Salah satunya terkait kepastian training center (TC) atau pemusatan latihan.
Terkhusus untuk timnas Indonesia U-19, mereka akan menghadapi Piala Asia U-19 2020 di Uzbekistan.
Sehingga, skuat Garuda Muda pun mau tak mau menyiapkan diri sebelum berlaga di ajang tersebut.
Namun, ada satu hal yang masih membuat PSSI galau.
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, mengaku masih mempertimbangkan pemusatan latihan (TC) timnas U-19 Indonesia di Korea Selatan, jika ada aturan keajiban menjalani karantina selama 14 hari.
Skuad timnas U-19 Indonesia sendiri sejak Kamis (23/7/2020) sudah berkumpul di Indonesia untuk menjalani TC guna menghadapi Piala Asia U-19 2020 di Uzbekistan.
Sayangnya, latihan perdana timnas U-19 Indonesia, yang rencananya berlangsung pada Sabtu (25/7/2020) lalu, ditunda dan akhirnya baru akan dimulai pada 1 Agustus mendatang.
Baca: Kontroversi Ketum PSSI Mochamad Iriawan Jelang Piala Dunia U-20 2021, Ingin Jadi Manajer Timnas U-19
Baca: Anggota Exco PSSI Endri Erawan Akan Gantikan Posisi Ratu Tisha di Komite Kompetisi AFC
Baca: Sembari Isolasi Mandiri Pasca Mudik ke Indonesia, Shin Tae-yong Minta Pemain Timnas Swab Test 2 Kali
Mochamad Iriawan mengatakan bahwa perubahan jadwal TC tersebut adalah karena permintaan dari pelatih kepala timnas Indonesia, Shin Tae-yong.
"Kami ingin kemarin (Sabtu, 25 Juli 2020), tetapi yang bersangkutan meminta 1 Agustus," kata Mochamad Iriawan dalam konferensi pers di Wisma Menpora, Jakarta, Senin (27/7/2020).
Tak hanya berbicara soal TC di Jakarta, pria yang akrab disapa Iwan Bule itu juga menyinggung rencana dan keberlanjutan TC di Korea Selatan.
Seperti diketahui, timnas U-19 Indonesia direncanakan bakal menjalankan TC di Korea Selatan demi persiapan matang ke Piala Asia U-20 2020 dan Piala Dunia U-20 2021.
Menyinggung soal itu, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa pihaknya telah mendiskusikan TC timnas dengan Kedutaan Besar Korea Selatan.
"Kami laporkan juga timnas akan try out ke luar negeri."
"Sementara yang kami sepakati dengan Shin Tae-yong adalah ke Korea Selatan," ucapnya.
"Namun untuk itu, kami tetap akan melihat perkembangan di sana dan baru akan berdiskusi dengan Shin Tae-yong," katanya.
Ada hal yang membuat PSSI merasa keberatan untuk menggelar TC di Negeri Ginseng itu.
Menurut Mochamad Iriwawan, pihaknya mengaku masih mempertimbangkan perkembangan pandemi COVID-19.
Menurutnya, apabila para pemain berangkat ke Korea, besar dipastikan mereka bakal menjalani karantina selama 14 hari setibanya di negeri Ginseng tersebut.
Oleh karena itu, dalam pertemuan dengan Kedutaan Besar Korea Selatan pada Selasa (21/7/2020), Iwan Bule menyampaikan harapannya agar karantina bisa dilakukan hanya selama dua hari.
Jika harus menjalani karantina selama 14 hari, kondisi itu dinilai akan membuang waktu untuk pemain timnas Indonesia.
"Kami tahu ke Korea Selatan itu harus karantina selama 14 hari."
"Kami saat pertemuan di Kedubes juga meminta agar memberikan dispensasi kalau bisa dua hari karantina langsung melakukan latihan," tutur Iwan Bule.
PSSI berharap sesampainya di Korea Selatan, para pemain timnas U-19 Indonesia tidak menjalani isolasi mandiri selama 14 hari ke depan.
Untuk itu, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Korea Selatan di Indonesia.
Komunikasi itu dibangun untuk mematangkan rencana pemusatan latihan timnas U-19 Indonesia di Korea Selatan di tengah pandemi Covid-19.
Meski begitu, bisa saja para rombongan timnas Indonesia tetap akan menjalani karantina setibanya di Korea Selatan, akibat kebijakan negara yang berbeda-beda dalam menangani Covid-19.
Baca: Kontroversi Ketum PSSI Mochamad Iriawan Jelang Piala Dunia U-20 2021, Ingin Jadi Manajer Timnas U-19
Baca: Eks Pemain Timnas U-19 Angkatan Evan Dimas Banyak yang Meredup, Indra Sjafri: Sudah Saya Prediksi
Baca: Sembari Isolasi Mandiri Pasca Mudik ke Indonesia, Shin Tae-yong Minta Pemain Timnas Swab Test 2 Kali
"Kami memastikan kerjasama dengan Korea Selatan agar saat timnas U-19 Indonesia kita ke sana tidak perlu menjalani isolasi selama 14 hari," kata Mochamad Iriawan dalam laman resmi PSSI.
"Karena di sini pun pemain kita sudah terbukti sehat semua dan hasil swab testnya pun ada."
"Harapannya begitu tiba di sana bisa langsung latihan sehingga pemain tak terlalu jenuh berada di dalam ruangan saja," ucap pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut.
Para pemain timnas U-19 Indonesia sudah melakukan swab test dan rapid test sebanyak empat kali.
Protokol kesehatan itu dilakukan demi mencegah virus corona di tengah pemusatan latihan timnas U-19 Indonesia di Stadion Madya, Senayan, Jakarta Pusat.
Manajer dan pelatih timnas U-19 Indonesia, Shin Tae-yong, memanggil 46 pemain untuk mengikuti TC pada 1 sampai 8 Agustus 2020.
Iwan Bule kembali datang untuk melihat swab test keempat timnas U-19 Indonesia di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (30/7/2020).
Kedatangan Iwan Bule untuk memastikan kembali kesehatan pemain timnas U-19 Indonesia.
Sebab, dua hari ke depan para pemain timnas U-19 Indonesia sudah mulai menjalankan latihan di lapangan terbuka.
Iwan Bule didampingi oleh dokter timnas Indonesia, Syarif Alwi.
Ia mengatakan semua pemain timnas U-19 Indonesia dan timnas Indonesia dalam keadaan sehat.
Tak hanya timnas U-19 Indonesia, Shin Tae-yong juga memanggil 29 pemain timnas Indonesia senior.
Timnas Indonesia senior dan timnas U-19 Indonesia akan bersama-sama melakukan TC di Stadion Madya.
"Dengan demikian pada Sabtu lusa, kami harapkan para pemain dapat mengikuti latihan perdana di lapangan dipimpin Shin Tae Yong."
"Pada TC kali ini, kami memang sangat concern pada protokol kesehatan yang sangat ketat," tutup Iwan Bule.
Sebagian artikel tayang di Bolasport.com berjudul Kenapa PSSI Masih Pertimbangkan TC Timnas U-19 Indonesia di Korea Selatan?.