Jenazah Jakob Oetama Akan Disemayamkan di Gedung Kompas Gramedia & Dimakamkan di TMP Kalibata

Penulis: Archieva Nuzulia Prisyta Devi
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Jakob Oetama, 15 Mei 1994.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Jakob Oetama Pendiri Kompas Gramedia sekaligus Pemimpin Umum Harian Kompas tutup usia pada Rabu (9/9/2020).

Almarhum meninggal dunia dengan tenang di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading pada pukul 13:05 WIB

Jakob Oetama meninggal di usia 88 tahun.

Baca: Jakob Oetama Pendiri Kompas Meninggal Dunia Karena Gangguan Multiorgan, Kondisi Kritis Saat Masuk RS

Jenazahnya dibawa ke rumah duka di di Jalan Sriwijaya No 40, Kebayoran Baru, Jakarta.

Di rumah duka akan dilakukan ibadah misa selama beberapa jam.

Baru setelah itu, jenazah akan dipindah ke tempat persemayaman di gedung Kompas Gramedia.

Jenazah akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, pada Kamis (10/9/2020).

"Karena Bapak juga pemegang penghargaan Bintang Mahaputra, akan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata besok siang," ujar Corporate Communication Director Rusdi Amral, mewakili Kompas Gramedia, Rabu (9/9/2020).

Pemimpin Umum Kompas, Jakob Oetama, menyampaikan pidato sambutan dalam Syukuran Kompas Gramedia 2012 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (1/2/2012). Syukuran Kompas Gramedia dimeriahkan penampilan reuni Srimulat dengan beberapa personil Srimulat seperti Tarzan, Mamiek, Nunung, Polo, Kadir, Tessy, Gogon, dan Jujuk.(RADITYA HELABUMI) (RADITYA HELABUMI)

Sebelum meninggal, kesehatan Jakob Oetama sempat kritis sejak Minggu (6/9/2020) sore.

"Bapak sudah mengalami koma atau kritis sejak Minggu sore.

Rupanya Allah lebih senang memanggil beliau sehingga akhirnya pukul 13.05, Bapak berpulang," ungkap Rusdi Amral dalam tayangan di Kompas TV.

Dokter yang menangani Jakob Oetama, Felix, mengungkap penyakit yang diderita Jakob Oetama.

"Pada saat masuk itu dari dua pekan lalu sudah kritis dengan adanya gangguan multiorgan dan komorbid," ujar Felix dikutip dari Kompas TV, Rabu.

Baca: Jakob Oetama Meninggal Dunia, Kantor Kompas Gramedia Palmerah Akan Jadi Tempat Penghormatan Terakhir

Setelah beberapa hari dirawat intensif, Felix menyebut, kondisi Jakob Oetama sempat membaik.

Felix menambahkan, faktor usia juga menjadi penyebab meninggal dunianya Jakob Oetama.

"Di samping gangguan multiorgan dan komorbid, usia juga fakfor yang memperberat kondisi sehingga mengalami penurunan dalam perawatan," lanjut dia.

Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama (88) meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (9/9/2020). (Kompas.com/Andrew Lotulung)

Jakob Oetama adalah jurnalis senior dan tokoh pers nasional.

Ia lahir pada 27 September 1931 di Desa Jowahan, Borobudur, Jawa Tengah.

Saat belia cita-citanya adalah menjadi guru seperti ayahnya.

Ia sempat mengajar di SMP Mardi Yuwana Cipanas, Sekolah Guru Bagian B (SGB) Lenteng Agung Jagakarsa, dan SMP Van Lith Jakarta.

Minatnya menulis tumbuh berkat belajar Ilmu Sejarah.

Baca: BREAKING NEWS: Jakob Oetama, Pendiri Kompas Gramedia, Berpulang dalam Usia 88 Tahun

Karier Jakob Oetama di dunia jurnalistik bermula dari pekerjaan barunya sebagai redaktur majalah Penabur Jakarta.

Pada 1963, bersama rekan terbaiknya, Almarhum Petrus Kanisius Ojong (P.K. Ojong), Jakob Oetama menerbitkan majalah Intisari yang menjadi cikal-bakal Kompas Gramedia.

Kepekaannya pada masalah manusia dan kemanusiaanlah yang kemudian menjadi
spiritualitas Harian Kompas, yang terbit pertama kali pada 1965.

Hingga lebih dari setengah abad kemudian Kompas Gramedia berkembang menjadi bisnis multi-industri, Jakob Oetama tidak pernah melepas identitas dirinya sebagai seorang wartawan.

Baginya, “Wartawan adalah Profesi, tetapi Pengusaha karena Keberuntungan.”

Semasa hidup, Jakob Oetama dikenal sebagai sosok sederhana yang selalu mengutamakan
kejujuran, integritas, rasa syukur, dan humanisme.

[ARSIP] Portrait foto Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta, Selasa (27/9/2016). Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama (88) meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (9/9/2020). (KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULU)

Di mata karyawan, ia dipandang sebagai pimpinan yang ‘nguwongke’ dan tidak pernah menonjolkan status atau kedudukannya.

Almarhum berpegang teguh pada nilai Humanisme Transendental yang ditanamkannya sebagai fondasi Kompas Gramedia.

Idealisme dan falsafah hidupnya telah diterapkan dalam setiap sayap bisnis Kompas Gramedia yang mengarah pada satu tujuan utama, yaitu mencerdaskan kehidupan Bangsa Indonesia.

“Jakob Oetama adalah legenda, jurnalis sejati yang tidak hanya meninggalkan nama baik, tetapi juga kebanggaan serta nilai-nilai kehidupan bagi Kompas Gramedia. Beliau sekaligus teladan dalam profesi wartawan yang turut mengukir sejarah jurnalistik bangsa Indonesia.

Walaupun kini beliau telah tiada, nilai dan idealismenya akan tetap hidup dan abadi selamanya,” kata Corporate Communication Director Kompas Gramedia Rusdi Amral.

(TribunnewsWiki/cva)



Penulis: Archieva Nuzulia Prisyta Devi
Editor: Archieva Prisyta

Berita Populer