Namun, ada juga pengikutnya yang berada di Kabupaten Bandung, Kabupaten/Kota Tasikmalaya, dan Majalengka.
Di Majalengka, jumlah pengikutnya paling banyak, bahkan lokasinya berada di kampung halaman Bupati Majalengka.
Baca: Kabar Sunda Empire: Dulu Ingin Ubah Tatanan Dunia, Kini Rangga Sasana Cs Terancam 10 Tahun Bui
"Orang yang dulu datang ke sini untuk mengurus perizinan tidak datang lagi saat kami akan konfrontir."
"Kami malah kedatangan dari Kesbang Majalengka yang menyebut di sana sudah banyak pengikutnya," jelasnya.
Tak hanya itu, sejumlah ustaz diklaim masuk sebagai pengurus bidang keagamaan.
Selintas, pergerakan paguyuban tersebut hampir mirip dengan Sunda Empire yang sempat ramai jadi perbincangan banyak orang.
Pasalnya, paguyuban ini juga menjanjikan sesuatu kepada anggotanya, sama seperti Sunda Empire yang menjanjikan pencairan uang dari Bank Swiss kepada anggotanya.
"Selintas ini platformnya hampir sama dengan Sunda Empire."
"Menjanjikan sesuatu kepada anggota, termasuk anggota yang punya utang akan dilunasi oleh ketuanya," jelas Wahyu dikutip dari Kompas.com.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Paguyuban Tunggal Rahayu Garut: Ubah Lambang Negara dan Buat Uang Sendiri, Pimpinan Ngaku Profesor