Difitnah Merebut Nomor Punggung 10 Lionel Messi di Barcelona, Martin Braithwaite Beri Pembelaan

Penulis: Haris Chaebar
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Martin Braithwaite dan Lionel Messi.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Saga transfer Lionel Messi yang ingin keluar dari Barcelona mengisi hampir setiap headline berita olahraga saat ini.

Pertarungan antara kubu Lionel Messi dan manajemen Barcelona terjadi secara blak-blakan diketahui publik.

Berawal dari manajemen Barcelona memasang pelatih baru Ronald Koeman untuk "melucuti" status istimewa Lionel Messi, hingga munculnya faks dari pihak pemain berjuluk La Pulga itu untuk mundur dari Barcelona.

Puncaknya adalah ketika Lionel Messi tak hadir pada tes PCR Covid-19 Barcelona, Minggu (30/8/2020) untuk memulai pramusim klub.

Namun, diluar sengketa Messi vs Barcelona, ada beberapa pihak yang sepertinya sengaja menambah-nambahi bensin dalam pusara perseteruan tersebut.

Beberapa waktu lalu, penyerang cadangan Barcelona, Martin Braithwaite diisukan mengajukan permintaan ke klub untuk merebut nomor punggung 10 milik Lionel Messi.

Kabar tersebut sempat menambah keriuhan dalam konflik antara Lionel Messi dan manajemen Barcelona.

Braithwaite yang hanya pemain cadangan dan sebenarnya sangat tidak diinginkan oleh Lionel Messi untuk dibeli oleh Barcelona, dianggap sangat lancang terhadap sosok penting seperti Messi.

Rumor itupun mulai menemukan titik terang, setelah Braithwaite angkat bicara.

Nama Braithwaite ikut terbawa dalam ramainya pemberitaan Messi karena dianggap ingin mendapatkan nomor punggung 10 di Barcelona.

Baca: Martin Braithwaite

Baca: Debut Memukau dan Dipeluk Messi, Martin Braithwaite Enggan Cuci Jersey-nya

"Tentu saja saya tidak datang ke Barcelona untuk meminta nomor punggung Messi," kata Martin Braithwaite.

"Hal tersebut sangat tidak sopan."

"Saya benar-benar merasa bahwa orang-orang yang mengemukakan cerita semacam ini sangat tidak menghargai orang lain."

"Banyak hal yang ditulis tentang Messi dan saya tidak tahu apa yang terjadi."

"Saya hanya bisa mengatakan bahwa Messi adalah pemain dan pribadi hebat untuk menjadi rekan satu tim."

"Tidak perlu dibicarakan lagi apa yang bisa Messi lakukan sebagai pesepak bola. Dia sudah menunjukkannya setiap akhir pekan."

"Messi adalah salah satu pemain terbaik yang pernah ada."

"Tentu saja akan menjadi sebuah kehilangan bagi Barcelona jika Messi pergi," ucap Braithwaite melansir dari B.T via Bolaspot.com berjudul Jawaban Braithwaite soal Khianati Lionel Messi dan Ingin Rebut Nomor 10 Barcelona.

Martin Braithwaite, penyerang cadangan Barcelona. (Media resmi Barcelona)

Martin Braithwaite saat ini menggunakan nomor punggung 19 di Barcelona.

Saat masih berkostum Leganes, Braithwaite mengenakan angka tujuh di kausnya.

Akan tetapi, sebenarnya Martin Braithwaite memang pernah akrab dengan nomor punggung 10 dalam karier sebagai pesepak bola.

Ketika memperkuat Middlesbrough, klubnya sebelum ke Leganes, Martin Braithwaite dipercaya mengenakan kostum bernomor 10.

Namun, nomor kostum 10 tak berpengaruh banyak bagi produktivitas Braithwaite.

Terbukti, Braithwaite cuma membukukan tiga gol dari 17 penampilan untuk Middlesbrough di Championship alias kompetisi kasta kedua Liga Inggris musim 2018-2019.

Menariknya, Lionel Messi sama seperti Martin Braithwaite karena sempat menggunakan nomor punggung 19 di Barcelona.

Messi akhirnya resmi memakai nomor 10 di Barcelona usai Ronaldinho hengkang pada musim 2008-2009.

Martin Braithwaite dibeli Barcelona dari Leganes pada 20 Februari 2020.

Barcelona mengeluarkan dana 18 juta euro (sekitar Rp 312 miliar) untuk merekrut Braithwaite.

Sosok kelahiran Esbjerg, Denmark, 29 tahun silam ini memiliki kontrak di Barcelona hingga 30 Juni 2024.

Martin Christensen Braithwaite, direkrut Barcelona pada tengah musim 2019-20. (Instagram @braithwaite_no1)

Selama berseragam Barcelona, Martin Braithwaite telah diturunkan dalam 11 pertandingan.

Braithwaite hanya pernah merumput bareng Barcelona di Liga Spanyol.

Secara keseluruhan, Braithwaite mencicipi 403 menit di atas lapangan.

Martin Braithwaite empat kali beraksi sebagai pemain inti dan tujuh kali merumput dari bangku cadangan.

Baca: Tak Dibela Otoritas Liga Spanyol, Lionel Messi Makin Kisut: Beranikah Seret Barcelona ke Pengadilan?

Baca: 2 Ucapan Ronald Koeman Ini Diduga Jadi Alasan Lionel Messi Marah, Makin Ingin Pindah dari Barcelona

Braithwaite sejauh ini baru mengukir satu gol untuk Barcelona.

Satu-satunya gol Braithwaite muncul ketika Barcelona mengempaskan RCD Mallorca 4-0 di Stadion Son Moix, 13 Juni 2020 lalu.

Martin Braithwaite menciptakan gol pada menit ke-37 usai menerima operan Lionel Messi.

Peluang Messi jika ingin tetap pindah: pengadilan

Saga peperangan antara Lionel Messi dan manajemen Barcelona mulai menuju titik klimaks.

Peperangan diawali oleh kepindahan Neymar ke Paris Saint-Germain pada 2017, pemecatan Valverde hingga hasil buruk musim 2019-20.

Lionel Messi dan beberapa pemain senior menganggap manajemen Barcelona tidak kompeten memenuhi keinginan mereka mulai dari pemilihan pelatih hingga perekrutan pemain.

Sedangkan disisi lain, manajemen Barcelona tak bergeming dan seakan kontras dengan idealisme ataupun opini yang sering diutarakan para pemain, terutama dari Lionel Messi.

Munculnya faks atau surat elektronik pengunduran Lionel Messi beberapa hari lalu semakin menebalkan permusuhan antara kedua kubu di klub berjuluk Los Cules tersebut.

Salah satu yang menjadi pengganjal bagi hubungan antara Lionel Messi dan Barcelona adalah klausul pelepasan dan klausul bebas transfer dalam kontrak.

Piha Messi menilai, klausul pelepasan telah kadaluarsa pada Agustus ini atau akhir musim 2019-20.

Sedangkan Barcelona tetap berpegang teguh bahwa di kontrak Messi, yang dimaksud akhir musim adalah Mei-Juni, dengan mengabaikan adanya Covid-19 yang membuat jadwal Liga Spanyol musim lalu ikut molor.

Sepertinya, usaha Messi untuk pergi secara gratis atau tanpa klausul pelepasan mustahul terjadi musim panas 2020 ini.

Pernyataan resmi dari Otoritas Liga Spanyol, LaLiga, menjadi kabar buruk bagi pihak pemain berjuluk La Pulga itu.

Baca: Kongkalikong Presiden Barcelona dan Ronald Koeman Berandil Besar Keinginan Lionel Messi Pindah

Baca: Saga Kontrak Messi: Tak Mau Liga Spanyol Makin Sepi Peminat, Otoritas LaLiga Berpihak ke Barcelona

LaLiga menyebutkan bahwa klausul kontrak pelepasan Messi senilai 700 juta euro (sekitar Rp 12,2 triliun) masih berlaku.

Hal tersebut membuat Messi harus gigit jari karena dirinya tak bisa pergi secara cuma-cuma pada musim panas 2020 ini.

Lionel Messi. Beredar foto surat pengajuan pemutusan kontrak dari Lionel Messi terhadap manajemen klub Barcelona. (Kolase AFP dan Tuttomercatoweb)

Selain itu, kepergian Messi dari Barcelona bisa terhalang karena mustahil ada klub yang mampu membayar sebesar itu.

Kalau ada pun, klub tersebut tentu akan berususan dengan UEFA terkait aturan Financial Fair Play.

Melansir pemberitaan Daily Mirror, hanya ada satu cara yang mungkin bisa diambil Messi.

Cara tersebut adalah dengan menempuh jalur hukum dan mengajukan banding kepada Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Akan tetapi, langkah pemain 33 tahun itu untuk bertarung di ranah hukum tentu akan cukup sulit.

Pasalnya, bukan hanya Barcelona yang kemungkinan akan berat melepaskan Messi.

LaLiga, sebagai penyelenggara Liga Spanyol, pun pasti akan berusaha sebisa mungkin agar Messi tidak hengkang dari Liga Spanyol.

LaLiga menyatakan bahwa mereka "berada" di pihak Barcelona.

Secara tidak langsung, kepergian Lionel Messi tak hanya akan berdampak drastis bagi Barcelona, namun juga untuk Liga Spanyol dan sepak bola negeri matador itu secara luas.

Keberadaan Messi di Liga Spanyol setidaknya akan membuat suporter atau pecinta sepak bola tetap menyimpan satu dari jutaan alasan untuk tetap mengikuti atau menonton Liga Spanyol.

Dengan popularitas sebagai salah satu pemain terbaik di dunia, keberadaan Lionel Messi adalah magnet besar bagi pecinta sepak bola, entah yang datang langsung ke stadion atau menyaksikan laga di siaran televisi.

Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. (AFP)

Tindakan LaLiga yang menegaskan bahwa Barcelona adalah pemilik sah Lionel Messi dan klub-klub lain harus menghormati isi kontrak jika ingin membeli sang bintang merupakan upaya pamungkas menjaga agar Liga Spanyol tetap memiliki peminat luas.

Kepergian Cristiano Ronaldo pada 2018 tak ingin kembali menjadi blunder kedua LaLiga.

Rivalitas Ronaldo vs Messi dalam balutan Real Madrid vs Barcelona atau El Clasico telah sukses menjaga pamor Liga Spanyol dalam kurun satu dekade terakhir untuk tetap relevan, ditengah semakin raksasanya Liga Inggris dari hari ke hari.

Kepergian Ronaldo ke Juventus pun melenyapkan setengah api di Liga Spanyol dan sukses membuat Juventus serta Liga Italia untuk kembali semakin dibicarakan setelah kedatangan superstar tersebut.

Saat ini, LaLiga sedang aktif membuka pasarnya untuk penonton di Asia dan Amerika Serikat.

Kehilangan Messi, yang merupakan salah satu magnet terbesarnya pasca kehilangan Ronaldo dua tahun lalu, tentu merupakan langkah mundur bagi eksposur Liga Spanyol yang sedang bersaing dengan Liga Inggris dan Liga Italia dalam menjaring fans di luar benua Eropa.

Selain itu, Messi juga bisa saja terancam sanksi dari FIFA, jika benar-benar pergi dari Barcelona.

Menurut FIFA, Messi bisa terkena sanksi ganti rugi kepada Barcelona dan batal untuk pergi dari klub.

Selain itu, kapten timnas Argentina tersebut juga bisa membuat Barcelona diberi sanksi berupa embargo transfer.

Lalu, akankah Messi benar-benar mengambil langkah hukum untuk menyelesaikan masalahnya dengan Barcelona?

(Tribunnewswiki.com/Ris)



Penulis: Haris Chaebar
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer