Dalam video selama 7, 84 menit itu, mobil pemadam kebakaran tak bisa masuk ke lokasi kebakaran karena terhalang mobil yang terparkir di depan rumah.
Akhirnya, warga pun gotong royong mengangkat bodi belakang mobil agar bisa terparkir dengan benar.
Petugas pemadam kebakaran dan polisi pun turun untuk mencari pemilik mobil.
Setelah pemiliknya ditemukan, mobil tidak bisa masuk ke lokasi parkir sementara karena terbatasnya ruang manuver.
Petugas pun meminta warga untuk mengangkat bodi mobil bagian belakang agar mobil bisa langsung masuk ke ruang parkir sementara.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya Dedik Irianto menyebut, video tersebut terjadi saat pemadaman di perkampungan Jalan Panjang Jiwo Surabaya, Jumat (4/9/2020) lalu.
Mobil pemadam kebakaran dengan kapasitas 3.000 liter tidak bisa masuk ke jalan perkampungan karena terhalang mobil penduduk yang diparkir di pinggir jalan.
Baca: Terjadi Kebakaran di Gudang Makanan Milik PT. Sukanda Djaya (Diamond) di Bali
Baca: Berbagai Duagaan soal Penyebab Kebakaran Gedung Kejagung, Amien Rais sebut Dibakar ‘Orang Dalam’
"Warga langsung berinisiatif mengangkat bagian belakang mobil agar bisa masuk ke area parkir sementara," terangnya.
Delapan unit mobil pemadam dikerahkan dalam kebakaran tersebut, termasuk 3 unit kendaraan pemadam jenis motor.
"Alhamdulillah dengan kerja sama warga tidak ada korban jiwa dan api bisa dipadamkan," jelasnya.
Diketahui, ruang yang terbakar adalah perpustakaan keluarga yang berisi banyak buku.
Pemilik rumah lupa mematikan kompor di dapur yang bersebelahan dengan perpustakaan yang terbakar.
Pemkot Surabaya sendiri, kata dia, memiliki banyak armada pemadam kebakaran sesuai ukuran medan jalan yang akan dilalui.
Tercanggih, Pemkot Surabaya memiliki mobil pemadam kebakaran Bronto Skylift yang memiliki tangga 104 meter.
Kebakaran di sebuah ruko elektronik di Surabaya di Jalan Kranggan, Surabaya, tewaskan satu kelurga pada Minggu (30/8/2020) pagi.
Meski tak merembet ke toko lain, lima orang penghuni ruko meninggal dunia karena terjebak.
Berdasarkan informasi yang di himpun, 5 korban tewas tersebut adalah Budi Susanto (33), Agus Susanto (35), Meiliana (60), Alexander (15), dan Eli (36) yang merupakan satu keluarga.
Dugaan awal, kebakaran tersebut diakibatkan korsleting listrik.
Dikatakan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Dedik Irianto pihaknya langsung melakukan pemadaman setelah menerima laporan.
"Hanya satu toko itu saja yang terbakar. Dan (korban) sudah ditangani tim inafis karena ada korban di dalam. Kami standby kan satu unit," ujarnya, Minggu, (30/8/2020).
Masih kata Dedik, pihaknya menerima telepon pukul 07.58 WIB, di mana damkar dari rayoon 1 Pasar Turi datang empat menit kemudian.
Saat melakukan pemadaman, tim damkar harus berjibaku karena terhalang pintu harmonika di toko tersebut sedangkan asap semakin menebal.
"Jadi tim harus maksa masuk. Ternyata setelah dibuka dobel itu rantainya. Samping kanan ada bukaannya juga," lanjutnya.
Baca: Video Viral Kebakaran di dalam Lubang WC Jongkok, Api Menjalar hingga Keluar Kamar Mandi
Baca: Sempat Tertunda, Olah TKP Gedung Kejagung untuk Cari Penyebab Kebakaran Dilakukan Hari Ini
Seorang saksi mengaku sempat mendengar suara gedoran saat si jago merah melahap ruko elektronik tersebut.
Anida (39), warga setempat menuturkan, semula masyarakat sempat melihat ada kepulan asap yang memasuki kawasan Pasar Blauran Baru sekitar pukul 08.30 Wib.
Mereka mengira asap itu hanyalah sebuah aktivitas pedagang.
"Asap itu lama kelamaan tambah tebal. Begitu diperiksa keluar ternyata ada kebakaran di ruko elektronik tersebut," ungkapnya di lokasi kejadian.
Melihat ada kejadian tersebut, aliran listrik pasar seketika dimatikan.
Sejumlah warga juga mendengar suara gedor-gedor rolling door yang berasal dari dalam ruko tersebut.
"Kondisi pintu sudah dikunci. Ini tempat usaha sekaligus tempat tinggal satu keluarga soalnya. Setiap hari buka jam 9 pagi sudah tata tata," imbuhnya.
Ia menduga penyebab peristiwa ini berasal dari korsleting listrik.
Menurutnya, setiap hari kabel listrik selalu bertumpuk dan berserakan di sekitar tempat usahanya.
"Saya pernah beli tv disana. Kabel listrik banyak sekali di sana. Apalagi bangunan ini adalah bangunan lama yang tidak berubah dari waktu ke waktu," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Video Warga Angkat Mobil yang Halangi Damkar Padamkan Kebakaran Viral di Media Sosial