Selama di negara-nya Luka Modric, Timnas Indonesia U-19 akan menjalani turnamen ujicoba pada 2-8 September 2020.
Timnas Indonesia U-19 asuhan Shin Tae-yong mengambil Kroasia sebagai tempat untuk TC dan sekaligus terbang untuk ke Piala Asia U-19 2020 di Uzbekistan ke depan.
Shin Tae-yong akan segera membuktikan racikan dia dan timnya untuk Indonesia, meski baru di level U-19 karena tim senior belum ada laga dalam waktu dekat.
Pria asal Korea Selatan itu pernah membawa timnas dari negaranya ke putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia.
Salah satu catatan terbaik Shin Tae-yong adalah ketika menumbangkan Jerman dengan skor 2-0 di babak grup Piala Dunia 2018.
Padahal kala itu Jerman berstatus sebagai juara bertahan dan diisi oleh pemain-pemain bintang Eropa.
Shin Tae-yong tergolong sebagai pelatih paling berprestasi yang pernah melatih timnas Indonesia dibanding sebelum-sebelumnya seperti Luis Milla apalagi Simon McMenemy.
Karakter dan cara melatih Shin Tae-yong sudah mulai dipahami oleh para pemain Timnas Indonesia U-19.
Baca: Demi Piala Dunia U-20 2021, Shin Tae-yong Siapkan Penyerang Berbadan Tinggi di Timnas Indonesia U-19
Baca: Ini Daftar 30 Pemain Timnas Indonesia U-19 untuk TC di Kroasia: 2 dari Inggris, 1 Spanyol dan Serbia
Tangan dingin Shin Tae-yong membuat salah pemain timnas U-19 Indonesia, Bayu Mohamad Fiqri, merasa sangat beruntung bisa dilatih olehnya.
Pemuda asal Banyuwangi itu sudah merasakan sendiri bagaimana kepiawan Shin Tae-yong dalam menangani sebuah tim.
Meski berwatak keras dan disiplin, Shin Tae-yong paham bagaimana cara membentuk karakter pemain menjadi lebih kuat.
“Coach Shin bagi saya itu pelatih yang sangat disiplin dan keras," ucap Fiqri melansir dari Kompas.
"Jadi coach Shin bisa dengan cepat membentuk karakter pemain Indonesia menjadi lebih kuat."
"Dia sangat tegas di Lapangan, itu yang saya suka,” tuturnya.
Di sisi lain, pengamat sepak bola nasional, M Nigara, menilai para pemain timnas U-19 Indonesa sangat beruntung karena bisa dilatih oleh Shin Tae-yong.
Wartawan olah raga senior itu menilai bahwa Shin Tae-yong tidak sekeras pelatih-pelatih asal Korea Selatan lainnya.
Baca: Redam Isu Kontroversial Timnas U-19 Naturalisasi Pemain Brasil, Berikut Ini Penjelasan dari PSSI
Baca: Isu Naturalisasi Pemain Brasil di Timnas U-19, Shin Tae-yong Lebih Memilih Putra Keturunan Indonesia
"Anak-anak kita beruntung mendapat Shin Tae-yong. Kelas Shin Tae-yong adalah kelas dunia, tapi cara melatihnya bukan seperti militan di Korea yang dengan kekerasan, dengan memaki, dengan memukul," ucap Nigara melansir dari Youtube Tribun Jabar Video.
"Menurut saya Shin Tae-yong berbeda dengan pelatih-pelatih Korea yang lain. Dia lebih soft, tidak sekasar pelatih-pelatih Korea yang lain."
"Pengalaman saya meliput Piala Presiden Tinju di Jakarta, petinju Korea kalah lawan mungkin dari petinju Indonesia."
"Begitu turun dari ring, ditonjok langsung oleh pelatihnya. Begitu kerasnya pelatih Korea. Ini untuk menciptakan kedisplinan," tuturnya.
"Ini tidak, Shin Tae-yong menurut saya sangat soft untuk ukuran Korea," pungkasnya.
Timnas U-19 Indonesia menggelar sesi latihan sebanyak tiga kali dalam satu hari di bawah asuhan Shin Tae-yong.
Hal itu dikonfirmasi oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Indonesia ketika menyaksikan sesi latihan timnas U-19 Indonesia di Stadion Madya, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2020).
Para pemain timnas U-19 Indonesia sudah mulai keluar dari Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta Pusat, pada pukul 06.30 WIB.
Sesi latihan pagi hari digelar untuk fokus kepada fisik pemain timnas U-19 Indonesia.
Setelah itu, para pemain timnas U-19 Indonesia kembali ke Hotel Fairmont untuk menikmati sarapan pagi.
Beberapa menu makanan dipantau secara langsung oleh Shin Tae-yong.
Semua makanan harus memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi pemain.
Sesi latihan kedua digelar pada pukul 15.30 WIB di Stadion Madya.
Pada latihan sore hari, Shin Tae-yong lebih fokus ke skill anak-anak asuhnya.
Terakhir sesi latihan digelar pada pukul 20.30 WIB di Hotel Fairmont.
Kehadiran Kemenpora dalam sesi latihan timnas U-19 Indonesia untuk melakukan pengawasan dan pendampingan dalam pengelolaan anggaran.
Seperti diketahui, Kemenpora memberikan dana bantuan ke PSSI untuk timnas U-19 Indonesia yang akan tampil di Piala Asia U-19 2020 dan Piala Dunia U-20 2021.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) Kemenpora, Yayan Rubaeni, menjadi wakil yang datang ke latihan timnas U-19 Indonesia.
Baca: Muncul Wacana Naturalisasi Pemain Brasil di Timnas U-19, Marinus Wanewar Terang-Terangan Kritik PSSI
Baca: Penjelasan Shin Tae-yong yang Langsung Coret 11 Pemain Timnas Indonesia U-19 Saat TC
Menurut Yayan, sebagaimana pesan Menpora, Zainudin Amali, bahwa proses pengawasan dan pendampingan ini penting dilakukan agar pelatnas berjalan dengan baik, khususnya untuk pengelolaan anggaran.
“Setiap MoU Pelatnas Bapak Menpora selalu menekankan bahwa pengelolaan anggaran harus dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan, karenanya hari ini kami datang ke pelatnas PSSI untuk melihat langsung dari pagi sampai malam bagaimana aktivitas pelatnas yang difasilitasi APBN.”
“Hal ini perlu dilakukan agar pengelolaan anggaran sesuai ketentuan dan MoU yang sudah disepakati dan tandatangani," kata Yayan.
Kemenpora juga akan melakukan pendampingan kepada tim administrasi timnas U-19 Indonesia dalam pengelolaan anggaran.
“Jangan sampai ketika ada kendala administrasi jadi menganggu proses pelatnas, jika ada kesulitan maka kami dari Kemenpora RI akan melakukan pendampingan.”
“Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PSSI yang sudah kooperatif dan terbuka terhadap pengawasan dan pendampingan," kata Yayan.
Yayan juga menyampaikan untuk proses pendampingan dan pengawasan ini akan dilakukan kepada seluruh cabang olahraga yang menerima bantuan dari Kemenpora.
“Proses pengawasan dan pendampingan akan kita lakukan kepada seluruh cabang olahraga penerima dana pelatnas tahun 2020," kata Yayan yang juga sebagai Kepala Bagian Humas Kemenpora RI.
Setelah TC di Jakarta, rencananya timnas U-19 Indonesia akan melanjutkan pemusatan latihan di Kroasia pada akhir Agustus 2020.
Sebelum berangkat ke Kroasia, para pemain, pelatih, dan ofisial timnas U-19 Indonesia melakukan swab test untuk memastikan seluruh komponen tim tidak terkena virus Covid-19.
Timnas U-19 Indonesia akan menjalani turnamen melawan Bulgaria, Arab Saudi, dan tuan rumah Kroasia.
Setelah dari Kroasia, rencananya timnas U-19 Indonesia langsung bertolak ke Uzbekistan untuk berlaga di Piala Asia U-19 2020 pada 14-31 Oktober mendatang.
Sebagian artikel tayang di Bolasport.com Pemain Timnas U-19 Ini Senang Dilatih Shin Tae-yong yang Keras dan Disiplin