Jadi tak asing jika sering mendengar hari raya Idul Adha dengan hari raya kurban.
Di hari raya Idul Adha, umat muslim di seluruh dunia memperingatinya dengan menyembelih hewan kurban.
Seperti di tanah air contohnya, yakni menyembelih sapi, domba, kambing maupun kerbau.
Daging kurban ini biasanya diolah beraneka ragam sesuai dengan keinginan masing-masing.
Dari yang dimasak jadi gulai, tongseng, dijadikan abon dan lainnya.
Baca: Masih dalam Suasana Pandemi Covid-19, Berikut Ini Panduan Salat Idul Adha Sesuai Protokol Kesehatan
Baca: Menjelang Idul Adha, Menhub Budi Karya Sumadi Pastikan Tidak Ada Larangan Mudik
Bahkan tak sedikit masyarakat yang mengolah daging kurban ini dengan cara menyate-nya.
Ya, sate menjadi makanan yang tidak asing saat hari raya Idul Adha.
Namun, perlu diketahui, cara pengolahan daging kurban dengan di sate ternyata tidak disarankan.
Mengapa ?
Dalam sesi kulwap media, beberapa waktu lalu, Executive Chef Aprez Catering by Amuz Group Chef Stefu Santoso menjelaskan mengenai keadaan daging kurban yang baru dipotong.
Daging kurban yang baru dipotong tergolong masih sangat segar.
Jadi daging ini tidak bisa langsung dikonsumsi sebab teksturnya masih keras.
Dibutuhkan waktu untuk proses aging atau pelayuan pada daging.
Baca: Sate Padang
Baca: Sate Bulayak
Sehingga tekstur daging menjadi lebih empuk.
"Untuk dijadikan sate saya tidak rekomen karena akan keras," ujar Chef Stefu.
Supaya tidak terlalu keras, daging bisa dibungkus terlebih dahulu dengan daun pepaya.
Tapi hal ini, tidak dianjurkan dilakukan terlalu lama karena dapat menimbulkan rasa pahit.
Chef Stefu, yang juga menjadi President of Association of Culinary Professionals, tak ketinggalan memberikan saran supaya daging kurban diolah dengan metode wet cooking atau metode makanan dimasak dengan menempatkannya pada air panas atau terekspos uap panas.
Metode dapat membuat serat-serat daging menjadi lebih empuk untuk dikonsumsi.
"Cara terbaik adalah dimasak dengan cara stewed (direbus) atau wet cooking, atau masak dalam jangka waktu tertentu dengan menggunakan rempah-rempah," kata dia.
Selain sate, banyak menu yang bisa dicoba untuk memasak daging kurban tersebut.
Contohnya mengolahnya menjadi sop, gulai, tongseng, dan lainnya.
Baca: Sate Languan
Baca: Sate Matang
Untuk daging kambing, misalnya, menu lainnya yang juga bisa dicoba adalah "lamb kofta".
Yakni daging kambing giling dibumbui dengan bawang bombai dan bawang putih cincang, daun ketumbar cincang, sampai jinten bubuk.
Selanjutnya dibuat menjadi masakan mirip perkedel.
"Aduk semua bahan jadi satu, dibentuk bulat sesuai ukuran yang diinginkan kemudian panggang di atas pan dengan panas sedang hingga matang," kata Chef Stefu.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hindari Mengolah Daging Kurban Jadi Sate, Ini Alasannya"