Disebut Hina Martabat Asosiasi Pelatih, Posisi Andrea Pirlo sebagai Pelatih Juventus Tuai Kritik

Penulis: Haris Chaebar
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Andrea Pirlo, bersama Presiden Juventus, Andrea Agnelli (kiri) dalam penandatanganan kontrak sebagai pelatih tim utama.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Andrea Pirlo resmi dikontrak sebagai pelatih tim utama hingga tahun 2022 oleh Juventus.

Dengan gaji 1,8 juta euro per musim, Andrea Pirlo akan memulai perjalanan kariernya di dunia kepelatihan bersama Juventus.

Penunjukkan Andrea Pirlo sebagai komando baru Juventus pasca pemecatan Maurizio Sarri jelas mengguncang publik pecinta sepak bola.

Penunjukkan sosok Andrea Pirlo oleh Juventus memang sangat terasa mengejutkan.

Selain belum berpengalaman, Pirlo juga masih terkendala dengan lisensi kepelatihannya ketika melatih klub berjuluk Bianconeri itu.

Pirlo masih dalam proses mengambil lisensi kepelatihan tingkat UEFA dan dirinya baru saja ditunjuk pelatih Juventus U-23 pekan lalu.

Semasa bermain, Pirlo merupakan pemain legendaris Italia yang pernah bermain di klub besar AC Milan, Juventus dan Inter Milan.

Andrea Pirlo sendiri baru menjalani kursus di Coverciano untuk mendapatkan lisensi pelatih UEFA Pro pada Agustus 2019.

Baca: Resmi Ditunjuk Melatih Juventus, Seperti Apa Kisi-Kisi Taktik yang Ingin Diterapkan Andrea Pirlo?

Baca: Andrea Pirlo Latih Juventus, Sahabat dan Legenda Italia Beri Komentar Positif Sekaligus Kekhawatiran

Lisensi UEFA Pro bahkan belum dipegang Pirlo walaupun menjelang musim 2020-2021 urusan ijazah syarat menjadi pelatih ini diyakini akan beres.

Namun, keistimewaan atau privilese yang diperoleh Pirlo dengan secara tiba-tiba melatih tim utama Juventus, ternyata mengundang "nyinyiran" atau komentar tak sedap dari rekan sesama profesi pelatih.

Andrea Pirlo resmi melatih Juventus. (Twitter @Pirlo_official)

Jalan Pirlo yang dimuluskan langsung sebagai pelatih utama Si Nyonya tua ini yang dikritik Sandro Pochesci, eks pelatih klub medioker Italia, Ternana dan Casertana.

"Juventus tiba-tiba memilih mantan pemain bernama besar untuk menjadi pelatih, seseorang yang benar-benar orang baru (rookie) dalam dunia kepelatihan."

"Tidak adil mantan pemain bernama besar mendapatkan keistimewaan (privilese) seperti ini," ujar Pochesci seperti mengutip dari Tuttomercatoweb.

"Pirlo tidak punya rekam jejak menjadi pelatih sebelumnya, ini sebuah kekalahan besar dan hinaan buat asosiasi pelatih."

"Anda harus melalui jalan yang panjang untuk membuktikan diri layak memegang sebuah tim, paling tidak magang selama dua tahun," lanjut Pochesci.

Pochesci sendiri memulai karier melatihnya pada 2003, tetapi baru sebagai asisten pelatih.

Baru pada 2007 pria 56 tahun ini mulai menjadi pelatih kepala.

"Pirlo adalah pemain yang hebat, tetapi tidak adil jika dia kemudian mendapatkan keuntungan seperti ini."

"Pirlo akan memulai melatih Juventus dalam gunjingan orang karena ujian lisensinya baru berlangsung Oktober."

"Seharusnya hal seperti ini tidak diperbolehkan lagi. Pirlo akan berkembang, tetapi dia harus membuktikan diri dulu sebelum melatih tim utama."

Taktik Pirlo di Juventus

Semasa bermain, Pirlo merupakan pemain legendaris Italia yang pernah bermain di klub besar AC Milan, Juventus dan Inter Milan.

Karakter dan pembawaan Pirlo yang kharismatik juga membuatnya diidolai oleh banyak pecinta sepak bola.

Semasa aktif bermain sepak bola, Pirlo identik dengan gaya main flamboyan dengan kemampuan spesial mengendalikan alur bola dari depan garis pertahanan, biasa disebut peran "regista" di bahasa Italia atau dalam bahasa Inggris disebut deep-lying playmaker.

Terminologi regista pun pertama kali identik dan dikenal berkat adanya seorang Andrea Pirlo.

Baca: Andrea Pirlo Latih Juventus, Sahabat dan Legenda Italia Beri Komentar Positif Sekaligus Kekhawatiran

Baca: Drama Situasi Juventus: Kalah dari Lyon, Maurizio Sarri Digantikan Andrea Pirlo dalam Waktu 5 Jam

Figur Andrea Pirlo kemudian disebut banyak menginspirasi banyak gelandang sepak bola di berbagai belahan dunia, dengan gaya main yang teknikal dan visi umpan yang hebat.

Meski begitu, dirinya belum punya pengalaman sebagai pelatih di kancah profesional.

Andrea Pirlo, pelatih baru Juventus. (Twitter @Pirlo_official)

Bahkan, status sebagai pelatih Juventus U-23 juga baru ia sandang beberapa pekan lalu.

Publik pun dibuat bertanya, strategi dan taktik seperti apa yang akan Pirlo gunakan untuk Juventus?

Dengan latar belakang dilatih oleh berbagai pelatih kelas dunia seperti Carlo Ancelotti hingga Marcello Lippi, berikut kisi-kisi yang ia berikat tentang gambaran timnya kelak.

"(Taktik) Itu tergantung para pemain, tetapi saya suka dengan formasi 4-3-3 dimana semua pemain menyerang ke depan," ucapnyai mengutip Football Italia.

"Tim (saya) yang banyak menguasai bola.'

"Saya ingin tim terus mengoper bola, bahkan di belakang bangku cadangan jika perlu!" kelakar pria kelahiran Flero, Brescia tersebut.

Baca: Disebut Tak Betah di Juventus, Agen Cristiano Ronaldo Mulai Jalin Kontak dan Akan Pindah ke PSG

Baca: Faktor Cristiano Ronaldo, Alasan Juventus Pecat Maurizio Sarri Demi Hindari Perpecahan di Dalam Tim

Namun, sepertinya Pirlo terinspirasi dari mantan pelatihnya, Carlo Ancelotti.

Ancelotti merupakan pelatih yang mengedepankan fleksibilitas dalam tim yang ia latih dan tidak rigid dalam menerapkan strateginya.

Pirlo juga mengisyaratkan bahwa formasi 4-3-3 yang ia sukai akan diterapkan secara fleksibel.

Menurut Pirlo, dirinya tidak akan memaksakan taktik tersebut jika memang para pemain kurang begitu cocok dengan formasi tersebut.

"Saya suka 4-3-3, tetapi tentu saja jika Anda menyadari para pemain tidak dapat bekerja dengan formasi itu, Anda harus beradaptasi dan menggunakan pendekatan yang berbeda," kata Pirlo.

"Jika Anda terlalu terpaku pada sistem dan pemain Anda tidak dapat melakukannya, Anda membuang-buang waktu dan tidak mendapatkan yang terbaik dari mereka," ujar dia.

(Tribunnewswiki.com/Ris)

Sebagian artikel tayang di Bolasport.com berjudul Penunjukan Andrea Pirlo oleh Juventus Menghina Asosiasi Pelatih



Penulis: Haris Chaebar
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer