Makin Panas, Kantor Berita China Sebut Intelijen Australia 'Menggerebek' Rumah Para Wartawan China

Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi wartawan. Xinhua menyebut intelijen Australia 'menggerebek' rumah para wartawan China di Australia.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kantor Berita China Xinhua pada Selasa, (8/9/2020), mengatakan staf badan intelejen Australia menggeledah rumah para wartawan China pada Juni lalu.

Dalam laporannya, Xinhua menyebut intelejen Australia menanyai mereka selama beberapa jam dan membawa komputer serta ponsel mereka.

Dilansir dari Reuters, (9/9/2020), laporan ini terbit segera setelah dua jurnalis Australia pulang dengan bantuan pejabat konsuler dan mereka sempat ditemui dan ditanyai oleh kementerian keamanan China.

Xinhua mengatakan intelejen Australia mencari sejumlah rumah jurnalis China pada 26 Juni lalu.

Kantor berita itu mendeskripsikan tindakan itu sebagai "penggerebekan".

Xinhua juga mengatakan para jurnalis China diminta "tutup mulut" atas peristiwa itu, tanpa menyebut sumber yang mereka pakai.

Baca: China Dituding Menjadi Dalang Serangan Siber yang Menargetkan Lembaga Pemerintahan Australia

Kedutaan China di Canberra, dalam sebuah kiriman surel, menyatakan telah "memberikan dukungan konsuler kepada para wartawan China di Australia dan membuat perwakilan dengan pihak berwenang Austalia yang bersangkutan untuk melindungi hak dan kepentingan warga negara China yang sah".

Selain itu, laporan Xinhua juga mengkritik penggeledahan rumah dan kantor politikus negara bagian New South Wales, Shaoquett Moselmane, pada hari yang sama.

Menurut Xinhua, politikus itu diduga menjadi target karena pujiannya terhadap pencapaian China dalam memerangi pandemi dan kritikannya tentang kebijakan Australia terhadap China.

"Di sebuah negara dengan apa yang disebut "supremasi hukum", tidak ada pembenaran dan tidak ada bukti meyakinkan untuk menggeledah rumah dan menyita barang-barang pribadi," demikian pernyataan Xinhua.

Xinhua juga menyebut mereka melakukan "teror putih" terhadap personel institusi China dan para rekan China.

Pada tahun ini, hubungan antara China dan Australia memburuk setelah Beijing berjanji akan melakukan pembalasan.

Baca: Etnis Tionghoa Jadi Objek Sasaran Rasial, Pemerintah China Cegah Warganya Pergi ke Australia

Beijing mengaku marah atas seruan Australia terkait penyelidikan internasional mengenai sumber pandemi Covid-19.

Organisasi Intelijen Keamanan Australia (ASIO) belum buka suara terkait laporan ini.

Polisi Federal Australia (AFP), yang melakukan penggeledahan kantor Moselmana dan karyawannya, John Zhang, pada 26 Juni, mengatakan "sedang berlangsung penyelidikan yang terkait dengan surat perintah penggeledahan terhadap Moselmane".

Ketika ditanya mengenai laporan penggerebekan rumah para jurnalis, AFP tidak berkomentar lebih lanjut.

Baca: Salahkan India Soal Konflik Perbatasan, China Desak Narendra Modi Patuhi Kesepakatan Kedua Negara

Sementara itu, dua jurnalis Australia yang baru pulang dari China pada Selasa lalu telah mencari perlindungan di kedutaan di Beijing dan konsulat di Shanghai setelah polisi masuk ke rumah mereka.

Polisi tersebut berkata kepada mereka bahwa mereka dilarang meninggalkan China.

China Tuduh Tentara India Lewati Perbatasan dan Lepaskan Tembakan Peringatan

Semenara itu, China pada Selasa dini hari, (8/9/2020), juga menuduh pasukan India melewati garis perbatasan (LAC), menurut media India Zee News.

Zee News juga menyebut China mengklaim pasukan India melepaskan "tembakan peringatan" di dekat Danau Pangong Tso di Ladakh Timur, tempat tentara mereka melakukan "tindakan pembalasan".

Juru bicara Komando Medan Perang Barat China, Kolonel Zhang Shiuli, mengatakan India melakukan tindakan provokatif dan secara ilegal memasuki garis perbatasan di Pegunungan Shenpao dekat tepi selatan Danau Pangong Tso.

Tentara India memberikan penghormatan selama pemakaman rekan mereka, Nyima Tenzin yang berasal dari Tibet, pada 7 September 2020. Tenzin tewas dalam bentrokan terbaru dengan tentara China di perbatasan Himalaya yang disengketakan. (MOHD ARHAAN ARCHER / AFP)

Dia juga mengatakan tentara India melepaskan tembakan dan mengancam tentara China selama operasi tersebut.

China lebih lanjut menuduh India melanggar kesepakatan kedua belah pihak dan membuat keadaan di wilayah perbatasan semakin memanas.

Baca: Di Tengah Konflik dengan India, China Akan Gelontorkan 1 Triliun Yuan demi Proyek di Tibet, Ada Apa?

Selain itu, China menyebutnya sebagai tindakan provokasi yang menyebabkan kesalahpahaman.

Shuili mendesak pihak India segera menghentikan "permainan berbahaya" ini dan meminta pasukan India kembali ke perbatasan mereka.

China juga meminta India menyelidiki masalah ini dan mengambil tindakan terhadap tentara yang melepaskan tembakan agar insiden tersebut tidak terulang lagi.

Sebuah jet tempur India terbang di atas pegunungan di Leh, ibu kota bersama wilayah federal (union territory) Ladakh yang berbatasan dengan China, pada 2 September 2020. (MOHD ARHAAN ARCHER / AFP)

Global Times, media yang didukung pemerintah China, melaporkan insiden tersebut, " Tentara #India secara ilegal kembali melewati garis perbatasan di Pegunungan Shenpao dekat tepi selatan Danau Pangong Tso pada Senin, kata juru bicara Komando Medan perang Barat #PLA.

Menurut kantor berita ANI, insiden pelepasan tembakan di garis perbatasan di sektor Ladakh Timur, tempat pasukan India dan China terlibat kebuntuan selama lebih dari tiga bulan.

(Tribunnewswiki/Tyo)



Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Putradi Pamungkas

Berita Populer