Kisruh dengan Barcelona Belum Usai, Status Kapten Lionel Messi Keburu Dicopot oleh Ronald Koeman

Penulis: Haris Chaebar
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sergi Roberto, Lionel Messi, Sergio Busquets dan Gerard Pique. Kuartet empat kapten tim Barcelona dengan Messi sebagai kapten utama.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Berbagai perbedaan dan konflik dalam beberapa musim terakhir membuat langkah Lionel Messi pergi dari Barcelona semakin nyata.

Hubungan antara Lionel Messi dan Barcelona semakin memburuk dari hari ke hari dan setiap akhir musim selalu menjadi persoalan pelik.

Ribut-ribut jelang musim 2020-21 antara kubu Lionel Messi dan manajemen Barcelona pimpinan Presiden Josep Maria Bartomeu berpuncak pada interpretasi kontrak sang kapten.

Pihak Messi menilai, klausul pelepasan 700 juta euro yang melekat pada pemain kelahiran Rosario, Argentina itu tak berlaku pada jeda musim ini.

Sedangkan Barcelona tetap bersikeras tak ada perubahan, mengingat di kontrak tertulis batas kadaluwarsa adalah Juni, bukan Agustus 2020.

Sontak saja, friksi Messi vs manajemen Barcelona membuat dinamika di dalam tim mengalami pergeseran.

Sebelumnya, manajemen Barcelona via pelatih baru, Ronald Koeman sudah menegur Messi bahwa sang kapten harus bekerja lebih keras dan akan kehilangan hak-hak istimewa untuk musim 2020-21.

Isu kepergian Lionel Messi dari Barcelona yang sangat kencang pun disebut akan menimbulkan perubahan hierarki kepemimpinan dalam skuad berjuluk Los Cules tersebut.

Baca: Pasca Dialog dengan Presiden Barcelona Berakhir Buntu, Lionel Messi dan Agen Lakukan Rapat Darurat

Baca: Dikabarkan Mulai Menyerah dengan Barcelona, Mengapa Saga Transfer Lionel Messi Berujung Antiklimaks?

Beberapa media melaporkan, bertahan atau tidaknya Lionel Messi tidak akan mengubah terjadinya pergeseran kapten di tim Barcelona saat ini.

Messi sendiri sudah menjadi kapten Barcelona sejak 2018.

Penyerang berusia 33 tahun ini menggantikan gelandang legendaris Barcelona kala itu, Andres Iniesta.

Iniesta yang merupakan jebolan tim muda Barcelona ini memperkuat tim senior Barca dalam periode 1 Juli 2002 hingga 1 Juli 2018.

Andres Iniesta membela Barcelona dalam 674 penampilan di semua kompetisi.

Iniesta juga sanggup menyumbangkan 57 gol dan 141 assist di berbagai ajang untuk Barcelona.

Bersama Lionel Messi, Iniesta membawa Barcelona memenangi 9 gelar Liga Spanyol.

Messi dan Iniesta juga mengantarkan Barcelona empat kali menjuarai Liga Champions.

Sebuah keputusan tepat dari Barcelona memilih Messi sebagai kapten tim selanjutnya setelah Iniesta memilih bergabung dengan tim Liga Jepang, Vissel Kobe.

Lionel Messi dan Andres Iniesta. Mengangkat trofi Liga Champions musim 2008-09. (Twitter.com/Wearemessi)

Sejak kepergian Iniesta, Lionel Messi naik kasta menjadi kapten utama dan mempunyai tiga wakil kapten, yakni Sergio Busquets, Gerard Pique, dan Sergi Roberto.

Dikutip dari pemberitaan AS, Ronald Koeman telah menentukan kapten baru bagi Barcelona apabila Lionel Messi resmi hengkang.

Kapten pilihan Koeman adalah bek tengah Barcelona, Gerard Pique.

Sialnya bagi Messi, meski Barcelona sangat terang-terangan ingin menahan agar La Pulga tak pindah, peluang dirinya untuk digeser sebagai kapten juga tetap besar.

Gerard Pique merupakan satu-satunya pemain Barcelona yang menerima tanggung jawab menghadapi media usai Barca dicukur 2-8 oleh Bayern Muenchen pada laga perempat final Liga Champions 2019-2020.

Gerard Pique juga pemain muda dari akademi Barcelona.

Pique sempat dijual dari Barcelona U-19 ke Manchester United pada 1 Juli 2004.

Namun, Pique kembali ke Barcelona pada 1 Juli 2008.

Ronald Koeman, pelatih Barcelona. (AFP)

Bersama Andres Iniesta dan Lionel Messi, Pique mengangkat trofi Si Kuping Besar pada 2009, 2011, dan 2015.

Gerard Pique juga mempunyai tiga wakil kapten.

Pique akan didukung oleh tiga wakilnya, yakni Sergio Busquets, Sergi Roberto, dan Marc-Andre ter Stegen.

Ter Stegen masuk ke dalam daftar karena dianggap sebagai sosok yang dihormati di ruang ganti dan selalu bersedia mengambil tanggung jawab ekstra saat dibutuhkan.

Sejauh ini, Lionel Messi baru dua musim menjabat sebagai kapten Barcelona.

Messi masih kalah dibandingkan dengan Andres Iniesta yang memimpin Barca dalam periode 2015-2018.

Iniesta menggantikan tugas Xavi Hernandez yang sekadar menjadi kapten pada 2014 hingga 2015.

Baca: Rapat Alot 2 Jam Agen Lionel Messi dan Presiden Bartomeu, Seperti Ini Hasilnya

Baca: Jika Pindah, Lionel Messi Dicap Sebagai Pengkhianat Paling Besar di Dunia Sepak bola, Ini alasannya

Namun, Iniesta, Xavi, dan Messi tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kapten terhebat Barcelona sepanjang sejarah.

Sosok tersebut adalah Carles Puyol.

Puyol merupakan pemain yang paling lama mengemban tugas sebagai kapten Barcelona, yakni dari 2004 sampai 2014.

Bek tengah legendaris Barcelona ini cuma membela Barca di sepanjang kariernya.

Carles Puyol promosi dari tim muda ke tim senior Barcelona pada 1 Juli 1999.

Dalam era kepemimpinan Puyol, Barcelona meraih 17 gelar, termasuk tiga kali menguasai Liga Champions pada 2006, 2009, dan 2011.

Ada 'kongkalikong' Bartomeu dan Koman untuk depak Messi

Selain Messi, ada empat pemain yang diusik oleh pelatih baru Barcelona, Ronald Koeman untuk rencana tim musim 2020-2021.

Keempat pemain tersebut adalah Luis Suarez, Arturo Vidal, Ivan Rakitic, dan Samuel Umtiti.

Rakitic saat ini sudah resmi ke Sevilla dan Suarez dikabarkan semakin dekat ke Juventus.

Pembahasan soal hubungan renggang antara Barcelona dan Lionel Messi terus memanas.

Messi, yang kontraknya akan habis pada 30 Juni 2021, tidak mau memperpanjang masa baktinya di Barcelona.

Baca: Manchester City Sudah Merancang Acara Perkenalan Lionel Messi, Walau Belum Sepakat dengan Barcelona

Baca: Difitnah Merebut Nomor Punggung 10 Lionel Messi di Barcelona, Martin Braithwaite Beri Pembelaan

Kapten Barcelona ini meragukan proyek yang dibangun Josep Maria Bartomeu dan Ronald Koeman.

Adapun Barcelona hanya mau melepas Messi pada bursa transfer musim panas 2020 apabila ada yang mau menebus klausul pelepasan sang megabintang, yakni 700 juta euro (sekitar Rp 12,1 triliun).

Rupanya, Bartomeu dan Koeman memang menginginkan Messi hengkang dari Barcelona.

Presiden Josep Bartomeu (kiri) ketika memperkenalkan pelatih baru Barcelona, Ronald Koeman. (AFP/Joan Monfort)

Expert sepak bola Spanyol, Terry Gibson, mengutarakannya kepada media Inggris, Sky Sports.

"Sekarang adalah pertanda bahwa akan ada perang antara Barcelona dan Messi," kata Terry Gibson melansir dari Sky Sports.

"Jika Anda bertanya kepada saya apa yang akhirnya akan terjadi, maka saya pikir Manchester City kini menjadi klub terdepan untuk mendapatkan Messi."

"Sebagian dari diri saya berpikir Bartomeu dan Koeman ingin melihat Messi pergi."

"Mereka ingin menghapus tagihan gaji Messi dan Barcelona perlu dibangun kembali."

"Akan tetapi, saya pikir Manchester City bukan harus membayar 600 atau 700 juta euro, melainkan 100 juta euro."

"Jika Barcelona bisa mendapatkan biaya transfer dari Manchester City, menghapus tagihan gaji Messi, dan mencoba menyalahkan Messi, maka itu merupakan hasil yang diharapkan Bartomeu dan Koeman."

"Saya merasa dengan melewatkan tes medis dan tidak mengikuti sesi latihan, sulit bagi Messi utuk kembali dan bertahan di Barcelona," ucap Gibson menambahkan.

Media Spanyol, AS, menilai tak akan ada klub yang dapat menebus Lionel Messi dengan mahar 700 juta euro.

Lionel Messi dan Neymar, pernah membentuk kolaborasi luar biasa di Barcelona. Messi hampir selalu meminta Barcelona memulangkan Neymar, namun manajemen belum mampu wujudkan transfer tersebut. (AFP)

Saat ini, rekor transfer pemain termahal di dunia masih dipegang oleh Neymar.

Neymar mengguncang dunia sepak bola ketika pindah dari Barcelona ke Paris Saint-Germain pada 3 Agustus 2017.

PSG rela menyerahkan 222 juta euro (sekitar Rp 3,86 triliun) kepada Barcelona demi memboyong Neymar.

Selain mempunyai harga jual yang sangat tinggi, Lionel Messi juga memiliki bayaran selangit.

Menurut laporan dari surat kabar Prancis, L'Equipe, Messi adalah pemain dengan bayaran tertinggi di dunia dengan gaji kotor sebesar 8,3 juta euro (sekitar Rp 144,7 miliar) per bulan.

"Jumlah gaji mencapai 99,6 juta euro per tahun tentu menjadi angka yang sangat besar bagi klub mana pun, tidak peduli seberapa besar potensi keuntungan finansial dari mendatangkan Messi," tulis pernyataan dari AS.

(Tribunnewswiki.com/Ris)

Sebagian artikel tayang di Bolaspot.com berjudul Ronald Koeman Tunjuk Pengganti Lionel Messi Jadi Kapten Baru di Barcelona



Penulis: Haris Chaebar
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer