Langka terjadi, awan tsunami tersebut sempat dikaitkan dengan mitos pertanda bencana akan datang.
Awan gelap yang menggulung tersebut kemudian menimbulkan kekhawatiran bagi warga Aceh.
Bahkan beberapa diantaranya sempat mengunggah dokumentasi awan tsunami di sosial media.
Ada pula warga yang meminta doa pada warganet agar Kota Meulaboh akan baik-baik saja.
Lalu benarkah awan tsunami di Aceh merupakan pertanda bencana?
Bagaimana ilmu pengetahuan menjawab fenomena awan tsunami di Aceh?
Baca: Bikin Heboh Media Sosial, Ini Penampakan Ikan Mas Raksasa 15 Kilogram yang Dipancing di Danau Toba
Baca: Fenomena Suhu Dingin di Indonesia, Penyebab dan Tips Kesehatan untuk Menghadapinya
Kepada Kompas.com, Kasi Data BMKG Stasiun Sultan Iskandar Muda, Zakaria sempat membahas mengenai awan tsunami.
Disebutkan oleh Zakaria, awan seperti ombak menggulung yang memanjang di langit itu dikenal secara ilmiah sebagai awan arcus.
"Awan berbentuk seperti ombak yang menggulung namanya awan arcus atau disebut juga awan Tsunami, ini memang fenomena langka" terang Zakaria.
Zakaria menjelaskan bahwa awan arcus merupakan awan rendah jenis komulonimbus.
"Awan ini merupakan bagian dari awan CB (kumulonimbus). Awan ini merupakan awan rendah dan biasanya berada pada satu level (single level)," kata Zakaria
Awan arcus dikatakan cukup langka terjadi dan kerap tak terpantau oleh satelit.
Hal tersebut karena aqan crus biasa terbentuk di daerah yang tak begitu luas.
Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini BMKG, Miming Saepudin, juga menuturkan penjelasannya.
Miming mengatakan awan arcus adalah jenis awan rendah dan memiliki formasi pembentukan horizontal.
Dijelaskan Miming, awan arcus terbentuk karena adanya ketidakstabilan atmosfer.
Terutama di sepanjang atau di depan pertemuan massa udara yang lebih dingin yang kemudian mendorong massa udara hangat dan lembab naik.
"Sehingga terbentuklah tipe awan arcus yang pola pembentukanya horizontal," jelas Miming.
Miming menampik rumor awan acrus sebagai pertanda gempa maupun hal mistis akan terjadi di Meulaboh.
Meski demikian, Miming mengungkap bahwa awan acrus bisa menimbulkan cuaca ekstrem.
Sehingga warga sekitar terutama nelayan diimbau untuk tetap wasapada dengan adanya cuaca ekstrem.
"Antisipasi bagi para nelayan yaitu agar berlindung dan menjauhi daerah tersebut karena dapat menyebabkan angin kencang, serta hujan lebat yang disertai kilat atau petir," tegas Miming.
Potensi cuaca ekstrem juga disampaikan oleh Zakaria.
Zakaria menyebut awan arcus bisa menimbulkan angin puting beling hingga hujan es.
"Awan ini juga dapat menimbulkan angin kencang, hujan lebat, bisa juga terjadi kilat, petir, angin puting beliung atau hujan es," terang Zakaria.
Karenanya Zakaria mengimbau warga seitar agar tak berada di lokasi terbuka jika melihat awan tersebut.
Baca: Senjata Terbaru yang Dipamerkan Militer Dunia, Drone Milik Rusia Bisa Sebabkan Tsunami Puluhan Meter
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 26 Desember 2004, Gempa dan Tsunami Aceh yang Menewaskan Ratusan Ribu Jiwa
Baca: Museum Tsunami Aceh
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Awan Mirip Tsunami di Meulaboh Aceh, Benarkah Pertanda Bencana Alam?" dan "Heboh Awan Gelombang Tsunami di Meulaboh, BMKG: Bisa Timbulkan Angin Kencang dan Hujan Es"