"Kalau boleh memilih aku tidak bersedia lagi," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta itu dalam acara 'Satu Jam Bersama BTP' yang disiarkan langsung di YouTube Channel Amerika Bersatu, Rabu (9/9/2020).
Hal itu untuk muncul sebagai jawaban Ahok atas pertanyaan seorang warga negara Indonesia yang berada di Arkansas, Amerika Serikat (AS), yang menanyakan kesediaan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) ini untuk kembali dicalonkan.
"Apakah bapak (Ahok) bersedia kembali menjadi Gubernur DKI, jika penduduk Jakarta mencalonkan kembali?" demikian pertanyaan yang dilontarkan.
Ahok pun memberikan alasan mendasar kenapa dirinya tidak ingin kembali maju bertarung menjadi Gubernur DKI di pilkada.
Baca: Ditanya Najwa Shihab Bisakah Calon Presiden dari Keturunan Arab, Ini Jawaban Ahok
Ahok mengutip pepatah Tiongkok kuno untuk menggambarkan tekadnya untuk tidak mundur kembali ke masa lalunya menjadi seorang Gubernur DKI.
"'Kuda yang baik tidak makan rumput di belakangnya.' Yang ada maju terus," ucap Ahok.
Kini Ahok menjabat Komisaris Utama PT Pertamina setelah ditunjuk Menteri BUMN Erick Thohir pada November 2019.
Ahok didampingi Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin sebagai Wakil Komisaris Utama PT Pertamina.
Erick Thohir memilih Ahok lantaran menganggap mantan Gubernur DKI Jakarta itu mempunyai kemampuan pengawasan yang baik.
Baca: Sosok Wanita Tersangka Pencemaran Nama Baik yang Dilaporkan Ahok, Menyesal dan Mohon Tak Dipenjara
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkapkan detik-detik saat dirinya akan didemonstrasi oleh massa dalam aksi 4 November 2016 atau yang dikenal dalam Aksi 411.
Demonstrasi 411 pada 4 November 2016 muncul sebagai aksi protes terhadap Ahok yang dinilai menistakan Agama Islam.
Penistaan tersebut berkaitan dengan pernyataan Ahok yang mengutip ayat 51 dalam surat Al-Maidah di dalam Alquran.
Ahok menceritakan aparat keamanan pernah meminta dirinya beserta keluarga mengungsi saat demonstrasi 411 berlangsung.
Namun, Ahok yang saat itu menjabat Gubernur DKI Jakarta, menolak diungsikan.
Baca: Gaji Komisaris Pertamina Besar Rp 170 Juta, Namun Ahok Sebut Lebih Enak Jadi Gubernur Karena Hal Ini
Ia dan keluarga akhirnya lebih memilih tinggal di rumahnya di kawasan Jakarta Utara.
Hal itu diungkapkan Ahok dalam video yang diunggah di akun YouTube-nya 'Panggil Saya BTP' pada Sabtu (8/8/2020).
"Waktu terjadi demo segala macem, saya di rumah betul-betul, saya bisa tidur."
"Memang ada aparat minta saya harus diungsikan waktu itu."
"Ada ibu saya semua, lalu kami putuskan kalau diungsikan ke pulau, ke mana-mana, justru Ini minta maaf saja ya."
"Kalau sampai ada orang rencana mau bunuh saya pun, justru dibawa ke tempat pulau, ke tempat itu enggak ada orang yang tahu, lebih gampang bunuh saya," tutur Ahok.
Baca: Veronica Tan Pernah Diterpa Isu Perselingkuhan, Pengusaha Ini Beberkan Sifat Asli Mantan Istri Ahok
Kemudian Ahok menjelaskan alasannya lebih memilih tinggal di rumah daripada diungsikan.
Menurut Ahok, jika ada orang yang berniat untuk membunuhnya, langkah mengungsi ke tempat lain akan lebih memudahkan si calon pelaku.
"(Jika di pulau) berita bisa enggak ada. Saya bilang sama mereka saya enggak mau pergi."
"Dia (aparat) bilang nanti bisa diserbu masuk ke dalam rumah."
"Ya itu kan tugas kalian (aparat) menjaga di depan, kalau kalian takut ya tinggalin aja saya bilang."
"Saya lebih baik mati di rumah satu keluarga, itu beritanya masih ada orang tahu terbunuh di rumah," ucap Komisaris Utama PT Pertamina itu.
Baca: Viral Video Harimau Terlihat Kurus dan Perutnya Kempis, Ini Penjelasan Pengelola Kebun Binatang
Mantan Bupati Belitung Timur ini mengatakan, saat itu yang terjadi adalah perang ideologi atau keyakinan, sehingga sulit mempercayai orang lain.
Oleh karena itu, Ahok lebih memilih tinggal di rumah.
"(Seandainya) rumah saya dibakar, dikeroyok, masih ada orang tahu."
"Kalau saya diungsikan naik helikopter ke pulau ke mana, kalau ada oknum yang bunuh saya, ini kan perang ideologi, soal keyakinan."
"Kalau soal keyakinan, kan susah mau pegang siapa," ucap Ahok.
-
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Tak Ingin Maju Jadi Calon Guberinur DKI Lagi, Ahok: Kuda yang Baik Tidak Makan Rumput di Belakangnya