Selama di negara Balkan tersebut, Timnas Indonesia U-19 akan menjalani turnamen ujicoba dengan beberapa negara pada 2-8 September 2020.
Garuda Muda Nusantara besutan pelatin Shin Tae-yong mengambil Kroasia sebagai tempat untuk TC dan rencananya sekaligus untuk mendarat ke venue Piala Asia U-19 2020 nanti pada pertengan Oktober.
Sebenar lagi, publik Indonesia akan segera melihat seperti apa racikan Shin Tae-yong untuk Indonesia, meski baru di level U-19 karena tim senior belum ada laga dalam waktu dekat.
Shin Tae-yong sendiri dikenal sebagai pelatih yang keras dan disiplin.
Di awal-awal penunjukkan sebagai pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong langsung mengomentari persoalan fisik terkait kebugaran dan buruknya stamina pemain Indonesia.
Mantan pelatih Timnas Korea Selatan itu pun secara terang-terangan mengkritik para pemain Timnas Indonesia yang tidak disiplin dalam menjaga pola makan.
Namun, tak hanya sampai disitu.
Baca: Kaos Kaki Beda Warna, Cara Latihan Unik Shin Tae-yong Antisipasi Kelemahan Timnas Indonesia U-19
Baca: Timnas Indonesia U-19 Bersiap TC ke Kroasia, Piala Asia U-19 2020 Terancam Diundur Akibat Covid-19
Terbaru, Shin Tae-yong menunjukkan sisi profesionalitas sejati terkait kedisiplinan di Timnas Indonesia.
Diketahui, Shin Tae-yong mencoret dua pemain sebelum Timnas Indonesia U-18 berangkat ke Kroasia untuk melanjutkan pemusatan latihan (TC).
Kedua pemain timnas U-19 Indonesia yang ditendang yakni Serdy Ephyfano (Bhayangkara FC) dan Ahmad Afhridzal (Vamos Indonesia).
Serdy dan Rizal dicoret oleh Shin Tae-yong karena terlambat ikut berlatih bersama timnas U-19 Indonesia di Stadion Madya, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (29/8/2020).
Mengapa kedua pemain ini dicoret dan tidak ikut ke Kroasia, meski segala administrasi sudah siap membawa keduanya pergi ke Kroasia?
Mengutip dari pemberitaan Bolasport.com, ternyata Serdy dan Afhridzal masih tertidur pulas di saat para pemain timnas U-19 Indonesia sudah mulai bersiap berangkat ke Stadion Madya.
Serdy dan Rizal pun langsung menyusul rekan-rekannya itu, tetapi terlambat 10 menit.
Keduanya dikabarkan langsung meminta maaf ke Shin Tae-yong karena terlambat akibat telat bangun.
Baca: Keras dan Disiplin, Shin Tae-yong Terapkan Latihan 3 Kali Sehari untuk Skuat Timnas Indonesia U-19
Baca: Demi Piala Dunia U-20 2021, Shin Tae-yong Siapkan Penyerang Berbadan Tinggi di Timnas Indonesia U-19
Pelatih asal Korea Selatan itu memutuskan langsung mencoret kedua pemain tersebut dan tidak dibawa ke Kroasia walaupun PSSI sudah menyediakan tiket serta membuatkan visa.
Terkait dengan pemulangan pemain indisipliner, PSSI senada dengan Shin Tae-yong.
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan bahkan telah mempersilahkan untuk Shin Tae-yong mencari penggantinya
Bahkan PSSI pun saat ini sudah menyiapkan tiket pesawat dan visa untuk calon pemain timnas U-19 Indonesia pengganti Serdy dan Afhridzal.
"Ya nanti kami persilahkan yang bersangkutan (pelatih) untuk mencari pemain yang bisa dipanggil ke timnas U-19 Indonesia."
"Tiket sudah kami siapkan visa juga sudah disiapkan tetapi demi kemajuan tim saya persilahkan Shin Tae-yong untuk melakukan itu (pemanggilan)," ucapnya kepada wartawan di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (29/8/2020).
Dan pada Jumat (28//8/2020) lalu, timnas U-19 Indonesia telah menjalani sesi TC terakhir di Indonesia.
Namun dalam sesi latihan tersebut, ada pemandangan yang cukup menarik.
Para penggawa timnas U-19 Indonesia mengenakan kaos kaki unik.
Beberapa pemain menjalani latihan dengan memakai kaos kaki hitam di kaki kanan dan putih di kaki kiri, dan beberapa di antara memakai warna sebaliknya.
Rupanya, pemakaian kaos kaki yang berbeda ini bukan salah pakai atau tak disengaja.
Shin Tae-yong menuturkan bahwa hal tersebut adalah metode khusus darinya untuk memperkuat kaki para pemain timnas U-19 Indonesia.
Pelatih asal Korea Selatan itu menjelaskan bahwa masing-masing pemain diminta untuk menandai kaki lemah mereka dengan warna kaos kaki agar ditingkatkan kemampuannya.
"Saya sengaja itu agar bisa tahu kali mana yang kuat untuk diberikan peningkatan pada kaki yang lemah,” tutur Shin Tae-yong..
Timnas U-19 Indonesia sendiri dijadwalkan akan bertolak ke Kroasia pada Sabtu (29/8/2020) pukul 21.00 WIB.
Namun masih ada satu pemain yakni Elkan Baggot yang belum bergabung sejak TC di Jakarta.
Elkan Baggot belum bisa menghadiri TC di Jakarta lantaran belum mengantongi izin dari klubnya, Ipswich Town.
Meski begitu, ia dikabarkan akan langsung bergabung saat timnas U-19 Indonesia mendarat di kroasia.
"Hingga saat ini perihal Elkan Baggot belum ada balasan dari klubnya," ujar Shin Tae-yong.
Shin Tae-yong pernah membawa timnas dari negaranya ke putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia.
Salah satu catatan terbaik Shin Tae-yong adalah ketika menumbangkan Jerman dengan skor 2-0 di babak grup Piala Dunia 2018.
Padahal kala itu Jerman berstatus sebagai juara bertahan dan diisi oleh pemain-pemain bintang Eropa.
Shin Tae-yong tergolong sebagai pelatih paling berprestasi yang pernah melatih timnas Indonesia dibanding sebelum-sebelumnya seperti Luis Milla apalagi Simon McMenemy.
Karakter dan cara melatih Shin Tae-yong sudah mulai dipahami oleh para pemain Timnas Indonesia U-19.
Baca: Demi Piala Dunia U-20 2021, Shin Tae-yong Siapkan Penyerang Berbadan Tinggi di Timnas Indonesia U-19
Baca: Ini Daftar 30 Pemain Timnas Indonesia U-19 untuk TC di Kroasia: 2 dari Inggris, 1 Spanyol dan Serbia
Tangan dingin Shin Tae-yong membuat salah pemain timnas U-19 Indonesia, Bayu Mohamad Fiqri, merasa sangat beruntung bisa dilatih olehnya.
Pemuda asal Banyuwangi itu sudah merasakan sendiri bagaimana kepiawan Shin Tae-yong dalam menangani sebuah tim.
Meski berwatak keras dan disiplin, Shin Tae-yong paham bagaimana cara membentuk karakter pemain menjadi lebih kuat.
“Coach Shin bagi saya itu pelatih yang sangat disiplin dan keras," ucap Fiqri melansir dari Kompas.
"Jadi coach Shin bisa dengan cepat membentuk karakter pemain Indonesia menjadi lebih kuat."
"Dia sangat tegas di Lapangan, itu yang saya suka,” tuturnya.
Di sisi lain, pengamat sepak bola nasional, M Nigara, menilai para pemain timnas U-19 Indonesa sangat beruntung karena bisa dilatih oleh Shin Tae-yong.
Wartawan olah raga senior itu menilai bahwa Shin Tae-yong tidak sekeras pelatih-pelatih asal Korea Selatan lainnya.
Baca: Redam Isu Kontroversial Timnas U-19 Naturalisasi Pemain Brasil, Berikut Ini Penjelasan dari PSSI
Baca: Isu Naturalisasi Pemain Brasil di Timnas U-19, Shin Tae-yong Lebih Memilih Putra Keturunan Indonesia
"Anak-anak kita beruntung mendapat Shin Tae-yong. Kelas Shin Tae-yong adalah kelas dunia, tapi cara melatihnya bukan seperti militan di Korea yang dengan kekerasan, dengan memaki, dengan memukul," ucap Nigara melansir dari Youtube Tribun Jabar Video.
"Menurut saya Shin Tae-yong berbeda dengan pelatih-pelatih Korea yang lain. Dia lebih soft, tidak sekasar pelatih-pelatih Korea yang lain."
"Pengalaman saya meliput Piala Presiden Tinju di Jakarta, petinju Korea kalah lawan mungkin dari petinju Indonesia."
"Begitu turun dari ring, ditonjok langsung oleh pelatihnya. Begitu kerasnya pelatih Korea. Ini untuk menciptakan kedisplinan," tuturnya.
"Ini tidak, Shin Tae-yong menurut saya sangat soft untuk ukuran Korea," pungkasnya.