Institut Jerman Paul Ehrlich Sebut Vaksinasi Virus Corona Bisa Dimulai Awal 2021

Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Heather Lieberman (kiri) menerima vaksinasi Covid-19 dari Yaquelin De La Cruz di Research Centers of America di Hollywood, Florida, Amerika Serikat, pada 13 Agustus 2020. Institut Paul Ehrlich menyebut vaksinasi virus corona bisa dilakukan pada awal tahun 2021

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kepala regulator vaksin di Jerman mengatakan vaksinasi virus corona dapat dilakukan kepada sejumlah penduduk di negara itu mulai awal tahun 2021.

Sementara itu, lebih dari setengah lusin perusahaan farmasi di seluruh dunia sedang melakukan uji klinis vaksin Covid-19 dengan melibatkan puluhan ribu sukarelawan.

Perusahaan tersebut berharap dapat mengetahui apakah vaksin mereka manjur dan aman pada akhir tahun ini.

Dilansir dari Reuters, (19/8/2020), Klaus Cichutek, kepala Institut Paul Ehrlich, Klaus Cichutek mengatakan kepada kelompok surat kabar Funke bahwa data uji klinis tahap I dan II memperlihatkan beberapa vaksin memicu respons kekebalan dalam melawan virus corona.

"Jika data dari uji coba tahap III memperlihatkan vaksin efektif dan aman, vaksin pertama dapat disetujui pada awal tahun 2021, dan mungkin dengan kondisi-kondisi yang tercantum," kata dia.

Baca: Segini Harga Vaksin Covid-19 Milik Perusahaan Sinopharm China, Pimpinan Tekan Harga Agar Tak Mahal

Seorang pria bermasker berjalan melewati markas perusahaan vaksin, Pfizer Inc., di New York, Amerika Serikat, pada Rabu (22 Juli 2020). Pfizer dan perusahaan bioteknologi Jerman, BioNTech, sepakat menyuplai Pemerintah AS dengan 100 juta dosis vaksin Covid-19 dalam kesepakatan senilai $1,95 miliar. (JEENAH MOON / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP)

"Berdasarkan keyakinan dari para pembuatnya, dosis pertama untuk orang-orang di Jerman akan tersedia saaat itu, sesuai dengan prioritas yang ditetapkan oleh Komite Tetap Vaksinasi," kata Cichutek.

Kasus infeksi di Jerman meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Data dari Robert Koch Institute pada Rabu, (19/8/2020), menunjukkan ada kasus baru sebanyak 1.510 dan total kasus mencapai 226.914.

Institute itu mengatakan 39 persen dari kasus tersebut mungkin adalah kasus impor.

Infeksi dalam beberapa pekan ini kemungkinan berasal dari Kosovo, Turki, dan Kroasia

Beberapa perusahaan, termasuk Moderna, AstraZeneca, dan Pfizer Inc, mengatakan mereka masng-masing berharap dapat membuat lebih dari semilyar dosis vaksin tahun depan.

Baca: Rusia Unjuk Gigi dengan Sputnik V, China Ikut Rilis Vaksin Covid-19 bernama Ad5-nCoV

Perusahaan bioteknologi Jerman, CureVac, brharap bisa menjual vaksin pada pertengahan tahun 2021.

Vladimir Putin Umumkan Vaksin Buatan Rusia Efektif Kembangkan Imun Tubuh Relawan

Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim negaranya menjadi yang pertama kali mendaftarkan dan memproduksi vaksin Virus Corona, Selasa (11/8/2020).

Dilansir Sputniknews.com, vaksin yang diproduksi Rusia untuk melawan Virus Corona atau Covid-19 dikembangkan Gamaleya Research Institute.

Proses uji klinis vaksin Rusia ini telah dilakukan sejak 18 Juni lalu dan terbukti mampu mengembangkan kekebalan tubuh 38 orang relawannya.

Presiden Vladimir Putin mengumumkan perkembangan itu, Selasa pagi waktu Moskow, saat pertemuan pemerintah.

Ilustrasi vaksin virus corona (Fresh Daily)

Baca: Vladimir Putin Umumkan Perkembangan Vaksin Covid-19, Klaim Rusia Negara Pertama yang Produksi Vaksin

Presiden juga meminta Menteri Kesehatan Mikhail Murashko untuk terus memberi tahu dia tentang vaksin itu.

Pada saat yang sama dia juga mengatakan dia tahu (vaksin) itu bekerja dengan cukup efektif dan membentuk kekebalan yang stabil.

"Saya berharap dalam waktu dekat kami dapat memulai produksi massal obat ini, yang sangat penting," kata Presiden Putin.

Putin lebih lanjut berterima kasih kepada semua orang yang bekerja pada vaksin pertama untuk melawan Virus Corona, dan menggambarkannya sebagai "langkah yang sangat penting bagi dunia".

Baca: Khawatir Monopoli oleh Negara Besar, WHO Minta Tidak Ada Nasionalisme Penemuan Vaksin Covid-19

“Saya berharap rekan-rekan kita di luar negeri juga bisa maju, dan akan ada cukup banyak produk yang bisa digunakan di pasaran, di pasaran dunia untuk obat-obatan dan vaksin,” lanjut Putin.

Presiden Rusia juga mengungkapkan bahwa salah satu putrinya telah divaksinasi Virus Corona.

“Dalam hal ini, dia ikut dalam percobaan. Setelah vaksinasi pertama, dia memiliki suhu tubuh 38 derajat Celcius, sedangkan hari berikutnya sedikit di atas 37 derajat Celcius, itu saja,” jelasnya.

“Setelah suntikan kedua, vaksinasi kedua , suhunya juga naik sedikit, lalu semuanya beres, dia merasa baik dan titer [antibodi] tinggi,” beber Putin.

Menteri Kesehatan Rusia Mikhail Murashko mengatakan vaksin pertama Rusia melawan Virus Corona akan mulai diproduksi di dua lokasi, Gamaleya Research Institute dan perusahaan Binnopharm.

(Tribunnewswiki/Tyo/Niken)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews dengan judul BREAKING NEWS : Putin Umumkan Rusia Negara Pertama Produksi Vaksin Covid-19 



Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer