Berita tentang rencana hengkangnya Messi dari Barcelona yang sudah tercium sejak beberapa musim terakhir pun menjadi sangat kuat tersiar pada tahun 2020 ini.
Beberapa variabel kejadian dan serangkaian masalah Barcelona sebelum-sebelumnya, membuat Lionel Messi disebut sudah bulat untuk meninggalkan klub berjuluk Los Cules itu.
Kemana klub yang dituju Messi bahkan sudah diramalkan oleh banyak media di Eropa.
Paling serius adalah kabar mendaratnya Lionel Messi di Inggris bersama Manchester City yang diasuh oleh eks pelatih Barcelona, Pep Guardiola.
Namun, silang sengkarut penafsiran kontrak antara Lionel Messi dan Barcelona menjadi pengahalang bagi mega transfer Messi ke Manchester City.
Pada hari Rabu (3/8/3030), Jorge Messi yang merupakan ayah sekaligus agen dari Lionel Messi sudah berdialog dengan Josep Maria Bartomeu selaku Presiden Barcelona.
Sayangnya, pertemuan kedua kubu berakhir tanpa titik temu.
Jorge mengusahakan kepergian anaknya dari Blaugrana dengan status bebas transfer, tentu secara kekeluargaan.
Baca: Dikabarkan Mulai Menyerah dengan Barcelona, Mengapa Saga Transfer Lionel Messi Berujung Antiklimaks?
Baca: Rapat Alot 2 Jam Agen Lionel Messi dan Presiden Bartomeu, Seperti Ini Hasilnya
Sementara itu, Bartomeu bersikukuh menahan Messi buat meninggalkan Camp Nou.
Setelah pertemuan buntu dengan Bartomeu, Lionel Messi menggelar pertemuan darurat nan genting dengan ayahnya Jorge, guna membahas masa depan di Barcelona.
Jorge pun disebut sudah menyambangi rumah Lionel Messi di Castelldefels, Kamis (3/9/2020).
Pertemuan tersebut bertujuan mendiskusikan upaya si pemain untuk meninggalkan Barcelona.
Menurut laporan Sport, Jorge menghabiskan satu jam di rumah Messi sebelum meninggalkan lokasi.
Seperti apa hasil pertemuan antara Lionel dan Jorge Messi masih belum diketahui.
Namun, sebagian besar media di Spanyol dan Eropa menebak, Messi akan tetap bertahan di Barcelona untuk setidaknya hingga tahun 2021 tiba.
Klausul di dalam kontrak Messi bersama Barcelona telah menimbulkan tafsir berbeda serta polemik antara kedua belah pihak.
Pada Agustus lalu, Messi telah mencoba mengaktifkan klausul yang memungkinkannya pergi secara gratis meski masih terikat kontrak hingga 2021.
Baca: Jika Pindah, Lionel Messi Dicap Sebagai Pengkhianat Paling Besar di Dunia Sepak bola, Ini alasannya
Baca: Pecah Jadi Dua Kubu, Geng Lionel Messi Tak Kompak Bersuara Terkait Masalah Sang Kapten di Barcelona
Namun, kubu Barcelona bersikeras menyebut sang superstar tak bisa dilepas secara bebas karena baru mengajukan pemberitahuan pada Agustus.
Pihak klub menilai batas akhir pengajuan pindah itu tetap pada bulan Juni sesuai kontrak awal.
Pihak Liga Spanyol pun ikut mengeluarkan pernyataan yang mendukung Barca.
Mereka menyatakan bahwa klausul pelepasan Messi di Barcelona senilai 700 juta euro (Rp 12,2 triliun) masih berlaku.
Selain Messi, empat pemain yang diusik oleh pelatih baru Barcelona, Ronald Koeman untuk rencana tim musim 2020-2021 juga tak datang.
Keempat pemain tersebut adalah Luis Suarez, Arturo Vidal, Ivan Rakitic, dan Samuel Umtiti.
Pembahasan soal hubungan renggang antara Barcelona dan Lionel Messi terus memanas.
Messi, yang kontraknya akan habis pada 30 Juni 2021, tidak mau memperpanjang masa baktinya di Barcelona.
Baca: Manchester City Sudah Merancang Acara Perkenalan Lionel Messi, Walau Belum Sepakat dengan Barcelona
Baca: Difitnah Merebut Nomor Punggung 10 Lionel Messi di Barcelona, Martin Braithwaite Beri Pembelaan
Kapten Barcelona ini meragukan proyek yang dibangun Josep Maria Bartomeu dan Ronald Koeman.
Adapun Barcelona hanya mau melepas Messi pada bursa transfer musim panas 2020 apabila ada yang mau menebus klausul pelepasan sang megabintang, yakni 700 juta euro (sekitar Rp 12,1 triliun).
Rupanya, Bartomeu dan Koeman memang menginginkan Messi hengkang dari Barcelona.
Expert sepak bola Spanyol, Terry Gibson, mengutarakannya kepada media Inggris, Sky Sports.
"Sekarang adalah pertanda bahwa akan ada perang antara Barcelona dan Messi," kata Terry Gibson melansir dari Sky Sports.
"Jika Anda bertanya kepada saya apa yang akhirnya akan terjadi, maka saya pikir Manchester City kini menjadi klub terdepan untuk mendapatkan Messi."
"Sebagian dari diri saya berpikir Bartomeu dan Koeman ingin melihat Messi pergi."
"Mereka ingin menghapus tagihan gaji Messi dan Barcelona perlu dibangun kembali."
"Akan tetapi, saya pikir Manchester City bukan harus membayar 600 atau 700 juta euro, melainkan 100 juta euro."
"Jika Barcelona bisa mendapatkan biaya transfer dari Manchester City, menghapus tagihan gaji Messi, dan mencoba menyalahkan Messi, maka itu merupakan hasil yang diharapkan Bartomeu dan Koeman."
"Saya merasa dengan melewatkan tes medis dan tidak mengikuti sesi latihan, sulit bagi Messi utuk kembali dan bertahan di Barcelona," ucap Gibson menambahkan.
Media Spanyol, AS, menilai tak akan ada klub yang dapat menebus Lionel Messi dengan mahar 700 juta euro.
Saat ini, rekor transfer pemain termahal di dunia masih dipegang oleh Neymar.
Neymar mengguncang dunia sepak bola ketika pindah dari Barcelona ke Paris Saint-Germain pada 3 Agustus 2017.
PSG rela menyerahkan 222 juta euro (sekitar Rp 3,86 triliun) kepada Barcelona demi memboyong Neymar.
Selain mempunyai harga jual yang sangat tinggi, Lionel Messi juga memiliki bayaran selangit.
Menurut laporan dari surat kabar Prancis, L'Equipe, Messi adalah pemain dengan bayaran tertinggi di dunia dengan gaji kotor sebesar 8,3 juta euro (sekitar Rp 144,7 miliar) per bulan.
"Jumlah gaji mencapai 99,6 juta euro per tahun tentu menjadi angka yang sangat besar bagi klub mana pun, tidak peduli seberapa besar potensi keuntungan finansial dari mendatangkan Messi," tulis pernyataan dari AS.
Sebagian artikel tayang di Bolaspot.com berjudul Rapat Darurat di Rumah Lionel Messi Selama Satu Jam