Video penampakan awan tersebut kemudian menjadi viral di media sosial.
Dalam video yang beredar tampak penampakan awan hitam panjang, Senin (10/8/2020) pagi sekira pukul 09.00 WIB menyelimuti langit pantai barat meliputi Aceh Barat dan Nagan Raya.
Setelah banyak yang bertanya-tanya tentang fenomena alam tersebut akhirnya Pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Metorologi di Nagan Raya angkat bicara.
BMKG menyatakan bahwa fenomena alam tersebut merupakan awan arcus.
Fenomena awan arcus di Nagan Raya tersebut sempat direkam oleh sejumlah warga karena jarang terjadi.
Baca: Komet Neowise Muncul 6.800 Tahun Sekali, Bisa Dilihat di Langit Indonesia 23 Juli 2020
Terlihat bahwa awan tersebut cukup panjang dan menyelimuti langit kota hingga membuat keadaan bertambah gelap.
Namun, sekitar setengah jam kemudian, angin kencang datang disertai hujan lebat.
Pihak BPBD Nagan Raya mengaku sejauh ini belum ada laporan kerusakan dampak angin kencang.
"Hanya pohon yang ada tumbang di Ujong Fatihah," kata Agus Salim, tim Pusdalops BPBD Nagan Raya.
Sementara itu, prakirawan BMKG Nagan Raya, Rezky P Hartiwi dikonfirmasi Serambinews.com mengatakan, fenomena alam tersebut merupakan awan arcus.
"Ini termasuk dalam kategori awan Arcus. Awan ini memang tergolong awan rendah dengan single level," kata Rezky.
Dikatakannya, awan ini mengakibatkan dampak yang cukup berbahaya seperti hujan lebat disertai angin kencang, petir/kilat, hujan es dan lain-lain.
Awan arcus tidak terpantau oleh alat di BMKG sebab muncul tiba-tiba dan kembali hilang sekitar 2 jam kemudian.
"Laporan yang kami terima ada 2 daerah yang terlihat di Aceh Barat dan Nagan Raya," kata Rezky.
Baca: Komet Neowise Akan Melintasi Langit Indonesia pada 20 Juli, Baru Kembali 6.800 Tahun Lagi.
Awan seperti ini juga dikenal dengan nama shelf clouds.
Seperti dikutip intisari yang melansir thevane.gawker.com, terakhir kali shelf clouds muncul dengan sangat jelas pada tahun 2014 dan terjadi dua kali.
Keduanya pun menarik perhatian netizen media sosial.
Pertama, terjadi di Sydney, Australia.
Ketika terjadi, cuaca cukup mendung di Sydney dan tidak lama setelah awan terlihat terjadi hujan deras yang dibarengi dengan petir dan kilat.
Tak lama setelah fenomena ini, dua hari kemudian, shelf clouds terlihat di atas langit Florida.
Sama halnya dengan di Sydney, ketika shelf clouds terlihat, maka tak lama hujan dan badai terjadi.
Shelf clouds adalah kumpulan awan yang posisinya cukup rendah dan terjadi sebelum hujan badai.
Salah satu contoh terbaik dari tipe awan ini adalah pada gambar ini. Gambar ini diambil oleh Waldo Jaquith di Cape Hatteras, NC pada Mei 2012.
Meskipun mereka terlihat cantik, nyatanya shelf clouds berpotensi membahayakan.
Awan ini paling sering terbentuk di sebelum badai yang intens. Badai ini, yang disebut garis squall atau haluan busur, cenderung menghasilkan angin yang merusak ketika mereka menghantam.
Shelf clouds terbentuk karena sirkulasi utama udara dalam badai terjadi di dalam "arus naik" dan "turun turun”.
Gabungan keduanya memberi udara hangat dan lembab ke dalam badai untuk memberinya energi yang dibutuhkannya untuk bertahan hidup.
Downdraft terdiri dari udara yang padat lalu berubah menjadi hujan yang turun ke permukaan di bawah badai.
Baca: Pesawat Militer AS Terbang di Langit Taiwan, Jubir Kementan China: Ini Sangat Salah dan Berbahaya
Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Merinding! Ada Penampakan Awan Raksasa, Nagan Raya dan Aceh Barat Sempat Gelap! Ini Penjelasan BMKG