Konjungtivitis

Penulis: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Konjungtivitis atau yang dikenal juga sebagai pinkeye, adalah peradangan konjungtiva, yaitu selaput bening yang menutupi bagian putih mata (sklera) dan bagian dalam kelopak mata.


Daftar Isi


  • Informasi


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Konjungtivitis atau yang dikenal juga sebagai pinkeye, adalah peradangan konjungtiva, yaitu selaput bening yang menutupi bagian putih mata (sklera) dan bagian dalam kelopak mata.

Konjungtivitis paling sering menyerang anak-anak, karena penyakit mata ini bisa menyebar dengan cepat di sekolah dan tempat penitipan anak.

Namun, konjungtivitis jarang berakibat serius, apalagi bila ditemukan dan diobati dengan cepat.

Konjungtivitis paling sering menyerang anak-anak, karena penyakit mata ini bisa menyebar dengan cepat di sekolah dan tempat penitipan anak.

Baca: Hirsutisme

  • Penyebab


Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab di balik konjungtivitis, antara lain:

  • Infeksi oleh virus atau bakteri.
  • Reaksi alergi terhadap hal-hal, seperti serbuk sari, debu, atau asap.
  • Alergi khusus yang memengaruhi orang yang mengenakan lensa kontak.
  • Reaksi terhadap obat tetes mata.
  • Iritan terhadap shampoo, kotoran, asap, dan klorin.
  • Jamur, amuba, dan parasit.

Konjungtivitis juga kadang-kadang disebabkan oleh penyakit menular seksual (PMS).

Gonore dan Chlamydia adalah contoh PMS yang bisa menyebabkan konjungtivitis.

Baca: Anosmia

  • Gejala


Gejala konjungtivitis beragam tergantung dengan jenis dan penyebabnya.

Secara umum, gejala-gejala konjungtivitis adalah:

  • Mata merah di satu atau kedua mata.
  • Mata juga sering terasa gatal dan seperti ada pasir.
  • Mata dapat mengeluarkan cairan kental yang membentuk kerak pada malam hari, sehingga menyulitkan kamu membuka mata di pagi hari.
  • Dapat juga ditemukan pembesaran kelenjar getah bening

  • Penanganan


Penanganan dilakukan tergantung penyebabnya.

Konjungtivitis bakterial bisa diatasi dengan pemberian obat tetes mata atau salep antibiotik, sedangkan pada konjungtivitis yang disebabkan oleh gonorrhea atau klamidia, diperlukan antibiotik oral.

Untuk konjungtivitis viral, dokter tidak akan memberikan antibioitik, karena biasanya bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu satu sampai tiga minggu.

Ilustrasi mata merah (depositphotos)

Konjungtivitis karena alergi ditangani dengan pemberian vasokonstriktor, antihistamin, dan tetes mata steroid.

Penanganan umum bersifat simtomatik untuk segala jenis konjungtivitis, yaitu kompres mata dengan air hangat 5-10 menit 4 kali sehari untuk meringankan rasa tidak nyaman.

Selain itu, dapat juga diberikan air mata buatan.

Bagi pengidap konjungtivitis yan mengenakan lensa kontak, dianjurkan untuk tidak mengenakan lensa kontak sampai mata benar-benar sembuh.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)



Informasi


Penyakit Konjungtivitis


Menyerang Bagian dalam kelopak mata


Faktor Risiko Menggunakan lensa kontak


Paparan dari seseorang yang terinfeksi virus atau bakteri konjungtivitis


Terpapar sesuatu yang membuat kamu alergi


Sumber :


1. www.halodoc.com/kesehatan/konjungtivitis


Penulis: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer