Lalu, dia pindah lagi ke SMP Van Lith di Gunung Sahari pada 1954-1956.
Sambil mengajar SMP, Jakob melanjutkan pendidikan tingkat tinggi.
Dia memilih kuliah B-1 Ilmu Sejarah, lalu melanjutkan ke Perguruan Tinggi Publisistik Jakarta dan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada hingga lulus pada 1961.
Belajar sejarah menumbuhkan minat Jakob untuk menulis.
Persentuhannya dengan jurnalistik terjadi ketika dia mendapat pekerjaan sebagai sekretaris redaksi mingguan Penabur.
Providentia Dei. Perjalanan hidup sebelumnya membentuk Jakob menjadi wartawan yang lebih peka dengan bermacam permasalahan kemanusiaan.
"Saya sangat terbantu dan diperkaya oleh kepekaan humaniora yang terpupuk dan terkembang berkat pendidikan di seminari menengah," kata Jakob, dikutip dari buku Syukur Tiada Akhir.
Langkah Jakob semakin mantap di bidang jurnalistik.
Hingga kemudian dia bertemu PK Ojong.
Pertemuan dengan Ojong menjadi salah satu momentum penting, hingga keduanya melahirkan majalah Intisari, Harian Kompas, juga grup Kompas Gramedia.
Kabar Meninggal Dunia
Berita duka cita, pendiri Kompas Gramedia grup berpulang, Rabu (9/9/2020).
Dr (H.C) Jakob Oetama lahir di Borobudur, Magelang, 27 September 1931.
Jakob Oetama meninggal dalam usia 88 tahun di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kemayoran, Jakarta Pusat..
Laporan Kompas TV di lapangan, jenazah akan disemayamkan di Gedung Kompas, Palmerah Selatan, Jakarta. Selanjutnya jenazah akan dimakamkan di TMP Kalibata.
Jakob Oetama diketahui lahir di Desa Jowahan, 500 meter sebelah timur Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada 27 September 1931. Ia merupakan putra pertama dari 13 bersaudara.
Ayahnya bernama Raymundus Josef Sandiyo Brotosoesiswo seorang pensiunan guru Sekolah Rakyat di Sleman, Yogyakarta, sementara ibunya bernama Margaretha Kartonah.
Saat ini Jakob Oetama dikenal sebagai salah satu pendiri Kompas Gramedia Group bersama dengan Petrus Kanisius (PK) Ojong.
Saat ini ia merupakan Presiden Direktur Kelompok Kompas-Gramedia, Pembina Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia, dan Penasihat Konfederasi Wartawan ASEAN.
Dia adalah penerima Doktor Honoris Causa di bidang komunikasi dari Universitas Gajah Mada dan penerima penghargaan Bintang Mahaputra Utama dari pemerintah Indonesia pada tahun 1973.