Meski musim menjadi pendek karena pandemi Covid-19, ada banyak hal tak terduga yang terjadi.
Absennya Marc Marquez karena cedera dianggap membuat gelaran kelas premier semakin seru karena pemenangnya susah ditebak.
Pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, masih memimpin klasemen dengan 70 poin.
Di belakangnya ada pembalap Ducati Team, Andrea Dovizioso, yang memperoleh 67 poin.
Beberapa pembalap muda juga bersinar dan mendapatkan kemenangan, misal Fabio Quartararo (21 tahun), Brad Binder (25 tahun), dan Miguel Oliveira (25) tahun.
Dovizioso pun buka suara mengenai situasi ini.
Baca: Andrea Dovizioso Tinggalkan Ducati, Akhiri Kerja Sama selama 8 Tahun
"Mereka pembalap bagus. Kita sedang mengalami situasi spesial di MotoGP kali ini," kata Dovi, dikutip dari Speedweek.
"Jika kita melihat tim satelit, mereka [menggunakan] motor spek tim pabrikan, bila tidak 100 persen, setidaknya 95 persen."
Dia mengatakan bahwa meski warna motor berbeda, tidak selalu ada perbedaan antara motor tim satelit dengan tim pabrikan.
"Beberapa hal menyatu: Mereka adalah pembalap yang sangat kuat yang juga memiliki kesempatan, berkebalikan dengan masa lalu."
"Kalian bisa menunjukkan performa bagus di tim satelit, tetapi tidak dapat terus berada di depan selama semusim penuh."
Baca: Mantan Pembalap MotoGP Carlos Checa Ingin Valentino Rossi Juarai Musim 2020
"Namun, sekarang kalian memiliki pilihan yang sama. Karena pabrikan berada di belakangnya, pembalap di tim satelit hampir selalu menandatangani kontraknya dengan pabrika, ada hubungan langsung. Jadi bukan masalah bila seorang pembalap satelit berada di depan pembalap pabrikan.
Di luar dugaan, KTM berhasil menunjukkan performa gemilang pada musim ini.
Mereka sudah meraih dua kemenangan (Binder dan Oliveira) dan ada Pol Espargaro yang mendapat pole position dan podium ketiga.
Terkait dengan hal ini, pembalap Italia itu kembali berkomentar.
"Tak ada yang mengiranya, bahkan jika Binder melaju cepat setelah kesalahan di balapan pertama di Jerez, yang lebih cepat tiga sampai empat persepuluh daripada aku.
Baca: Pertama Kali dalam 38 Tahun, Pembalap Honda Tak Mampu Raih Podium di 5 Seri MotoGP
"Artinya, dia akan finis setidaknya di tempat kedua atau mungkin bertarung dengan Quartararo."
"Setiap orang berharap KTM mengalami peningkatan, tetapi tidak sedrastis itu."
Juan Martinez berkata kepada media olahraga Spanyol, Marca, bahwa dirinya terkejut dengan banyaknya masalah yang dihadapi Yamaha saat ini.
Juan Martinez adalah salah satu mantan mekanik MotoGP yang paling berpengalaman dan pernah menangani Sete Gibernau dan Nicky Hayden.
Dikutip dari GPOne, dia saat ini melakoni peran sebagai komentator di DAZN Spanyol.
Yamaha sangat menderita di Red Bull Ring dan bahkan salah satu pembalap utamanya, Maverick Vinales, mengalami rem blong di seri kedua.
"Itu benar, dari luar terlihat aneh karena ada banyak masalah yang terjadi di tim seperti Yamaha. Itu adalah detail atau masalah kecil. Namun, itu adalah indikasi adanya banyak kekacauan di dalamnya," kata Martinez, dikutip dari GPOne.
Baca: Maverick Vinales Jelaskan Soal Insiden Rem Motor Meledak dan Blong di MotoGP Styria
Mekanik itu memfokuskan pada kerusakan rem yang aneh yang diderita Maverick Vinales.
"Kita tidak tahu apakah rem itu mengalami proses oksidasi karena suhu."
"Tampaknya para mekanik telah mendeteksinya setelah balapan pertama (dan untuk alasan ini mereka menyarankan sistem baru kepada Maverick."
"Namun, tampaknya tak ada sirkuit lain yang bisa menguji rem itu. Misano tidak, Barcelona mungkin, tetapi tak sebanyak di Red Bull Ring."
Juan Martinez juga tidak yakin masalah mesin, yang muncul pada seri-seri awal musim, telah benar-benar teratasi.
Baca: Yamaha Kalah dari Suzuki di Dua Balapan Terakhir, Valentino Rossi Jelaskan Penyebabnya
"Dengan jumlah mesin mereka yang tidak mencukupi, saya tidak akan terkejut jika dalam beberapa balapan [mereka] akan memulainya dari pit lane. Mereka mungkin bisa menggunakan mesin paling berisiko hanya untuk tes."