Lionel Messi sudah menyatakan resmi bertahan di Barcelona untuk musim 2020-21.
Buktinya, Lionel Messi kembali menunjukkan batang hidungya di lapangan latihan Barcelona yakni Ciutat Esportiva pada Senin (7/9/2020) lalu.
Kini, Barcelona pun menatap musim 2020-21 dengan pelatih baru asal Belanda, Ronald Koeman dan kepastian sang megabintang, Lionel Messi bertahan.
Bagaimana dengan manajemen Barcelona setelah konflik untuk sementara usai?
Ternyata, sama seperti tuntutan/wacana sebelum-sebelumnya, banyak suporter Barcelona yang tetap menginginkan Presiden Josep Bartomeu hengkang dari klub.
Tercatat, sebanyak 7.500 pendukung Barcelona membuat petisi mosi yang menginginkan Josep Maria Bartomeu mundur dari jabatan presiden klub.
Baca: Pasang Ekspresi Datar dan Tanpa Senyum, Apakah Lionel Messi Tak Bahagia Bertahan di Barcelona?
Dilansir dari Marca, sebanyak 7.500 pendukung Barcelona dikabarkan ingin Bartomeu mundur.
Keinginan para pendukung Barcelona itu dituangkan ke dalam mosi tidak percaya untuk Bartomeu, yang selama kepemimpinannya dianggap membuat banyak kekacauan dan hasil buruk untuk klub.
Pada Rabu (9/9/2020) siang, sudah 7.500 orang menandatangani mosi tidak percaya untuk Bartomeu.
Bahkan, para kandidat calon Presiden Barcelona, yakni Victor Font, Jordi Farre, dan Lluis Fernandez-Ala, juga ikut menandatangani.
Kabarnya, butuh sebanyak 16.250 tanda tangan untuk membuat mosi tidak percaya tersebut valid dan berefek langsung pada jabatan Bartomeu.
Batas waktu yang dibutuhkan oleh para pendukung hanya sampai 17 September 2020 mendatang.
Para pendukung meyakini bahwa mosi tidak percaya ini merupakan satu-satunya cara untuk menendang Bartomeu dan anak buahnya dari Dewan Barcelona.
Baca: Tak Hanya Rombak Skuad Barcelona, Ronald Koeman Pakai Pola Latihan Disiplin hingga Dijuluki Sersan
Para pendukung Blaugrana mengklaim bahwa klub kesayangannya saat ini sedang mengalami krisis yang luar biasa.
Tak hanya dalam performa, tapi juga dalam kelembagaan dan keuangan klub.
Salah satu puncak permasalahan yang diyakini menunjukkan krisis di Barcelona adalah saat bermasalah dengan Messi.
Baca: Masalah Lionel Messi Reda, Barcelona Bergegas Rekrut Pemain Baru dari Liverpool, Inter dan Man City
Selain itu, Bartomeu memang dikenal sempat melakukan tindakan yang kontroversial.
Ada kasus Barcagate di awal 2020 yang membuat kepercayaan para pemain dan legenda klub mulai terkikis untuk Bartomeu.
Pria berkacamata itu dianggap menggunakan buzzer untuk menjatuhkan nama-nama besar, seperti Messi dan Carles Puyol, lewat medsos.
Bartomeu juga mengambil langkah kontroversial dengan mengangkat Eric Abidal dan memecat Ernesto Valverde dari kursi pelatih.
Baca: Kongkalikong Presiden Barcelona dan Ronald Koeman Berandil Besar Keinginan Lionel Messi Pindah
Quique Setien, yang ditunjuk sebagai pengganti Valverde, pun gagal memberikan penampilan apik.
Bahkan, musim 2019-2020 diakhiri Barcelona dengan status nirgelar dan kekalahan menyakitkan 2-8 dari Bayern Muenchen.
Sejak didatangkan oleh Barcelona, Koeman langsung benah-benah dengan skuat Barcelona.
Ini merupakan komitmen bersama manajemen Barcelona usai musim 2019-2020 yang dinilai gagal total karena tak menghasilkan satu gelar pun.
Eks pelatih Valencia dan Everton itu segera merancang rencana dengan menyingkirkan pemain-pemain Barcelona yang tidak ia butuhkan.
Baca: Lionel Messi Resmi Bertahan, Namun Survei Menunjukkan Pendukung Barcelona Justru Tak Suka, Mengapa?
Setidaknya ada 4 nama pemain senior yang telah dihubungi Koeman bahwa mereka tak dibutuhkan seperti Ivan Rakitic, Luis Suarez, Samuel Umtiti dan Arturo Vidal.
Rakitic saat ini sudah pindah ke Sevilla, sedangkan tiga lain masih dalam proses pintu keluar dari Stadion Camp Nou, markas Barcelona.
"Sejumlah tindakan harus dilakukan drastis dan kami harus mengucapkan selamat tinggal dengan segala hormat kepada beberapa pemain yang sudah memberikan segalanya untuk Barcelona," kata Presiden Barcelona, Jose Maria Bartomeu saat mengonfirmasi kedatangan Koeman kepada situs resmi klub.
Baca: Jika Tak Bisa Pindah Sekarang, Peluang Lionel Messi Pergi dari Barcelona Bisa Diwujudkan Awal 2021
"Kami semua harus mendayung ke arah yang sama."
"Sekarang waktunya untuk menjernihkan kepala dan kami bisa memulai musim baru dengan maksimal," tambahnya.
Selain merombak susunan pemain, ada hal penting lain yang dicanangkan Koeman.
Dia disebut juga akan mengubah kebiasaan para pemain saat latihan.
Ronald Koeman mengawali latihan perdananya di Barcelona pada Senin (31/8/2020).
Kini, ia hampir dua pekan memimpin skuat Blaugrana saat latihan.
Dilansir dari Marca, salah satu target Koeman adalah membuat suasana latihan sesuai apa yang ia kehendaki.
Maka ia melakukan sedikit peningkatan pada sesi latihan Barcelona.
Sesi latihan Barcelona kini berlangsung selama 90 menit, yang sebelumnya hanya memiliki durasi 1 jam di era Setien.
Kedisiplinan pemain juga dituntut oleh Koeman karena mereka harus datang satu jam lebih awal, di mana hal tersebut menunjukkan kesiapan mereka menerima sesi latihan.
Marca melaporkan hal ini merupakan perubahan lantaran pada musim-musim sebelumnya, sesi latihan justru tertunda beberapa menit dan pemain yang datang lebih awal cuma bermain-main dengan main basket dan olahraga ringan lain.
Tak heran jika para pemain Barcelona mulai menyebut pelatih anyarnya itu seakan memiliki kedisiplinan militer dan menjulukinya sebagai "Sersan" Koeman karena metode latihan yang jauh meningkat secara disiplin.
Perubahan yang dilakukan Koeman diharapkan mengubah sesi latihan yang kelewat santai.
Mental terlalu santai ini bahkan diketahui oleh klub lawan.
Seperti yang dilihat oleh salah satu pemain Bayern Muenchen, Thomas Mueller saat Bayern Muenchen menguliti Barcelona dengan 8-2 di Liga Champions musim 2019-20 lalu.
"Kami sudah pemanasan selama 10 menit, sedangkan para pemain Barcelona baru masuk lapangan," ujar bintang timnas Jerman itu.
"Mereka sangat santai. Itu tak berarti apa-apa."
"Pertandingan bisa saja berakhir berbeda. Akan tetapi, saya pikir kami yang terlihat lebih lapar kemenangan (saat itu)," tambahnya.
Kekalahan dari Muenchen itu menelurkan sebuah catatan memalukan.
Itu menjadi kali pertama mereka kemasukan delapan gol semenjak dibantai 0-8 oleh Sevilla pada 1946 dalam ajang Copa del Rey.
Sebagian artikel tayang di Bolaspot.com berjudul Meski Berhasil Pertahankan Lionel Messi, 7.500 Pendukung Barcelona Ingin Bartomeu Angkat Kaki