Pilot Banting Setir Jadi Penjual Mi Ayam Demi Penuhi Kebutuhan setelah Dirumahkan Akibat Covid-19

Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Megah Putra Perkasa pilot maskapai komersial kini menjual mie ayam untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dan membuka warung di Ruko Granada Square BSD Tangerang Selatan, Rabu (12/8/2020)

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pandemi virus corona atau Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia telah membuat banyak perubahan, dari sektor ekonomi hingga sektor transportasi.

Sektor transportasi bahkan mengalami kelumpuhan.

Banyak negara di dunia yang menutup akses transportasinya demi menekan penyebaran virus corona.

Ratusan pilot dan ribuan pekerja di sektor penerbangan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau dirumahkan.

Hal ini juga dirasakan oleh Pak Megah seorang pilot yang harus banting setir demi hidupi keluarganya.

Baca: Istri Prajurit TNI AD Positif Covid-19, Jenderal Andika Perkasa Langsung Perintahkan Pengawalan

Baca: Pesawat Tempur T-50 Golden Eagle Milik TNI AU Tergelincir di Madiun, Pilot Alami Luka Ringan

Pria yang sudah 13 tahun menerbangkan pesawat ini juga terkena imbas pandemi dan saat ini sedang dirumahkan.

Pria bernama lengkap Megah Putra Perkasa ini, sekarang sedang beralih profesi bekerja menjadi penjual mi ayam di warung makan Majelis, sejenis foodcourt di bilangan Ruko Granada Square BSD Tangerang Selatan.

Dikutip Tribunnewswiki dari Kompas.com, Pak Megah dan teman-temannya mulai dirumahkan sejak April lalu.

Ilustrasi pesawat sedang terbang. Saat hendak take off atau landing, akan terdengar suara lonceng. (unsplash.com/@chuklanov)

"Sewaktu mulai ada pembatasan, kira-kira bulan April ya, saya bersama teman-teman yang lain sudah mulai dirumahkan karena tidak ada penerbangan waktu itu," kata Pak Megah.

Sebelumnya, Pak Megah pun juga mengaku tertekan dengan keadaan yang tidak pasti ini.

Menurut penuturan pilot satu ini, dia harus memutar otak demi keluarga dan keempat anaknya yang masih sekolah.

Pada mulanya Pak Megah mencoba mengahdapi situasi ini dengan berjualan baju via online.

Usaha ini merupakan usaha yang sudah lama ditekuni oleh istri pak Megah.

Akan tetapi hasil berjualan baju via online ini tidak bisa menutup kebutuhan keluarganya.

Baca: Viral Petugas Seret Pria Diduga Gangguan Jiwa dari Dalam Pesawat, Citilink Beri Klarifikasi

"Bagaimana saya berpikir agar harus ada tambahan untuk kebutuhan, anak-anak saya keempat-empatnya masih sekolah, dan di swasta, biayanya lumayan," ujar Megah.

Kemudian dirinya melihat status rekannya di media yang sesama pilot beralih profesi menjadi penjual ikan laut keliling dengan menggunakan box.

Pak Megah menuturkan jika dirinya bukan pilot pertama yang beralih profesi.

"Saya bukan yang pertama, justru saya melihat teman saya ini. Luar biasa," beber Megah.

Pria empat anak ini mencoba usaha dari hobi memasaknya.

Karena profesinya yang seorang pilot, hal ini membuat Megah sering melakukan wisata kuliner ketika mendarat di kota-kota di tanah air.

Akhirnya Pak Megah mencoba menjual mi ayam yang menjadi makanan yang digemari banyak masyarakat.

"Jadi awalnya saya coba jual via online, mulai dari Instagram, ada juga WhatsApp, kebetulan ada grup-grup kantor dan juga pengajian-pengajian di masjid sekitar rumah," ujar Megah.

Baca: Pramugari Ungkap Arti Suara Lonceng yang Sering Terdengar Saat Pesawat Take Off dan Landing

Usaha mi ayamnya ini mendapat respon positif pembeli.

Dia dan keluarga bersemangat untuk berjualan mi ayam sebagai pemasukan tambahan demi menutup gaji yang terpotong.

Akhirnya, mi ayam bernama Kapten Kitchen ini makin diminati pembeli.

Saat berjualan online, megah mengaku dirinya pernah membuat 70 box mi ayam untuk pelanggannya.

Megah Putra Perkasa pilot maskapai komersial kini menjual mie ayam untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dan membuka warung di Ruko Granada Square BSD Tangerang Selatan, Rabu (12/8/2020) (KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONO)

Dia pun nengatakan, ada kemiripan saat menjadi pilot, yaitu kedisiplinan dan standar yang harus dijaga saat melayani pembeli.

"Kita harus disiplin, jualan mi ayam ini persiapannya justru dari pagi, mulai dari membuat bahannya sampai tahap jualan, juga harus mempertahankan standar yang kita buat. Sama seperti pilot, harus disiplin dan menjaga standar operasi," kata Pak Megah.

Selanjutnya, Megah mengatakan dia bertemu dengan dua orang pemilik foodcourt Majelis di Ruko Granada Square BSD Tangerang Selatan.

Pemilik ruko ini membeli baju online yang dijual istrinya.

Bukan cuma itu, pemilik ruko ini juga membeli beberapa kotak mi ayam.

Pemilik ruko tersebut kemudian menawarkan Pak Megah untuk membuka restoran di ruko mereka.

Pak Megah awalnya bingung karena dia tak punya modal.

Karena dia tak memiliki gerobak alat masak, hingga perlengkapan lainnya, seperti mangkuk dan sendok.

Namun, saat menemui masalah tersebut, Pak Megah mengaku mendapatkan bantuan.

"Tapi alhamdulillah, ada yang bantu, jadi bisa ikut buka di sini sekarang," kata Megah.

Restoran miliknya mulai buka pada 24 Juli 2020.

Baca: Tak Ada Penghasilan saat Wabah Virus Corona, Artis Ganteng Ini Banting Setir Jualan Mi Ayam

Baca: Fakta Baru Kecelakaan Helikopter yang Tewaskan Kobe Bryant, Terungkap Upaya Pilot Sebelum Insiden

Restoran ini mempunyai menu mi ayam dan mi yamin lengkap dengan toping yang bisa dipilih sendiri oleh para pembeli.

Dalam menghadapi pandemi Covid-19, Pak Megah menuturkan dirinya tidak melihat sisi negatif dari pandemi ini.

Dia mengaku ada hikmah yang bisa dia ambil.

Tak hanya berani mengambil resiko untuk beralih profesi menjadi penjual mi ayam, Pak Megah mengaku saat ini dirinya merasa lebih dekat dengan keluarga.

Pak Megah mengatakan dirinya tidak sesibuk saat berprofesi sebagai seorang pilot.

"Lebih dekat, setiap hari bisa ketemu anak-anak dan istri. Jadi tiap pagi saya bisa masak untuk mereka, istri saya siapkan PR dan sekolah anak-anak saya," ujar Pak Megah.

Perlu diketahui, Pak Megah sekarang ini masih aktif di dunia penerbangan.

Walaupun dirinya tak sesibuk sebelum adanya pandemi Covid-19.

Saat ini jam terbangnya berkurang.

Pak Megah mempunyai izin penerbangan selama 14 hari dalam sebulan setelah adanya surat keterangan bebas Covid-19.

Pilot satu ini mengaku senang bisa membuka usaha kecil-kecilan.

Pak Megah pun juga berencana untuk membuka usaha lebih besar.

Sehingga usahanya tersebut bisa jadi pekerjaan saat dirinya pensiun.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Kaka, Kompas.com).



Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer