Webber mengatakan kepada Manjer itu bahwa ia tidak senang dan tidak bisa diterima ini.
"Dia mengatakan kepada saya, kalau noda itu tidak bisa bersih saat dicuci, dan saya berkata, ‘jika tidak besih, kan kamu tinggal singkirkan,” ujarnya kepada Manajer itu.
Wanita itu mengatakan bahwa sang manajer tidak tahu apakah pihaknya memiliki selimut cadangan.
“Jika tidak, dia akan pergi dan membelinya sendiri," kata manajer itu.
Webber mengatakan dia dibiarkan bingung dan tanpa tindakan apapun atas insiden tersebut.
“Travelodge adalah jaringan yang cukup besar. Ini hanya masalah cucian sederhana," katanya yang kesal.
Karena kesal, Webber mengajukan keluhan ke kantor pusat dan menerima tawaran voucher menginap di Travelodge senilai £ 121,98 (Rp. 2,1 Juta).
Email perusahaan tersebut melakukan permintaan maaf yang tulus kepadany atas untuk kondisi tempat tidur.
Tapi Webber kesal dengan tawaran voucher menginap tersebut.
"Saya hanya bisa menghabiskannya untuk menginap lagi di Travelodge, dan saya tidak melihat banyak peluang untuk hal itu terjadi," katanya.
Media lokal, Bristol Live mencoba menghubungi Travelodge tentang keluhan tersebut, pihak hotel menawarkan pengembalian uang penuh kepada pelanggan.
Seorang juru bicara Travelodge mengatakan, perusahaan itu dengan tulus menyesal atas pengalaman Webber yang menginap di hotelnya.
"Kami sangat menjaga kebersihan dan menerapkan proses pembersihan serta vacum yang ketat, termasuk program TravelodgeProtect+ kami," katanya.
"Kami menyesal bahwa kesalahan telah dibuat dan kami telah meminta maaf kepada Ibu Webber dan mengembalikan uang secara penuh,” pungkas pihak hotel.
Baca: 2 Minggu Tak Bayar Hotel, Seorang Perempuan asal Malang Tertangkap Bawa Uang Mainan Rp 1,3 M
Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Sudah Dua Malam Menginap, Tamu Hotel Kaget Saat Membuka Selimut dan Temukan Bercak Ini