Hari Ini dalam Sejarah: Amendemen Ke-19 Konstitusi AS Disahkan, Berikan Hak Pilih kepada Perempuan

Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Para perempuan di Amerika Serikat berunjuk rasa pada Februari 1913. Mereka meminta diberikan hak pilih dalam pemilu.


Daftar Isi


  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Amendemen Ke-19, yang menjamin hak pilih perempuan, diberlakukan secara formal ke dalam Konstitusi Amerika Serikat (AS) pada 26 Agustus 1920.

Amendemen itu merupakan puncak perjuangan para perempuan yang selama lebih dari 70 tahun berusaha mendapatkan hak pilih dalam pemilu.

Dua bagian dari amendemen berbunyi sederhana: "Hak warga negara Amerika Serikat untuk memilih tidak boleh ditolak atau dibatasi oleh Amerika Serikat atau Negara Bagian mana pun atas dasar jenis kelamin" dan "Kongres harus memiliki kekuatan untuk menegakkan pasal ini dengan undang-undang yang sesuai."

Gerakan hak pilih perempuan AS sudah dimulai pada pertengahan abad ke-19.

Gerakan ini diiniasai oleh para perempuan yang aktif secara politik melalui kerja mereka di gerakan penghapusan perbudakan dan penolakan terhadap konsumsi alkohol.[1]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Koran New York Sun Menerbitkan Artikel Hoaks, Disebut The Great Moon Hoax

  • Kemunculan gerakan


Gerakan hak pilih perempuan berawal dari Seneca Falls Convention.

Pada tahun 1840, Lucretia Mott dan Elizabeth Cady Stanton dilarang mengikuti Konferensi Anti-Perbudakan Dunia di London.

Pelarangan ini membuat mereka berencana menggelar Kongres Perempuan di AS.

Delapan tahun kemudian, Elizabeth menulis "The Declaration of Sentiments" dan menyajikannya di Seneca Falls Convention.[2]

Saat itu, sekitar 300 aktivis, perempuan dan laki-laki, berkumpul untuk mendiskusikan keadaan perempuan dan merencang strategi agar para perempuan bisa mendapat hak sosial dan politik.

Meski hak pilih perempuan menjadi topik debat dalam kongres, itu bukan tujuan utama pada awal kemunculan gerakan.

Resolusi yang menuntut adanya hak pilih perempuan menjadi satu-satunya resolusi yang tidak disahkan dengan suara bulat.[3]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Letusan Dahsyat Gunung Vesuvius Mengubur Kota Pompeii dan Herculaneum

Organisasi hak pilih perempuan pertama didirikan pada tahun 1869.

Susan B. Anthony dan Elizabeth Cady Stanton mendirikan National Woman Suffrage Association (NWSA), sedangkan Lucy Stone, Julia Ward Howe, dan Henry Blackwell mendirikan American Woman Suffrage Association (AWSA).

Kedua organisasi itu mempunyai pandangan berbeda tentang Amendemen Ke-15 yang menjamin hak pilih warga negara Afrika-Amerika.

AWSA mendukung amendemen tersebut, sementara NWSA menolaknya karena tidak mengikutkan hak pilih perempuan.

Namun, pada tahun 1890 keduanya bersatu menjadi National American Woman Suffrage Association.

Pada tahun tersebut, Wyoming menjadi negara bagian pertama yang memberikan hak pilih kepada perempuan.[3]

  • Perlawanan terhadap gerakan hak pilih


Mulai awal abad ke-20, peran perempuan di masyarakat AS berubah drastis,

Perempuan bekerja lebih banyak, menerima pendidikan yang lebih baik, dan melahirkan lebih sedikit anak.

Bahkan, tiga negara bagian (Colorado, Utah, dan Idaho) menuruti permintaan akan hak pilih perempuan.[4]

Meski demikian, pergerakan hak pilih perempuan juga mendapat tantangan dari beberapa kalangan.

Di antara mereka adalah para pembuat bir dan penyuling menolak hak pilih perempuan.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 22 Agustus 1902: Perusahaan Mobil Mewah Cadillac Didirikan

Keduanya meyakini peremuan akan memilih pelarangan minuman beralkohol.

Sementara itu pengusaha yang mempekerjakan anak-anak takut apabila perempuan memilih pelarangan tenaga kerja anak-anak.

Organisasi anti hak pilih perempuan juga bermunculan di seluruh AS.

Para aktivis anti hak pilih tidak hanya perempuan, tetapi juga para perempuan kelas atas.

Mereka merasa politik adalah bisnis kotor yang akan merusak moral dan kewibawaan spiritual perempuan.[4]

  • Amandemen Ke-19


Pada Januari 1878, Senator Republik Aaron A. Sargent dari California secara formal mengajukan amendemen konstitusional ke Senat.

Dalam amendemen itu, perempuan dijamin memiliki hak pilih.

Rancangan amendemen itu berada di komite sampai tahun 1887, ketika akhirnya diajukan untuk pemungutan suara, dan hasilnya kalah.

Amendemen konstitusi lainnya untuk hak pilih perempuan dipertimbangkan, tetapi ditolak lagi oleh senat.

Tahun berikutnya, Carrie Chapman Catt, yang menggantikan Susan B. Anthony sebagai ketua National American Woman Suffrage Association tahun 1900, menggunakan cara lain.

Dia membuat keputusan kontroversial dengan mendukung AS di Perang Dunia I.

Hal ini dilakukan untuk menggambarkan bahwa para perempuan adalah patriot bangsa,

Usaha ini berhasil dan pada tahun 1918 Presiden Woodrow Wilson mendukung adanya hak pilih perempuan.

Pada 18 Agustus 1920, Kongres meratifikasi Amendemen Ke-19 yang menjamin bahwa semua warga negara memiliki hak pilih, terlepas dari jenis kelamin.

Amendemen ini mulai diberlakukan pada 25 Agustus 1920 dan perjuangan para perempuan dapat dikatakan selesai.[5]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 21 Agustus 1911: Lukisan Mona Lisa Dicuri dan Ditemukan 2 Tahun Kemudian

(Tribunnewswiki/Tyo)



Peristiwa Amendemen Ke-19 Konstitusi AS Diberlakukan


Pada 26 Agustus 1920


Sumber :


1. www.crusadeforthevote.org
2. www.khanacademy.org
3. www.history.com


Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Archieva Prisyta
BERITA TERKAIT

Berita Populer