Hidronefrosis

Penulis: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Hidronefrosis adalah kondisi saat ginjal mengalami pembengkakan akibat penumpukan urine


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hidronefrosis adalah kondisi saat ginjal mengalami pembengkakan akibat penumpukan urine, karena urine tidak dapat mengalir dari ginjal ke kandung kemih.

Kondisi ini umumnya terjadi pada salah satu ginjal, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk terjadi pada kedua ginjal sekaligus.

Penyakit ini bukan penyakit utama, tapi merupakan kondisi sekunder dari penyakit lain yang berkembang dalam tubuh.

Kondisi ini dapat dialami oleh semua orang dari segala usia, bahkan pada janin yang sedang berkembang dalam kandungan (hidronefrosis antenatal).

Penanganan dilakukan untuk menghilangkan yang menghambat aliran urine, baik dengan pemberian obat maupun prosedur operasi.

Baca: Gastritis

  • Penyebab


Pembengkakan ginjal ini merupakan akibat dari penyakit lain yang dialami pengidap.

Hidronefrosis terjadi saat terdapat gangguan atau sumbatan pada saluran kemih, sehingga urine terperangkap di dalam ginjal karena tidak dapat dikeluarkan.

ILUSTRASI. Hidronefrosis merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa saja.

Penumpukan ini kemudian sebabkan ginjal menjadi bengkak.

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan penyumbatan aliran urine hingga membuat ginjal membengkak, antara lain:

  • Kehamilan akibat pembesaran rahim yang dapat menekan ureter.
  • Batu ginjal yang berpotensi menyumbat ureter.
  • Penyempitan ureter akibat jaringan parut karena infeksi, operasi, atau terapi.
  • Aliran urine malah kembali dari kandung kemih ke ginjal (refluks vesikoureteal).
  • Berbagai jenis kanker atau tumor yang terjadi di sekitar saluran kemih, kandung kemih, panggul, atau perut.
  • Gangguan atau kerusakan pada saraf kandung kemih atau neurogenic bladder.
  • Organ panggul yang menonjol keluar dari vagina (rolapse).

Baca: Infeksi Telinga (Otitis Media)

  • Gejala


Sebagian besar kasus hidronefrosis yang dialami orang dewasa tidak akan menunjukkan gejala sama sekali, begitupun pada bayi.

Meski begitu, penyakit ini akan menimbulkan gejala seperti pada infeksi saluran kemih, misalnya demam tanpa penyebab jelas.

Beberapa gejala lain akibat hidronefrosis, antara lain:

  • Sering mengeluarkan urine dan meningkatnya keinginan membuang urine.
  • Rasa nyeri pada perut dan panggul.
  • Mual dan muntah.
  • Tidak dapat mengosongkan kandung kemih sepenuhnya.
  • Rasa nyeri saat buang air kecil atau urine (disuria).
  • Urine disertai dengan darah (hematuria).
  • Lebih jarang mengeluarkan urine atau urine keluar dengan aliran yang lemah.
  • Gejala infeksi saluran kemih, misalnya urine berwarna gelap, aliran urine lemah, menggigil, demam, atau rasa terbakar saat mengeluarkan urine.

  • Pengobatan dan Pencegahan


Penanganan utama dari hidroneforisis adalah dengan melepaskan sumbatan yang terjadi.

Jika sumbatan terjadi karena adanya batu, batu perlu diambil untuk melancarkan aliran urine.

Pemasangan nefrostomi atau insersi stent ureter dapat dilakukan.

Jika terdapat infeksi, pemberian antibiotik diperlukan.

Mereka yang mengidap hidronefrosis juga perlu dievaluasi untuk melakukan pembedahan guna mengangkat penyebab dari hidronefrosis, seperti batu, tumor, atau obstruksi ureter.

Jika salah satu ginjal rusak parah dan tidak berfungsi, nefrektomi atau pengangkatan ginjal dapat dilakukan.

Pencegahan terjadinya hidronefrosis adalah dengan menghindari terjadinya obstruksi.

  • Jika terdapat batu ginjal, upaya pengangkatan batu perlu segera dilakukan.
  • Jika terdapat tumor di daerah saluran kemih, tumor perlu segera diangkat untuk menghindari hambatan aliran urine lebih lanjut.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)



Informasi


Penyakit Hidronefrosis


Gejala Ginjal mengalami pembengkakan akibat penumpukan urine


Faktor Risiko Mereka yang tengah mengidap batu ginjal


Mengalami cacat bawaan sejak lahir


Pernah mengalami cedera atau operasi pada ginjal


Mengidap tumor atau kanker


Sumber :


1. www.halodoc.com/kesehatan/hidronefrosis


Penulis: Putradi Pamungkas

Berita Populer