gamaleya Research Institute

9. University of Melbourne/Murdoch Children’s Research Institute

Baca: Vaksin Covid-19 untuk Negara Miskin, WHO: Baru Ada Dana $700 Juta, Belum Capai Setengah dari Target

Tenaga medis (kanan) mengambil sampel darah Profesor Francois Venter (kiri) sebelum pria itu menerima vaksin Covid-19 eksperimental di Unit Penelitian Patogen Meningeal dan Pernapasan (RMPRU) di RS Chris Hani Baragwanath Hospital, Soweto, Afrika Selatan, Selasa (14/7/2020). (LUCA SOLA / AFP)

Institusi yang masih melakukan uji klinis tahap 2

  • Curevac
  • Osaka University/ AnGes/ Takara Bio
  • Kentucky Bioprocessing, Inc
  • Janssen Pharmaceutical Companies
  • Bharat Biotech
  • Novavax
  • Research Institute for Biological Safety Problems, Rep of Kazakhstan
  • Cadila Healthcare Limited
  • Genexine Consortium
  • Institute of Medical Biology, Chinese Academy of Medical Sciences
  • Anhui Zhifei Longcom
  • Biopharmaceutical/Institute of Microbiology, Chinese Academy of Sciences
  • Inovio Pharmaceuticals/ International Vaccine Institute
  • Sanofi Pasteur/GSK
  • Arcturus/Duke-NUS

Baca: Relawan Vaksin Terkena Covid-19, Ketua Tim Riset Uji Klinis: Positifnya Bukan karena Vaksin

Vaksin Covid-19 untuk Negara Miskin, WHO: Baru Ada Dana $700 Juta, Belum Capai Setengah dari Target

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis, (10/9/2020), mengatakan telah terkumpul dana $700 juta dari para dermawan dunia untuk membayar vaksin Covid-19 yang kelak akan digunakan oleh negara-negara miskin.

Jumlah ini, kata WHO, bahkan belum mencapai setengah dari target.

Program pendanaan ini dimaksudkan untuk memastikan vaksin juga bisa didapatkan oleh negara-negara miskin.

Dilansir dari Reuters, (11/9/2020), COVAX Advanced Market Commitmen memiliki target awal sebesar $2 miliar untuk membeli vaksin tersebut.

"Sampai hari ini, sejauh ini sudah terkumpul $700 juta. Jadi ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mendiversifikasi sumber pendanaan yang memungkinkan," kata Matshidiso Moeti, direktur WHO untuk wilayah Africa.

Baca: Uji Coba Vaksin Covid-19 Buatan AstraZeneca Dihentikan, Sukarelawan Mengaku Tak Khawatir

COVAX dipimpin oleh GAVI Vaccine Alliance, Koalisi WHO dan CEPI untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi.

COVAX bertujuan memmberikan 2 miliar dosis vaksin Covid-19 yang efektif dan sudah disetujui pada akhir 2021.

Moeti mengatakan setidaknya ada delapan negara Afrika, termasuk Afrika Selatan, Gabon, Namibia, dan Guinea Equatorial, yang telah setuju untuk mendapatkan vaksin dengan biaya sendiri.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Afrika pada bulan lalu mengatakan benua tersebut secara perlahan mulai melandaikan kurva Covid-19 karena langkah-langkah seperti penggunaan masker dan pembatasan sosial telah memperlambat penyebaran pandemi.

(Tribunnewswiki/Tyo)



Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: haerahr

Berita Populer