Remaja laki-laki berusia 15 tahun ini adalah warga Kampung/Desa Banjaran, Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat
Gorengan kacang dimasukkan wadah plastik bundar, sedangkan donat disimpan di wadah plastik tertutup. Dengan dua makanan itu, Sultan pun keliling di sejumlah kawasan Kota Tasikmalaya.
"Sudah lama juga jualan ini. Hasilnya ditabung untuk tukar tambah hape saya agar bisa digunakan belajar online," kata Sultan, saat ditemui Jalan Tarumanagara, Kota Tasikmalaya, Kamis (13/8).
Baca: Iseng Berjualan Bubur Gunakan Topeng Anonymous, Dagangan Ibu ini Mendadak Viral dan Laris Manis
Sultan menuturkan, hape miliknya sudah tergolong jadul sehingga jika digunakan belajar secara online sering lelet. Ia berniat menukarkan dengan hape yang lebih bagus.
"Hape ini sudah lama dibelikan bapak saya. Tapi bapak tidak mampu beli hape baru. Saya jualan saja, mumpung masih belum belajar di sekolah," kata Sultan, dikutip Tribunnewswiki.com dari Tribun Jabar, Kamis (13/8/2020).
Anak keempat dari delapan bersaudara ini menyebukant ayah kandungnya, Soni Sanjaya (46) seorang pedagang gas keliling. Sementara ibunya, Ai Yayah (37) jualan seperti dirinya.
Berangkat dari rumah sekitar pukul 07.00, Sultan naik bus jurusan Cikalong-Tasikmalaya dan turun di kawasan Padayungan, Kota Tasikmalaya. Dari situ lah ia mulai keliling jualan makanan.
Baca: Sudah Tak Jadi Menteri Kini Susi Pudjiastuti Bikin Akun Online shop Jualan Kaos Tenggelamkan
"Turun di Padayungan sekalian saya bawa donat sebanyak 50 buah. Sedangkan gorengan kacang dibawa dari tetangga di Salopa," ujar Sultan.
Ia bersyukur setiap hari dagangannya selalu laku. Namun untuk bisa menukarkan hape miliknya dengan yang baru, tambah Sultan, uangnya masih kurang.
Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Ingin Beli Hape untuk Belajar Online, Sultan Jualan Gorengan Kacang dan Donat di Kota Tasikmalaya