Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gondongan atau penyakit gondong merupakan penyakit infeksi virus menular yang menyebabkan pembengkakan kelenjar liur.
Gondong menyebabkan pembengkakan yang terjadi pada satu sisi atau dua sisi sekaligus pada leher.
Biasanya, penyakit ini datang disertai dengan rasa nyeri.
Kebanyakan penyakit ini menyerang anak-anak yang berumur 2-15 tahun.
Penyakit ini sangat jarang ditemukan pada anak yang berumur kurang dari 2 tahun.
Gondongan juga bisa diderita orang dewasa, dan gejalanya akan terasa lebih berat. (1)
Gondongan terjadi ketika kelenjar parotis mengalami peradangan akibat infeksi virus dari golongan paramyxovirus. (2)
Virus tersebut dapat dengan mudah menyebar ke orang lain melalui percikan ludah atau lendir yang keluar mulut atau hidung.
Sehingga, penyakit gondong ini tergolong menjadi penyakit yang bisa menular.
Virus penyebab gondong menetap dan berkembang biak dalam kalenjar parotis.
Hal tersebut menyebabkan pembengkakak pada daerah pipi, leher, dan tenggorokan.
Penyebaran virus ini bisa dengan mudah terjadi saat:
- Terhirup percikan lendir saat penderita batuk, bersin, dan berbicara
- Menyentuh benda-benda yang ada di sekitar penderita, lalu menyentuh hidung dan mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu
- Melakukan kontak langsung dengan penderita, misalnya berciuman
- Berbagi alat makan dan minum dengan penderita
Baca: Hepatitis
Baca: Penyakit Huntington
Baca: Penyakit Flu (Influenza)
Gejala
Selain sisi wajah yang mengalami pembengkakan pada kelenjar parotid, gondongan juga bisa menyebabkan gejala-gejala lainnya, yaitu:
- Nyeri sendi
- Demam tinggi
- Mulut kering
- Nyeri perut
- Hilang nafsu makan
- Lelah
- Sakit kepala
Gejala-gejala tersebut sering kali terasa sebelum dan setelah pembengkakan kelenjar parotid terjadi.
Biasanya, pengidap juga akan kesulitan menelan dan merasakan nyeri pada sisi wajah. (3)
Gejala gondongan biasanya baru akan muncul 14–25 hari setelah terinfeksi virus.
Pada beberapa orang yang terinfeksi, gejala yang timbul mungkin lebih ringan.
Bahkan gejala gondongan bisa menyerupai gejala pilek dan flu.
Beberapa penderita bahkan tidak mengalami gejala apa pun.
Pengobatan
Bagi penderita penyakit gondon, sebaiknya perlu periksaan ke dokter jika Anda atau anak Anda mengalami gejala yang lebih serius, seperti:
- Sakit kepala berat
- Leher terasa kaku
- Rasa kantuk yang sangat berat
- Kejang
- Penurunan kesadaran atau pingsan
Kemudian lakukan kontrol atau pemeriksaan kembali ke dokter jika setelah 7 hari gejala tidak kunjung membaik.
Pada gejala awal gondongan, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang berupa:
- Tes swab air liur, untuk mendeteksi jenis mikroorganisme yang menyebabkan gondongan
- Tes darah, untuk mendeteksi infeksi pada darah
- Tes urine, untuk mengonfirmasi dan mendeteksi penyebaran virus ke saluran kemih
Jika sistem imun penderita baik, gondongan dapat pulih dengan sendirinya dalam waktu 1–2 minggu.
Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredakan keluhan dan gejala yang muncul saat menderita gondongan adalah:
- Memperbanyak istirahat dan mencukupkan tidur
- Memperbanyak minum air putih
- Mengompres area yang bengkak dengan air hangat atau air dingin untuk meredakan rasa sakit
- Mengonsumsi makanan lunak agar tidak perlu mengunyah terlalu banyak
- Mengonsumsi pereda demam dan nyeri, seperti ibuprofen dan paracetamol
Selain menyerang kelenjar parotis, virus penyebab gondongan juga bisa menyebar dan menginfeksi bagian tubuh lain.
Penyebaran ini dapat menyebabkan beberapa komplikasi, seperti:
- Radang testis (orchitis)
- Pembengkakan indung telur atau ovarium
- Radang kelenjar payudara (mastitis)
- Pankreatitis akut
- Radang selaput otak dan saraf tulang belakang (meningitis)
- Radang otak (ensefalitis)
Pada beberapa penderita, gondongan juga dapat menyebabkan tuli, gangguan jantung, dan keguguran, tetapi komplikasi tersebut sangat jarang terjadi. (4)
Untuk mengurangi rasa sakit karena bengkak, penderita dapat mengompres daerah pipi atau leher yang menjadi tempat terjadinya bengkak.
Obat pereda nyeri (misalnya asetaminofen atau ibuprofen) bisa digunakan untuk mengatasi sakit kepala yang juga timbul.
Jangan berikan aspirin sebagai pereda nyeri pada anak gondongan, karena bisa berisiko menimbulkan sindrom Reye.
Jika terjadi pembengkakan testis, sebaiknya penderita menjalani bed rest. Kemudian, jika terjadi mual dan muntah akibat pankreatitis, bisa diberikan cairan melalui infus. (5)