Pasutri Jadi Korban Pembobolan ATM, Hubungi Nomor Call Center Palsu, Tabungan Rp 10 Juta Ludes

Penulis: Nur Afitria Cika Handayani
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi - Kasus pembobolan ATM kembali terjadi, korban disuruh telpon nomor palsu call center.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kasus pembobolan ATM kembali terjadi dengan berbagai modus.

Fadhlun (46) menjadi korban pembobolan ATM setelah menelpon call center palsu.

Kasus ini terbongkar, setelah Fadhlun melapor ke Polrestabes Palembang, Selasa (28/7/2020).

Tabungan milik Fadhlun dikuras habis oleh pelaku pembobolan ATM.

Uang sebesar Rp 10 juta di ATM milik Fadhlun ludes.

Menurut Fadhlun, kejadian terjadi saat ia bersama suami hendak mengambil uang di mesin ATM di kawasan Jalan Baypass, Kecamatan Alang-alang Lebar, Palembang, Minggu (26/7/2020).

Ketika hendak melakukan transaksi, kartu ATM-nya tersangkut di mesin.

"Karena tersangkut transaksi jadi batal. Kemudian saya memanggil suami yang ada di luar untuk membantu saya," kata Fadhlun, dikutip dari Kompas.com.

Ketika korban dan suaminya hendak mencoba mengeluarkan kartu ATM, seorang pria yang tak mereka kenal mendadak masuk.

Bahkan, orang tersebut menurut korban sempat melarang mereka ketika mencoba menarik kartu ATM keluar.

"Katanya nanti bisa dikenakan tindak pidana, karena merusak ATM. Kemudian saya mencoba menghubungi nomor call center yang ada di layar ATM namun dilarang oleh pria tersebut, katanya nanti lama diangkat," ujarnya.

Baca: Perempuan Palembang ini Jadi Korban Penipuan ATM Modus Call Center Palsu, Rp 10 Juta Melayang

Baca: BAHAYA! Jangan Buang Struk ATM Sembarangan, 3 Bank Daerah Kebobolan hingga Ratusan Juta Rupiah

Setelah itu, lelaki tersebut menyarankan korban untuk menghubungi nomor call center yang ditempel di dinding.

Karena panik, korban akhirnya mengikuti anjurannya.

"Di stiker itu ada nomor handpone. Lalu saat saya hubungi masuk, saya diminta untuk menyebutkan nomor PIN," jelasnya.

Setelah menyebutkan nomor PIN, pelaku langsung meminta Fahdlun untuk segera memblokir serta mengganti nomor ATM miliknya tersebut.

Ia pun sempat keluar untuk menghubungi temannya yang bekerja di bank.

ILUSTRASI - ATM BCA dan BNI ikut terganggu sehubungan dengan kebijakan pemadaman listrik di wilayah Jabodetabek pada Minggu, (4/8/2019). (Kolase foto (Tribunnews.com))

"Teman saya terkejut waktu saya bilang call center itu minta PIN. Kemudian ia mengecek saldo di tabungan saya ternyata sudah habis. Rp 10 juta hilang dalam hitungan detik," ungkap korban.

Korban pun sempat menghubungi nomor call center yang ia telepon sebelumnya.

Akan tetapi nomor tersebut telah tidak lagi aktif.

Begitu juga dengan lelaki yang tak dikenalnya itu telah menghilang tanpa jejak.

Halaman
12


Penulis: Nur Afitria Cika Handayani
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
BERITA TERKAIT

Berita Populer