Sebelum Tutup Usia, Kondisi Jakob Oetama Sempat Kritis Sejak Minggu Sore

Penulis: saradita oktaviani
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

[ARSIP] Pemimpin Umum Harian Kompas, Jacob Oetama hadir pada perayaan syukuran dan peluncuran buku HUT Ke-50 Harian Kompas di Bentara Budaya Jakarta, Minggu (28/6/2015). Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama (88) meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Minatnya menulis tumbuh berkat belajar Ilmu Sejarah.

Baca: Arswendo Atmowiloto

Baca: 5 Fakta Arswendo Atmowiloto, Sastrawan Ternama yang Pernah Bercita-cita Sebagai Dokter

Jakob Oetama yang akrab disapa JO wafat hari ini, Rabu (9/9/2020) dalam usia 89 tahun. JO merupakan pendiri perusaahaan Kompas Gramedia. (KOMPAS/KRISTIANTO PURNOMO)

Karier Jakob Oetama di dunia jurnalistik bermula dari pekerjaan barunya sebagai redaktur majalah Penabur Jakarta.

Pada 1963, bersama rekan terbaiknya, Almarhum Petrus Kanisius Ojong (P.K. Ojong), Jakob Oetama menerbitkan majalah Intisari yang menjadi cikal-bakal Kompas Gramedia.

Kepekaannya pada masalah manusia dan kemanusiaanlah yang kemudian menjadi spiritualitas Harian Kompas, yang terbit pertama kali pada 1965.

Hingga lebih dari setengah abad kemudian Kompas Gramedia berkembang menjadi bisnis multi-industri, Jakob Oetama tidak pernah melepas identitas dirinya sebagai seorang wartawan.

Baginya, “Wartawan adalah Profesi, tetapi Pengusaha karena Keberuntungan.”

(Tribunnewswiki.com/Kompas.com/Kompas TV)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sebelum Wafat, Jakob Oetama Koma sejak Minggu Sore" dan "Dokter Sebut Jakob Oetama Masuk RS dalam Kondisi Kritis"



Penulis: saradita oktaviani
Editor: Melia Istighfaroh

Berita Populer