Mampu Kemudikan Mobil saat Berusia Tiga Tahun, Kisah Kim Jong Un Masuk Kurikulum di Korea Utara

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kim Jong Un mengunjungi korban banjir di sebuah provinsi di Korea Uraea. Ini. Kim Jong Un keluar dari SUV Lexus yang dikemudikannya sendiri

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, melakukan kunjungan korban banjir di Taechong-ri di Unpha County, Provinsi Hwanghae Utara.

Hal itu diberitakan oleh Korea Central News Agency (KCNA) Jumat (7/8/2020).

Kunjungan Kim Jong Un diperkirakan dilakukan pada Kamis (6/8/2020).

Dalam kunjungan tersebut Kim keluar dari kursi pengemudi sebuah SUV yang diperkirakan Lexus.

Terkait hal ini, ada fakta yang tak banyak diketahui orang.

Kim diyakini dapat mengemudi pada usia 3 tahun dan memenangkan perlombaan perahu pesiar di usia 9 tahun.

Nyetir Sendiri Naik SUV Lexus, Kim Jong Un Kunjungi Korban Banjir, terungkap Fakta Mengejutkan Ini. Kim Jong Un keluar dari SUV Lexus yang dikemudikan sendiri (KCNA via TribunMedan)

Baca: Kim Jong Un Nyatakan Tak Akan Ada Perang, Sebut Senjata Nuklir Jamin Keselamatan Korut

Kim Memang didianggap sebagai anak ajaib di Korea Utara, seperti diberitakan Intisari Online.

Sejarah itu tercatat di kurikulum sekolah dan wajib diberikan pada siswa.

Dilaporkan Jaringan televisi YTN Korea Selatan, anak-anak Korea Utara juga diajari bahwa Kim Jong-un merupakan seorang seniman yang terampil dan komposer musik.

Tak semua orang mempercayai kisah itu sebagai kenyataan.

Para ahli menganggap semuanya sebagai upaya Kim Jong Un untuk meninggikan pamornya.

Namun usaha untuk menjadikan Kim tampak superior sebagai pemimpin muda kurang mendapat dukungan.

Baca: Kim Jong Un Baru Tampil 7 Kali dalam Tiga Bulan, Publik Bertanya-tanya: Apa yang Terjadi di Korut?

Toshimitsu Shigemura, seorang profesor di Universitas Waseda di Tokyo dan otoritas urusan Korea Utara, memberikan keterangannya kepada The Telegraph.

"Ini memberi tahu kita bahwa pemerintahannya belum stabil."

"Seorang pemimpin Korea Utara harus benar-benar sukses dan kesuksesannya itu haruslah membuahkan hasil, dan sejauh ini dia belum terlalu sukses."

Menurut Shigemura, tak banyak warga Korea Utara yang menghormati Kim Jong Un.

Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, berpidato pada Konferensi Nasional Veteran Perang yang keenam di Rumah Kebudayaan 25 April di Pyongyang, Korea Utara, Senin (27/7/2020). Kim mengatakan tidak akan ada perang lagi di negara itu karena senjata nuklirnya menjadi kemanan negara itu. (STR / KCNA VIA KNS / AFP)

Baca: Jadi Anggota Penuh Politbiro Korea Utara, Posisi Kim Yo Jong Makin Kuat sebagai Tandem Kim Jong Un

Karenanya, anak-anak dikisahkan betapa hebatnya sosok Kim Jong Un.

"Tidak banyak orang di Korea Utara yang menghormati Kim, jadi anak-anak diajari betapa hebat dan kuatnya dia," tambahnya.

"Anak-anak percaya, tentu saja, tetapi para guru tidak punya pilihan selain memercayainya".

Upaya untuk membangun kultus kepribadian di Korea Utara bukan terjadi kali ini saja.

Halaman
12


Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: haerahr

Berita Populer